
Beberapa hari setelah viting baju Larisa hanya berdiam diri di rumah karena kakinya terkilir jadi dia tak bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa di karenakan juga Larisa yang sedang di pingit karena akan menikah.
Dewi dan Shinta sahabat Larisa yang sangat antusias dengan acara sahabatnya sedikit ikut andil dengan persiapan pernikahan Larisa dan Zun.
Dewi dan Shinta yang sedang berkunjung kerumahnya sedikit menghibur Larisa yang sudah sepekan ini hanya berdiam diri di rumah..
"Gue bosen banget tiap hari di rumah ga boleh kemana mana sama kakek" ungkap Larisa kepada dua sahabatnya
" Ya wajar kali Sa lo kan lagi di pingit, kata nyokap gue si ya buat menghindari apes calon pengantin" jawab Dewi
" Iya Sa bener tuh kata nyokapnya Dewi, nyokap gue juga pernah bilang begitu" tambah Shinta.
" Iya sih gue juga pernah denger mitos kaya gitu, tapi gue bt banget tau tiap hari kerjaan gue cuma makan tidur baca komik sama main hp." ungkap Risa
" Sabar Sa hari pernikahan lo kan tinggal hitungan hari lagi, nanti nih ya sehabis nikah lo bisa seneng- seneng bareng suami lo, tidur ada yang nemenin, makan ada yang nemenin, kemana- mana di temenin suami." ungkap Shinta sambil tersenyum dan membayangkan betapa indahnya kalau punya suami.
" Plakkk...." Dewi menabok kaki Shinta.
"Aduh....sakit wi" keluh Shinta stelah kakinya di tabok Dewi.
" Ya lagi lo senyum-senyum sendiri ngebayangin apa lo, Ngehalu jorok lo ya,?"
" Apaan si lo Wi, siapa juga yang ngehalu jorok."
" Ya lagian senyum- senyum sendiri aneh" kata Dewi
" Maklum Wi jomblo mah gitu. Hahahaha." ledek Larisa terhadap Shinta
" Apaan si lo berdua seneng banget ngeledek gue, mentang- mentang disini cuma gue yang jomblo " Shinta yang langsung menampilkan muka kesal.
" Ciee ngambek... Hahaha" rayu Larisa sambil menghibur Shinta.
"Nanti di acara Larisa lo dandan yang cantik Ta, siapa tau nanti lo ketemu cwok kece, kan pasti banyak tamunya kakek dan temen- temennya Zun yang datang." ungkap Dewi.
" Nah bener tuh Ta" sambung Larisa.
" Bener juga ya." sambil menganggukan kepala." berarti gue mesti ke salon nih biar kelihatan lebih cantik dari biasanya" sambil tersenyum.
" Eh iya Btw kita nyalon yu" ajak Larisa kepada sahabatnya.
" yuk, udah lama juga kan kita ga pernah nyalon bareng." jawab Dewi yang antusias dengan ajakan Larisa.
" Tapi kan Sa, lo lagi di pingit emang boleh keluar sama kakek lo" jawab Shinta
" Makanya lo berdua bantuin gue buat minta ijin ke kakek, lagi pula kan gue mau nikah bilang aja ke kakek gue mesti perawatan biar di acara nanti gue tambah cantik." ungkap Risa sambil yang memberikan idenya.
" Nah cakep tuh ide lo" kata dewi.
Mereka bergegas turun untuk menemui kakek yang sedang menonton televisi di ruang keluarga dan minta ijin untuk pergi ke salon,
Usaha merekapun membuahkan hasil kakek mengijinkan Larisa keluar tapi dengan syarat harus di antar Pak Rohim supir Larisa.
Mereka tidak keberatan dengan syarat yang kakek berikan dan bergegas untuk siap- siap .
Mereka ke salon di antar oleh pak Rohim dan sesampainya di salon saat baru turun dari mobil Larisa teriak cukup kencang dan membuat orang yang ada di sekitar tempat itu menengok ke arah suara itu.
" Akhirnya gue bisa menikmati udara luar lagi" Larisa teriak kegirangan sambil mengangkat tangannya ke udara.
" Sa lu apaan si lo , liat tuh orang- orang pada liatin lo" ujar Dewi.
" Hihihi...." Larisa hanya menyengir kepada Dewi.
" Udah ayo ah kita masuk , panas nih di luar" ungkap Shinta sambil berjalan lebih dulu.
