
Ini adalah pengalaman pertama Zun bisa memeluk Larisa.
Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 di meja makan Kakek sudah menunggu Larisa dan Zun untuk sarapan tapi mereka tak kunjung turun dari kamarnya akhirnya Kakek menyatap sarapannya dengan seorang diri.
Larisa terbangun dari tidurnya dengan keadaan terkejut karena di lihatnya seorang lelaki sedang tertidur sangat lelap. Lalu beberapa menit kemudian lelaki yang berada di sampingnya terbangun membuka matanya perlahan dan tersenyum karena melihat di sampingnya ada perempuan yang di cintai.
" Hey kenapa kamu tidur di samping ku bukannya aku sudah membuat peraturan dan tak sedikitpun kamu bisa menyentuhku." ucap Larisa
" kamu tak ingat semalam kamu yang menyuruhku tidur di sampingmu."
Jawab Zun
Larisa tak menjawab dia mencoba mengingat kejadian semalam.
" Kamu semalam ketakutan dan menangis lalu menyuruhku untuk tidur di sampingmu." ucap Zun memperjelas.
" Tangan ku sampai kram karena kamu terus tidur di atas pundak ku." sambil memegang pundak sebelah kanan dan mencoba meregangkan.
Larisa masih terdiam karna tak percaya apa yang sudah dia lakukan padahal dia sendiri yang membuat peraturan.
"Cepat turun dari tempat tidurku, " Jawab Larisa sambil mendorong Zun yang hampir terjatuh.
Zun turun dari tempat tidur dan segera menuju kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai mandi dari depan pintu kamar mandi di lihat Larisa sedang memasukan baju dan perlengkapannya di dalam koper untuk di bawa kerumah Zun karena mulai besok mereka akan tinggal bersama.
Tanpa di sengaja Larisa membalikkan badan dan melihat Zun yang berdiri di depan pintu dengan keadaan telanjang dada dan rambut yang basah.
"Aaaaaa, kenapa kamu hanya berdiam disana pakailah baju mu." ucap Larisa sambil menutup matanya.
__ADS_1
Zun hanya tersenyum melihat raut muka istrinya yang judes tapi terlihat lucu walaupun dalam keadaan baru bangun tidur.
" Bajuku ada di dekat sofa boleh tolong ambilkan." ucap zun
Larisa tidak membantah perintah suaminya dia langsung mengambil baju Zun tapi memberikannya dengan cara yang kasar dia melemparkan baju Zun sambil menutup mata karna malu.
"cepat sana pakai baju mu jangan sesekali lagi menyakiti mataku dengan keadaan seperti ini."
" Nanti juga kamu terbiasa melihat aku seperti ini sayang." ucap Zun sambil meledek istrinya
***
Waktu menunjukan pukul 15.00 Larisa dan Zun sudah siap untuk pindah rumah, Pak Rohim membantu membawa perlengkapan Larisa untuk di masukan kedalam bagasi mobil .
Sementara Kakek sudah menunggu pasangan pengantin baru itu di ruang keluarga sedari tadi.
" Baik-baik lah kamu di sana, jangan merepotkan suami patuhi semua perintah suami Risa." perintah Kakek.
"Zun Kakek titip Risa jaga dia dengan baik ya." Pesan Kakek pada Zun.
" Pasti Kek aku akan menjaga dengan baik istriku yang cantik ini." jawab Zun sambil melingkari tangannya ke pinggang Larisa, Seketika Larisa terkejut atas perlakuan Zun dan memaksa memberontak tapi setelah Zun mengerutkan keningnya seakan akan memberi kode lalu Larisapun mengerti bahwa mereka harus berpura pura untuk menjadi pasangan suami istri yang normal.
Lalu Larisa juga ikut membalas perlakuan Zun untuk mendukung aktingnya itu.
" Iya pasti Kek Zun akan menjaga Risa dengan baik, iya kan sayang." Larisa tersenyum dan mendekatkan kepalanya di atas dada bidang milik Zun.
Lalu mereka menuju mobil milik Zun untuk segera berangkat, hari ini Larisa duduk di samping Zun karna bangku belakang oenuh dengan barang Larisa yang tidak muat di bagasi..
Sesampainya di rumah Zun iya langsung melihat sekeliling rumah yang akan di tinggalinya sementara Zun memberi barang milik istrinya itu tanpa mengeluh.
__ADS_1
" Bagus juga rumah mu." kata Larisa memuji.
" Ini aku beli dari hasil tabungan ku selama bekerja di perusahaan kakek, oh iya kamarmu ada di lantai atas." menunjuk ke arah ruangan kosong.
" Lalu kamar mu," tanya Larisa
" Kamarku di lantai bawah bersebelahan dengan ruang kerja ku, sementara di belakang ada kamar pembantu." jelas Zun.
"Besok pembantu akan datang karna aku tau kamu tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri." sedikit menyindir Larisa.
" Memang selama ini di rumahmu tidak ada pembantu." tanya Larisa.
" Tidak aku mengerjakan pekerjaan rumah sendiri,"
"Rumah sebesar ini kamu melakukan pekerjaan rumah sendiri," jawab Larisa seakan tak percaya.
" Bagiku kalau bisa di kerjakan sendiri kenapa harus menyuruh orang lain, sekarang aku akan mempekerjakaan pembantu karena kedepannya aku pasti akan lebih sibuk dari biasanya dengan pekerjaanku karena ada beberapa proyek besar yang akan ku kerjakan bersama kakek." jelasnya.
"hmmmmmm, ok semoga berjalan dengan lancar." menyemangati Zun
" oh iya kamu mau makan apa, biar nanti aku pesan pakai Gofood."
"Hhmmm aku mau nasi goreng seafood di Lestoran favoritku."
Tak lama Zun langsung mengambil ponsel di dalam sakunya dan memesan makanan yang di mau Larisa karena dia sudah tahu lestoran favorit yang di maksud istrinya.
Beberapa menit kemudian datanglah pesanan mereka tapi Larisa memilih untuk makan di dalam kamarnya sedangkan Zun memakannya di ruang makan seorang diri.
Author minta maaf apabila ada kata kata yang kurang di pahami author udah berusaha semampunya karna author masih dalam tahap belajar..
__ADS_1