Terpaksa Menerima Perjodohan Ini

Terpaksa Menerima Perjodohan Ini
Seperti Tersabar Petir


__ADS_3

**hay guys autor kembali up nih


Mohon maaf apabila cerita yang author buat tidak menarik karena author sudah berusaha semaksimal mungkin


happy reading guys**


Sesampainya di ruangan dokter, Zun di persilakan untuk duduk. Sudah beberapa menit berada di ruangan itu dokter belum menjelaskan penyakit apa yang di derita oleh kakek mertuanya. Dokter yang ada si hadapannya malah sibuk menelefon seseorang untuk segera keruangangannya


" Dok sebenarnya apa yang di derita kakek saya." tanya Zun dengan penuh kepanikan tetapi ia masih bisa mengontrol kondisinya.


" Sebentar pak, kita tunggu rekan saya yang juga menangani tuan Waluyo."


Beberapa menit kemudian datanglah dua orang dokter masuk keruangan itu, otak Zun semakin di penuhi tanda tanya karna apa yang terjadi pada kakek mertuanya itu.


Kini mereka sudah ada di satu ruangan tetapi ketiga dokter yang ada di depan Zun hanya berdiskusi dengan salah satu hasil rongsen dan beberapa berkas yang di bawa oleh salah satu dokter yang baru datang tadi, Zun hanya memperhatikan ketiga dokter itu karena ia tidak mengerti dengan obrolan yang mereka bicarakan.


"Baik pak perkenalkan saya dokter hamid selaku dokter umum dan di pilih untuk menjadi dokter pribadi tuan Waluyo, lalu ini dokter iwan spesialis jantung dan ini dokter indra dokter spsialis organ dalam". Laki laki yang mengajak Zun untuk ikut keruangannnya mulai memperkenalkan diri padanya dan mengenalkan rekannya yang juga ikut serta menangani tuan Waloyu.


" Maaf sebelumnya apakah bapak suami dari cucu tuan Waluyo." Tanya dokter hamid .


" Iya saya Zun, suami dari Larisa cucu dari tuan Waluyo." jawab Zun. "Apa yang terjadi dengan tuan Waluyo dok." tanya Zun


" Begini pak, sebenarnya sudah satu tabun ini tuan Waluyo mempunyai riwayat gagal ginjal, tetapi ia menyuruh saya untuk menyembunyikan penyakitnya pada siapapun, dan setelah di periksa tadi ternyata ada pembengkakan di bagian jantung yang menyebabkan jantung tidak bisa memompa darah dengan baik, ini ada hasil rongsen yang akan di jelaskan oleh dokter indra.

__ADS_1


Dokter Indra yang ada di hadapan Zun berdiri dan memasangkan hasil rongsen ke alat sityscan dan menjelaskan hasil dari rongsen tersebut.


Dokter indra selaku speasialis organ dalam menjelaskan bahwa tuan Waluyo mengidap gagal ginjal stadium akut dan harus segera melakukan penyangkokan ginjal, lalu di bagian jantungnya mengalami pembengkakan sehingga jantung tidak bisa bekerja dengan maksimal,


Zun yang mendengar penjelasan dari dokter indra sangat terkejut karena selama ini ia tidak tau menau tentang penyakit kakeknya, karena tuan Waluyo adalah salah satu orang yang sangat menjaga kesehatannya, pola makan dan rutin berolahraga.


"Lalu apa ada cara untuk menyembuhkannya dok." tanya Zun dengan nada serius.


" Kita perlu melakukan pencangkokan ginjal, harus ada ginjal yang cocok untuk di tanamkan di tubuh tuan Waluyo, tapi sayangnya rumah sakit ini tidak menyediakan organ tubuh itu"


Ucap dokter Indra


" Tapi disini kita juga sangat menghawatirkan dengan jantung tuan Waluyo karna adanya pembengkakak sehingga jantung tidak bisa bekerja dengan normal, apabila kita akan melakukan pengcangkokan kita harus meyakinkan jantungnya pulih, apabila di paksakan untuk tetap mengcangkok itu sangat bahaya untuk tuan Waluyo." sambung dokter Iwan menjelaskan tentang jantung.


