
**hay guys autor kembali up nih
Mohon maaf author baru sempet up nih maaf apabila cerita yang author buat tidak menarik karena author sudah berusaha semaksimal mungkin
happy reading guys**
Setelah siuman Larisa langsung mendatangi ruang inap kakeknya, sebelumnya ia meminta perawat untuk melepaskan jarum infus yang masih menancap di tangannya, ia menyakinkan perawat bahwa dirinya sudah sehat.
Zun yang kali ini bertugas menjadi suami siaga selalu ada di samping istrinya, ia memperlakukan Larisa dengan begitu baik.
Di dalam ruang VVIP yang di tempati tuan Waluyo terasa cukup ramai saat ini, Shinta dan keluarga menjenguk tuan Waluyo karena keluarga Shinta dan keluarga Larisa memang mengenal sangat dekat lebih lebih karena ayah Shinta menjadi patner bisnis tuan Waluyo jadi ini salah satu alasan keluarga Shinta telah menjadi kerabat dekat keluarga Waluyo.
Di tengah perbincangan Larisa merasa kepalanya sangat berat dan perutnya terasa mual ia mencoba untuk menahannya. tapi kini perutnya semakin terasa seperti di kocok rasa mual semakin bertambah ia segera berlari ke toilet untuk memuntahkan yang ada di dalam perutnya.
Zun yang melihat istrinya segera bergegas menyusulnya. ia mengetuk pintu toilet beberapa kali tetapi tak ada sahutan dari Larisa yang terdengar hanyalah suara kran air dan suara derungan Larisa yang sedang memuntahkan yang ada di dalam perutnya.
beberapa menit kemudian Larisa keluar dari toilet dengan muka yang puncat.
" Kamu kenapa " tanya Zun panik
" Gatau rasanya perutku mual sekali." jawabnya
Zun segera mendudukan istrinya di kursi yang ada di samping toilet dan ia segera mengambilkan minum untuk istrinya.
__ADS_1
setelah merasa enakan Larisa kembali keruangan tempat orang berkumpul.
Larisa duduk di sofa yang tadi ia tempati di susul oleh Zun yang membawakan teh hangat untuk istrinya yabg ia buat sendiri.
" Kamu kenapa sayang" Tanya nona Zihan
" Gatau tanteh perutku rasanya seperti di kocok mual sekali kepala Larisa juga rasanya berat banget" Jawab Larisa.
" Wah wah sepertinya keluarga tuan Waluyo akan kehadiran anggota baru" saut Doni suami Zihan.
tuan Waluyo hanya tersenyum ketika mendengar celetukan Doni, sebenarnya ia juga merasa bahwa rumah tangga cucunya tidak baik baik saja
" Anggota baru????" Larisa yang mendengar celetukan dari ayah sahabatnya itu tidak mengerti maksud dari perkataan itu.
" Hamil?" sontak Larisa terkejut dengan perkataan yang di lontarkan Zihan.
" Doakan saja yang terbaik tanteh" Jawab Zun.
" Iya iya semoga benar ya kamu hamil Larisa " ucap Zihan
Bagaimana bisa hamil berhubungan denganya saja aku gamau
Larisa membalas perkataan Zihan dengan senyuman
__ADS_1
" Cie berarti bentar lagi aku punya ponakan dong " ledek Shinta
" Apaan si Ta, gue kan masih harus kuliah."
" Yaelah Sa kuliah kan bisa cuti, cie Zun bentar lagi jadi ayah." lagi lagi Shinta meledek pasangan suami istri itu.
" Duh aku kapan nyusul ya " hayal Shinta dengan sendirinya namun perkataanya itu bisa terdengar oleh orang orang yang ada di ruangan itu
" Gimana mau nyusul pacar aja ga punya " ucap Zihan.
" Yaelah mah" rengek Shinta
sekita orang orang yang ada di ruangan itu tertawa.
Duh kapan ya author bisa bikin cerita Shinta ketemu lagi sama Fatih, cowok yang waktu itu nabrak Shinta di mall dan ketemu lagi di acara pernikahan Zun dan Larisa .
Nanti dulu deh cerita Zun dan Larisa aja belum kelar hehehehhehe
mohon maaf banget nih author jarang up karena ada kerjaan di dunia nyata yang ga bisa author tinggalin .
mohon dukungannya ya jangan lupa like and vote karya author
Terima kasih
__ADS_1