
Perintah kakeknya selalu terbayang di pikiran larissa semalaman risa tak bisa tidur, Risa merasa kakeknya jahat karena ingin menikahkan dia pada orang yang tidak Risa cinta sedikitpun.
Sepulang dari kuliah Larisa langsung masuk kekamar dan mengurung diri, pandangannya kosong dan ingin kabur dari rumah itu tapi tak mungkin karena kakek pasti akan menyuruh bawahannya untuk mencari dirinya.
Larissa bergegas mengambil ponsel miliknya dari tas dan mengirim pesa kepada Zun
“ Zun aku ingin bertemu dengan mu untuk membicarakan perjodohan ini nanti sore kau ikut aku ke cafe”
isi pesan Lariisa untuk Zun,
"Siall...... dia hanya membaca pesan ku"
" heh cwok aneh balas pesan ku"
Beberapa menit kemudian ponsel Larissa berdering menandakan ada pesan masuk.
“ baik “ hanya itu balasan dari Zun
.....................
Waktu menunjukan pukul 16.30 dari kamar Larisa melihat mobil kakek telah memasuki garasi dan benar saja kakek pulang dengan Zun,
Ya setelah Zun menjadi sekertaris kakek dia selalu mengantarkan kake pulang untuk memastikan kakek selamat sampai rumah.
Pengabdian Zun terhadap kakek memang bisa di acungkan jempol, Tapi menurut Larisa ini terlalu lebay karna sekertaris kakek sebelumnya tidak sampai seperti ini. Entah lah mungkin karna Zun merasa berhutang budi dengan kakek atau apalah Larissa tidak mau memikirkannya.
Setelah itu Larisa keluar untuk menyambut kedatangan kakeknya, turunlah lelaki separuh baya itu dari mobil mewah miliknya yang di belakangnya di ikuti oleh Zun,
Larisa menyabut kakek dan mencium tangan kakek tapi Larissa melirik Zun dengan mata yg sinis, sedangkan Zun hanya tersenyum dan menunduk.
Larisa ingin meminta izin pada kakek untuk keluar malam ini, dan seperti biasa apabila Larisa hendak keluar malam harus di temani dengan pak Rohim supir yg slalu mengantar Larisa kemanapun.
Tapi saat ini kakek menyuruh Zun yang menemani Larisa, tidak dengan bantahan Larissa mengiyakan perintah kakek karna memang ada rencana yang akan larissa lakukan bersama Zun.
__ADS_1
Larissa pun pergi ke kamarnya untuk bersiap siap, sedangkan Zun menunggu di bawah bersama kakek menunggu di ruang keluarga.
" Zun saya titip Rissa pada mu jaga dia setulus hatimu, saya percaya bahwa kamu bisa menjaga Rissa" perintah kakek.
"baik kek saya akan menjaga Risa dan mencintai Risa dengan sepenuh hati saya terimakasih atas kepercayaan kakek terhadap saya entah harus pakai cara apa saya membalas kebaikan kakek terhadap saya " jawab Zun.
Zun memang memanggil atasannya itu dengan sebutan kakek karna itu permintaan kakek.
Lelaki separuh baya itu juga sudah menganggap Zun seperti cucu sendiri bukan seperti layaknya atasan terhadap bawahannya .
Terbukti karna Zun di beri kendaraan untuk melaksnakan tugas yg di perintahkan oleh kake dan juga di beri kamar pribadi di sini karna sesekali zun menginap di rumah untuk membantu kakek mengerjakan pekerjaanya yang bisa selesai sampai larut malam.
Tak lama akhirnya larisa menghampiri kakek dan zun yang sedang berada di ruang keluarga tak lama mereka berpamitan dengan kakek.
Larisa dan Zun berada dalam satu mobil tapi Larisa tidak mau duduk di sebelah Zun, dia lebih memilih duduk di belakang layaknya seperti supir dan penumpang.
Sepanjang perjalanan tidak ada sepatah kata pun yg keluar dari mulut Larisa karna lagi lagi dia asik dengan komik naruto kesukaannya. Tibalah mereka di sebuah cafe.
Zun memesan minuman untuk dirinya dan Larisa dan satu porsi nasi goreng kesukaan Larisa, tak lama pesanan Zun datang Larisa melihat dua gelas jus jeruk dan sepiring nasi goreng.