Zun yang mendengar penjelasan dari ketiga dokter itu merasa dirinya telah gagal dalam menjalani janjinya yang akan mengabdi seutuhnya pada orang yang sudah membantu dirinya di saat ia susah, padahal hampir setiiap hari ia selalu ada di samping kakeknya untuk membantu masalah pekerjaan ataupun masalah di luar pekerjaan, tapi bagaimana bisa ia tidak mengetahui kalau kakek mertuanya itu memiliki penyakit padahal selama ini ia hampir setiap saat Zun menghabiskan waktu bersama kakek mertuanya.


" Kita harus cepat mencari pendonor ginjal yang cocok untuk tuan Waluyo, tapi sembari menunggu kita akan berusaha untuk menyembuhkan jantung tuan Waluyo dan kami sarankan tiga hari sekali tuan Waluyo untuk cuci darah." ucap dokter Iwan " kami team dokter dari rumah sakit ini akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan tuan Waluyo , tapi balik lagi ke yang maha kuasa kita harus memohon padanya untuk kesembuhan beliau."


"Lakukan yang terbaik untuk tuan Waluyo dok" ucap Zun memohon dan berharap lebih kepada tiga dokter itu.


Setelah selesai mendengarkan penjelasan dari para dokter , Zun keluar dari ruangan itu iya berjalan menyusuri lorong dan menuju ke ruang ICU, di lihatnya di sana ada sudah ada wanita dan lelaki paruh baya yang sudh menunggu kedatangannya untuk mendapatkan informasi apa yang ia dapat seputar tuannya itu.


" Ada apa dengan tuan den?" tanya mbok Jum dengan nada cemas.

__ADS_1


Zun bungkam seolah tak tega untuk mengatakan ada wanita paruh baya itu tapi bagaimanapun wanita itu harus tau tentang keadaan tuannya yang selama ini ia abdikan, Zun memandang penuh arti pada wanita yang ada didepannya lalu bergantian memandang pada laki laki yang ada di sampingnya.


" Kakek membutuhkan pendonor ginjal untuk bisa di cangkokan dalam tubuhnya dan ia juga mengalami pembengkakan di jantung. Selama ini kakek menyembunyikan penyakitnya dari kita semua." ucap Zun dengan nada pelan


" Astagfirulohallajim" sontak wanita paruh baya itu terkejut dan menangis karna ia tak percaya dengan penjelasan Zun, tapi pikirnya mana mungkin Zun berbohong dalam situasi seperti ini.


Beberapa menit kemudian perawat dari ruang ICU keluar.


" Keluarga tuan Waluyo" ucap perawat yang keluar dari ruangan itu


Zun yang mendengar langsung menghampiri


" Iya sus saya keluarga tuan Waluyo" Ucap Zun.


" Tuan Waluyo sudah melewati masa kritisnya tapi ia belum sadar total, bapak bisa menjenguk beliau tapi dengan catatan tidak boleh terlalu lama, dan juga apakah disini ada yang bernama Risa karna sedari tadi tuan Waluyo selalu menyebut nama itu." ucap Perawat yang ada di hadapan Zun.


" Dia cucunya, sebentar lagi ia akan datang kemari." ucap Zun terpaksa berbohong. " boleh saya melihat keadaan tuan Waluyo"


" Silakan pak" ucap perawat itu mempersilakan Zun untuk masuk.


Di dalam ruang ICU ia melihat tubuh kakek mertuanya di pasangkan beberapa selang untuk membantu bernafas dan di komputer terlihat jelas tekanan detak jantung. Terdengar sesekali kakek mertuanya menyebut nama Risa membuat Zun semakin tak tega melihatnya.


Setelah cukup puas ia melihat keadaan kakek mertuanya ia langsung keluar dari ruangan itu dan segera mencoba lagi untuk menghubungi istrinya yang sedari tadi sangat sulit di hubungi, terlintas di pikirannya apakah Larisa menemui Romi mantan kekasihnya, tapi lagi lagi Zun mencoba untuk tenang dan mwmbuang jauh jauh pikiran jeleknya, ia tetap berusaha untuk menghubungi istrinya tapi tetap saja usahanya gagal.

__ADS_1


Ya ampun Larisa kamu dimana sihhhhhhh, kakek mu lagi sekarat dirumah sakit tapi kamu malah susah di hubungi. Kalau nanti kakeknya udah ga ada baru deh nyesel.


" Terimakasih untuk yang sudah membaca jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar ya, kasih like and vote untuk karya author."


__ADS_2