Terpaksa Menerima Perjodohan Ini

Terpaksa Menerima Perjodohan Ini
Sangat Hawatir


__ADS_3

***Author balik lagi nih maaf baru up ya


Happy reading***


Zun langsung menemui istrinya di dalam ruang instalasi setelah mendapatkan ijin dari dokter, ia melihat tubuh istrinya terbaring lemas di tempat tidur saat ini istrinya belum sadarkan diri karena efek dari obat tidur yang di berikan dari tim medis agar Larisa bisa beristirahat sejenak.


Beberapa menit kemudian perawat di ruangan itu memanggil Zun untuk mengurus adminitrasi dan Larisa di pindahkan ke ruang rawat inap.


Setelah selesai dengan urusannya Zun langsung menuju ruang rawat inap yang di tempati Larisa. Namun di tengah perjalanan ia terpikir untuk melihat kondisi kakek mertuanya, lalu ia mendapatkan kabar kalau kakek mertuanya sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap juga, hati Zun sedikit lega karena keadaan kakek mertuanya sudah sedikit membaik.


Perawat segera memindahkan tuan Waluyo ke ruang rawat inap VVIP yang kebetulan ruangan itu bersebelahan dengan ruang rawat inap yang di tempati Larisa, setelah selesai dengan urusan pemindahan ruangan kakek mertuanga ia langsung menuju ruangan yang di tempati Larisa, di bukanya handle pintu ruangan itu dan di dalam ruangan itu terlihat ada mbok Jum dan Pak Rohim yang sedang menjaga Larisa.


" Terimakasih sudah menjaga Larisa." Ucap Zun.


" Tidak apa apa den ini sudah menjadi tugas kami." ucap Pak Rohim.

__ADS_1


Zun melihat jam yang ada di tangannya sudah menunjukan pukul 23.00, ia merasa hari ini sangat lelah dan pasti sama dengan yang di rasakan oleh kedua asisten rumah tangga tuan Waluyo.


" Kakek sudah di pindahkan keruang rawat inap di sebelah, mbok Jum dan Pak Rohim bisa beristirahat di sofa yang ada di ruangan kakek, biar saya yang menjaga Larisa disini" Perintah Zun.


Kedua asisten rumah tangga itu ikut senang karena majikannya sudah melewati masa kritis.


Setelah mendapatkan perintah dari Zun mereka langsung meninggalakan ruangan itu dan menuju ke ruangan yang di tempati majikannya.


Didalam ruangan itu mbok Jum tidur di sofa sedangkan Pak Rohim tidur di lantai dengan beralas permadani.


***


Zun sangat menghawatirkan kondisi istrinya walauoun dokter mengatakan Larisa baik baik saja Zun tetap mengkhawatirkan istrinya karena ini kali pertama ia melihat istrinya pingsan di tambah lagi dari hidungnya meluarkan darah segar.


Zun segera bangkit dari sofa yang semalam menjadi tempat tidur untuk dirinya, ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu mengganti pakainya yang semalam di bi Inah yang di perintah Zun untuk mengantarkan baju untuk dirinya dan Larisa, selesai mandi ia segera menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim untuk melaksanakan dua rakaat di waktu subuh ia melaksankannya di dalam ruangan karena ia tidk ingin meningglakan Larisa.

__ADS_1


Rasa sayang Zun kepada Larisa semakin hari semakin kuat walauoun berkali kali istrinya selalu menyakiti perasaanya tetapi hatinya masih bisa memafaakan. mungkin karena rasa kecewa yang Zun dapat dari istrinya bisa di kalahkan oleh rasa Cinta yang di milikinya.


Selesai beribadah Zun menghampiri istrinya yang masih terlelap di atas tempat tidur pasien, ia mendudukan tubuhnya di bangku yang berada di samping tempat tidur, ia memandangi wajah cantik istrinya lalu tanganya mengelus lembut pipi Larisa yang cabi dan putih, lalu ia menghujani kening istrinya dengan sebuah kecupan mesra, tentu saja ini juga menjadi kesempatan untuk Zun karena apabila Larisa sadar ia tidak pernah bisa melakukan ini.


Aktivitas Zun terhenti saat ia mendengar suara pobsel miliknya berdering mwndadakan ada pesan masuk.


ia beralih untuk mengambil ponsel miliknya yang ia letakan di atas meja, di lihatnya di layar ponsel miliknya ada beberapa pesn masuk tapi ia hanya tertuju pada pesan yang dikirim dari sekertarisnya untuk melaporkan hasil pekerjaan kemarin dan juga menanyakan kabar atasannya yaitu tuan Waluyo.


Zun segera memainkan ibu jarinya yang lihay untuk mengetik rangkaian huruf. ia memberi perintah kepada sekertarisnya untuk menghendle pekerjaanya lagi hari ini karena ia tidak mungkin meninggalkan istrinya untuk hari ini, pesan segera di kirimkan kepada sekertarisnya lalu ia letakan lagi di atas meja.


***Hai hai hai maaf nih author baru up lagi karena beberapa hari ini author sibuk banget sampai ga bisa menyempatkan waktu untuk nulis.


Dukung karya author ya jangan lupa kasih like dan vote kalian


Terimakasih***.

__ADS_1


__ADS_2