
Pagi pagi sekali Larisa sudah bangun ia menyiapkan sarapan untuk suaminya sesuai dengan perjanjiannya kemarin dengan Zun bahwa ia harus bertingkah selayaknya seperti seorang istri.
Pagi ini Larisa membuat nasi goreng dengan telur ceplok karena hanya itu yang bisa ia masak dan belum terlalu banyak ia belajar masak pada bi inah pembantu rumahnya, di tambah lagi karena dari kemarin bi inah ijin utuk pulang menjenguk anaknya yang berada di kampung.
Selesainya membuat sarapan ia langsung menuju ke kamarnya untuk mandi dan bersiap siap lalu ia mamanggil suaminya yang masih ada di kamarnya untuk sarapan.
Sesampainya di meja makan Zun membelakan matanya dan diam terpaku karena tak percaya kalau hari ini istrinya membuatkan sarapan untuknya seorang diri biasanya setiap hari pasti selalu bi inah yang membuatkannya.
" Kenapa kamu hanya berdiri di situ, cepat duduk." ucap Larisa.
Zun langsung menuruti perintah istrinya ia langsung duduk dan menyantap sarapan yang sudah di buatkan istrinya, di saat pertama menyuap nasi goreng itu Zun langsung menyiratkan dahinya karena nasi goreng yang di buat istrinya sangat asin.
" Kenapa dengan wajahmu, apa ada yang salah dengan makanan ini.?" tanya Larisa.
Ternyata Larisa memperhatikan Zun ketika Zun hendak mencicipi masakannya.
" Tidak apa apa, sejak kapan kamu bisa masak?" tanya Zun.
" Sejak tinggal disini, karna aku merasa malu kepadamu hanya bisa menumpang di rumahmu tapi aku merasa seperti ratu, maka dari itu sedikit aku suka membantu bi inah di dapur sambil belajar masak." ungkap Larisa
Zun yang mendengar perkataan Larisa tersenyum karena Larisa mulai ada kemajuan sedikit tidak lagi seperti Larisa yang manja.
" Gimana dengan rasanya." tanya lagi Larisa.
" Enak ko, buktinya aku memakannya."
Sebenarnya Zun memakan nasi goreng itu hanya untuk menghargai istrinya karena sudah pasti ia sudah bersusah payah untuk membuatkan sarapan untuknya.
" Yakin enak." Larisa penasaran ia juga menyuapkan nasi itu kemulutnya baru saja satu suapa Larisa sudah mau memuntahkan nasi yang baru saja masuk kedalam mulutnya.
" Kamu kenapa." tanya zun.
" Kamu bohong padaku, katamu enak yang ada ini asin sekali."
zun hanya tersenyum melihat tingkah istrinya saat mencicipi masakannya sendiri.
"Ini enak ko, apabila di makannya menggunakan rasa cinta." ungkap Zun.
" Cinta???"
" Iya., apapun masakan yang kamu buat mau itu keasinan mau itu tak ada rasanya bagi ku masakanmu tetap enak karena aku memakannya di dampingi oleh rasa cinta."
__ADS_1
" halah sudahlah tak usah kau bicara soal cinta," Larisa sudah mulai jengkel.
Zun melirik ke arah jam dinding, waktu sudah menunjukan pukul 06.30
" Aku harus berangkat sekarang maaf aku tak bisa mengantarkan mu ke kampus"
" Tidak apa apa aku masuk siang hari ini nanti aku bisa menggunakan taksi online."
Zun bangun dari tempat duduknya dan menuju keluar di ikuti oleh Larisa ia mengantarkan suaminya sampai depan pintu lalu Larisa mencium punggu tangan Zun, ia terkejut karena ini adalah kali kedua istrinya mencium tangannya waktu pertama kali adalah di saat hari pernikahan mereka lima bulan yang lalu, setelah itu Zu membalas Larisa dengan mengecup kening istrinya dengan mesra, Larisa juga terkejut jantungnya berdetak sangat kecang seperti generang yang mau perang lalu mukanya pun memerah seperti udang rebus ini juga kali kedua suaminya mengecup keningnya.