Sesampainya di dalam salon mereka di sambut oleh Mba Priska pemilik salon tersebut yang sudah menjadi langganannya Lariska, yang nantinya juga akan merias Lariska di acara pernikahannya
"Duh....duh... Ada calon pengantin dateng ke salon mbak " sambutnya Mbak Priska sambil meledek Lariska..
__ADS_1
" Iya nih mbak Calon pengantin mau parawatan katanya biar fress dan tambah cantik di depan suaminya." Sambung Dewi ikut meledek Larisa
" Apaan si lo Wi , gue emang sering perawatan disini ko" jawab Larisa
Sedangkan Shinta tidak ikut nimbrung dia sibuk memilih paket apa yang akan dia ambil untuk perawatan hari ini.
" Sa, Mbak punya paket khusus buat kamu, kayaknya cocok buat kamu deh nanti kamu mandi sauna juga ya biar tambah fress," tawar Mbak Priska, " habisnya Mbak liat muka kamu lesu banget, masa calon pengantin lesu si."
Itu karna aku ga ingin ada pernikahan ini mbak.
Larisa tersenyum dan menganggukan kepalanya menandakan dia setuju dengan tawaran Mbak Priska karna memang tawaran Mbak Priska tidak pernah mengecewakannya.
Sedangkan Shinta dan Dewi sudah lebih dulu untuk melakukan perawatan wajah.
Satu jam berlalu Dewi dan Shinta selesai lebih dulu sedangakan Larisa masih melakukan perawatan tubuh dan baru saja akan mandi sauna.
Dewi san Shinta menunggu Larisa di ruang tunggu
" Wi gue haus, beli minum yuk." ajak Shinta kepada Dewi yang sedang vidiocall dengan kekasihnya.
" Lu sendiri aja deh Ta, Gua lagi vidiocall sama Alan.".. Dewi
"Huh dasar pasangan LDR, kalo udah vidiocall udah berasa dunia milik berdua.".... Shinta
Shinta langsung jalan meninggalkan Dewi sendiri di ruang tunggu, setelah beberapa langkah Shinta mendengar suara Dewi yang memanggilnya lalu Shinta menghentikan langkahnya dan menengok ke arah Dewi.
" Gue nitip es teh manis ya." sambil nyengir ke arah Shinta
Shinta hanya menganggukan kepalanya dan berbalik badan untuk melanjutkan langkahnya
Dasar pasangan bucin
Sesampainya di bhoot yang menjual makanan dan minuman, Shinta memesan tiga minuman botol dan satu popcorn ukuran sedang untuk dirinya dan dua sahabatnya, di saat dia baru selesai membayar makanan dan minuman yang dibeli, Shinta membalikan badan dan hendak melangkah untuk pergi.
Tiba-tiba ada menabrak tubuhnya sehingga Shinta terjatuh duduk di lantai dan popcron yang di pegang sudah berserakan di lantai.
Shinta yang tadinya tertunduk lalu menegakan kepalanya terkejut dengan sosok lelaki yang ada di hadapannya.
Astaga pangeran dari negri mana nyasar ke sini.
" Maaf mbak maaf mbak gapapa " permintaan maaf dari lelaki yang menabraknya sambil mengulurkan tangannya untuk membantu sinta bangun yang saat itu masih duduk tersimpuh di lantai.
Shinta pun langsung menanggapi tangan laki- laki itu dan segera bangun.
"Mbak Mbak emang gue Mbak lu." grutu Shinta sedikit kesal. " Liat tuh popcron gue berantakan" sambil menunjuk ke arah popcron yang sidah berserakan di lantai.
" Iya iya maaf saya ganti popcronya" ungkap lelaki itu sambil mengambil uang di dompetnya dan membelikan popcron untuk menggantikan popcron yang jatuh karna ulahnya .
" ini popcronnya sekali lagi saya minta maaf karna saya buru- buru " kata laki-laki itu sambil bergegas meninggalkan Shinta .
" Ehhhh mas ko lari, Ini kembaliaanya " teriak kasir yang ada di bhoot itu.
" Udah ambil aja mbak, lagi pula udah jauh dia." cletuk Shinta ke kasir itu.
" maaf mbak saya ga brani ini bukan hak saya, saya kasih ke mbak aja ya." sambil mengasih uang itu ke arah Shinta.