“Aku tak ingin makan"
“Sudah makan saja dulu baru nanti kita ngobrol" ucap Zun " apa kamu mau aku suapin “ yang sudah memegang sendok untuk menyuapi Larisa
" aku bisa sendiri." dengan nada tinggi dan berusaha mengambil nasi goreng dari tangan zun yang hendak menyuapinya.
Larisa akhirnya memakan nasi goreng yang ada di hadapannya karena memang dia tak bisa menahan diri untuk menolak apabila ada makanan kesukaanya.
" jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan saya" ucap Zun membuka pembicaraan mereka setelah Risa menghabiskan makanannya.
Risa melihat zun dengan mata sinis dan hati yang dongkol
" Ga usah pura pura gatau deh, ngapain juga si kamu slalu nurut peritah kakek memang gak bisa sesekali ngebantah perintah kakek"
__ADS_1
"Maaf Risa saya tidak bisa membantah perintah kakek karna memang saya sudah bertekad untuk membalas budi pada kakek karena kakek sudah banyak membantu saya" jawab Zun
"Alasan klasik selalu saja bilang balas budi.aku tidak mencintaimu Zun". Risa
" Aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku Risa suatu saat nanti"... jawab Zun dengan percaya diri.
" ihhhhhsss..... jangan harap kamu bisa mendapatkan cintaku Zun catat itu di pikiranmu,," sambil menepiskan alisnya Risa menjadi tambah ilfil dengan Zun.
Sebenernya Zun menerima perjodohan ini bukan hanya untuk menjalankan wasiat dari orang tua Larisa dan balas budi kepada kakek, karna Zun sebenarnya diam diam mencintai Larisa dari awal kakek mengenalkan Larissa kepadanya dan sudah dua tahun Zun memendam rasa itu pada Risa dan hanya bisa mendoakan dalam diam.
Setelah perdebatan yang panjang akhirnya Larisa menyerah dan dia mempunyai sayrat yang harus zun lakukan.
" Ok aku mau menikah dengan mu"
Terlihat seyum di bibir Zun dan raut mukanya yang menandakan kegirangan.
"Tapi ada peraturan yang harus kamu patuhi dan tidak boleh melanggar peraturan itu " ucap Larisa.
" Peraturan apa?" Zun mengerutkan keningnya di benaknya penuh dengan tanda tanya.
" Peraturan yang tidak boleh kau langgar sedikitpun dan nanti akan ku berikan kepadamu peraturan itu" jelas larissa dengan nada tinggi dan sedikit gretakan.
Malam hampir larut Zun mengantarkan larissa pulang sesampainya di rumah Larissa langsung masuk kamar sedangkan Zun berpamitan dengan kakek untuk pulang.
Sesampainya di rumah Zun langsung ke kamarnya dan membersihkan badannya dan setelah itu beristirhat.
Zun sudah mempunyai rumah pribadi hasil dari jeri payahnya sendiri setelah dia bekerja, Zun tinggal sendiri di rumahnya karna memang dia tak punya keluarga di kota ini dan Zun melakukan pekerjaan rumah dengan sendirinya hal itu sudah biasa dia lakukan karna dari semasa sekolah dia sudah hidup prihatin,
Di atas kasur Zun membaringkan tubuhnya dan menatap langit langit rumahnya sambil memikirkan peraturan apa yang akan Larissa buat,
Zun mengambil hp miliknya dan membuka galeri teryata diam diam Zun sering memfoto Larissa tanpa dia ketahui dan mengoleksinya di galeri handphone miliknya, Zun juga sempat tersenyum dengan sendirinya mengingat wajah Larissa yang cantik dan bibirnya yg mungil,
Risa adalah cinta pertama Zun karna semasa remaja dia tak pernah sedikitpun ada pikiran untuk mencari kekasih seperti remaja pada umumnya, karna baginya itu hanya membuang waktu dan Zun slalu berusaha untuk terus belajar demi menggapai cita citanya.
__ADS_1
" Aku akan membuat mu jatuh cinta padaku Risa dan aku berjanji akan selalu menjagamu" ucap Zun dalam hati tak lama Zun terlelap dalam tidurnya.