Pagi ini sepasang suami istri itu mulai seperti sepasang suami istri lainnya yang saling mencintai.
" Aku berangkat dulu, nanti kamu hati hati berangkat kuliahnya."
" Iya kamu juga hati hati di jalan."
Zun langsung menaiki mobilnya dan menancapkan pedal gas dengan kecepatan normal,
Di sepanjang jalan ia tersenyum dan sangat senang karena ini adalah awal mula ia dan istrinya menjalankan kehidupan layaknya seperti oasabgan suami istri lainnya, namun seketika ia juga bersedih karena masa seperti ini hanya bisa di lalui selama lima bulan dan setelah itu ia harus bercerai dengan Larisa.
Setelah Zun berangkat Larisa langsung membereskan meja makan dan dapur setelah itu ia pergi kekamarnya dan berbaring di tempat tidurnya untuk beristirahat sebentar karena hari ini jam kuliahnya siang sehingga ia masih bisa bersantai sejenak.
Di dalam kamarnya ia juga selalu terbayang dengan Zun setelah ia mendapatkan kecupan mesra dari Zun.
Drrttttt ponsel miliknya bergetar ia langsung mengambil ponselnya di atas nakas, lalu melihat ada pesan di aplikasinya chat dan pesan itu ternyata dari Romi mantan kekasihnya, ia pun membelakkan matanya seakan tak percaya bahwa Romi yang menghubunginya, karena waktu itu ia berhasil mencari media sosialnya Romi dan mencoba menghubunginya kembali lalu bertukaran nomer telfon.
* chat Larisan dengan Romi*
" Selamat pagi, apakabar ."
" Baik , kamu sendiri bagaimana."
" Akupun baik "
" Syukurlah, sejak kapan kamu pulang ke tanah air "
" Sudah satu minggu yg lalu, Risa apakah kita bisa bertemu."
Risa sangat kegirangan di saat Romi mengajaknya bertemu
" Bertemu dimana."
__ADS_1
" Bagaimana kalau di lestoran xxx, sekalian kita makan siang"
"Ok nanti aku akan kesana."
" Ok, sampai jumpa nanti siang"
Lestoran xxx adalah lestoran yang selalu ia kunjungi bersama Romi di saat mereka masih berpacaran sebelum Romi pergi ke Amerika.
Jam sudah menunjukan pukul 09.00 ia langsung bergegas pergi kekampus dengan menggunakn taksil online yang sudah ia pesan kebetulan hari ini hanya satu mata kuliah saja jadi ia bisa cepat menemui Romi.
Setelah jam pelajaran selesai ia langsung memesan taksi online untuk menuju ke lestoran xxx.
Sesampainya di tujuan ia langsung mencari keeradaan Romi dan tak lama ia memilahat sosol lelaki dengan menggunakan kemeja warna biru dan itu adalah Romi ia langsung menghampirinya.
" Hey maaf menunggu lama." ucap Larisa .
" Tidak aku baru sepuluh menit yang lalu, oh iya kamu mau pesan apa." tanya romi.
" Aku pesan jus jeruk saja ."
" kamu tidaj ingin makan?"
" Tidak aku masih kenyang."
Lalu Romi langsung memanggil pelayan untuk memesan dua jus jeruk dan satu porsi kentang goreng.
Mereka mulai mengobrol panjang lebar sampai tak terasa waktu menunjukan pukul 17.00 waktunya Larisa untuk pulang.
" Romi seperti aku harus pulang karena sudah sore." ucap Larisa.
" Oh iya maaf sampai lupa waktu karena asik mengobrol, Ayo aku antar pulang." kata Romi
"Tidak usah aku bisa pulang sendiri, kebetulan aku sudah memesan taksi online."
" Yakin kamu tidak mau aku antar pulang."
" Iya lain kali saja. "
" ok kamu hati hati di jalan, kalau ada waktu lagi boleh kita bertemu lagi."
" Pasti aku akn meluangkan waktu untukmu."
__ADS_1
Larisa dan Romi langsung keluar dari lestoran itu tapi depan lestoran mereka berpisah Larisa menaiki taksi yang sudah di pesan sedangkan Romi menuju keparkiran untuk mengambil mobilnya.