" Loh kok ke saya " jawab Shinta
" Mas tadi kan beli popcron buat mbak, jadi saya kasih kembalian ini ke mbak aja ya, " sambil menyerahkan uang itu ke tangan Shinta dan Shinta menanggapinya.
Shinta langsung berjalan sambil mengingat kejadian tadi,
Agak sedikit kesel sih. Tapi kalo di liat tuh cwok ganteng juga wangi pula
Sampai lah Shinta di depan salon dan langsung menuju ruang tunggu untuk menghapiri Dewi yang ada di sana, tapi terlihat di ruang tunggu itu sudah ada Larisa yang telah selesai sauna.
" Lo kenapa Ta, jalan sambil senyum sendiri." tanya Larisa pada dirinya .
__ADS_1
" Belakangan ini emang aneh temen lo Sa, suka senyum- senyum sendiri." jawab Dewi.
" Apa harus kita bawa ke dokter Wi ?" ungkap Larisa sambil ketawa kecil
" ihhh apaan si lo berdua seneng banget ngeledekin gue" protes Shinta
Dia langsung duduk di depan Larisa dan Dewi.
" Tadi tuh ya gue tabrakan sama cwok ganteng banget wangi pula " jelas Shinta sambil tersenyum membayangkan kejadian lima menit yang lalu .
Larisa dan Dewi saling bertatapan sambil menggelengkan kepalanya dan mengangkat bahunya menandakan mereka bingung dengan tingkah Shinta yang ada di depannya masih terlihat senyum- senyum sendiri
"Ayo ah pulang udah sore nih, kakek udah telfon gue nih." ajak Larisa kepada dua temannya .
Mereka bertiga berjalan menuju mobil yang ada di parkiran selama di perjalanan mereka asik dengan ponsel pribadinya
Sesampainya di rumah Larisa mereka sudah di sambut Mbok Jum yang sedang menyiapkan makanan di meja makan untuk makan malam.
" hhmmmm keliatannya enak nih mbok" ungkap Shinta yaang berada di samping Mbok Jum
" Pasti dong Mbak kan mbok Jum yang masak," jawab mbok Jum.
" Kakek dimana mbok" tanya Larisa
"Ada di ruang kerjanya Non, tadi ada Mas Zun kesini baru aja mas Zun pulang" jawab Mbok Jum.
" Ngapain Zun kesini" tanya Larisa sedikit Kesal
" Mbok juga kurang tau non , tapi tadi juga Mas Zun menyakan Non Risa, yaudah mbok bilang kalau non lagi keluar sama Mbak Shinta dan Mbak dewi."
" Ciee... Di cariin sama calon suami". Goda Dewi kepada Larisa.
" Apaan si, udah ah gue mau ketemu kakek dulu"
Larisa berjalan menuju ruang kerja kakek.
"tok..tokk..tok assalamualaikum kek." mengetuk pintu dan mengucapkan salam lalu masuk ke dalam .
" Waalaikumsalam, cucu kakek sudah pulang, sudah perawatannya." tanya kakek
" Sudah kek, kakek lagi apa " sambil mencium tangan kakek.
" Memeriksa berkas yang tadi Zun kasih ke kakek"
"Zun kesini?" tanya Larisa berpura- pura tak tau.
" iya, dia cuma kasih berkas yang kemarin dia kerjakan di rumahnya untuk di kerjakan secepatnya." penjelasan kakek.
" Terus sekarang dia pulang" tanya Larisa
" Tidak tadi dia pamitan mau menemui temannya untuk memberikan undangan, mungkin setelah itu baru dia pulang."
Larisa yang ada di hadapan kakeknya hanya menganggukan kepalanya
" Sudah sana kamu siap- siap kita makan malam, ajak juga Shinta dan Dewi untuk makan bersama." perintah kakek .
" Oh iya kek Shinta dan Dewi gapapa ya nginep di sini bua temenin Risa sampe hari H, lagi pula kan sekarang kita lagi libur semester kek. Boleh ya " pinta Risa sambil merayu kakeknya.
" Ya sudah seterah kamu asalkan mereka sudah ijin ke orang tuanya."
"sudah ko kek." jawab Risa
" yasudah gapapa"
" makasih kakek". Memeluk kakek sambil kegirangan lalu berjalan menuju kamarnya.
Dewi dan Shinta memang sering menginap di rumah Larisa untuk menemaninya apalagi dulu di saat mereka masih SMA dan kakek sering meningglakan Risa untuk ke luar kota karna ada pekerjaan.
__ADS_1