Terpaksa Menerima Perjodohan Ini

Terpaksa Menerima Perjodohan Ini
Mati Lampu


__ADS_3

Tidak seperti pasangan pengantin baru yang lainnya, di malam pertamanya Zun memdapatkan pengakuan dari istrinya bahwa Larisa tidak mencintainya dan Larisa tidak ingin di sentuh sedikitpun oleh Zun.


Bahkan nanti di saat dia sudah membawa Larisa untuk tinggal bersama dirumah miliknya Larisa menginginkan mereka untuk pisah kamar.


Malam hari di saat Zun sedang duduk di teras belakang rumah sambil membaca buku tiba-tiba kakek menghampirinya.


“ Zun, sedang apa kau berdiam diri sendiri disini.” Tanya Kakek yang sudah ada di samping Zun


“ oh tidak kek, Zun hanya sedang membaca buku sambil menikmati udara di luar, “ ucap Zun


“ Risa kemana, “ tanya Kakek pada Zun


“ Dia sedang di kamar Kek, mungkin masih terasa lelah karena acara kemarin.” Jawab Zun


“ Wah.. wah sepertinya setelah acara resepsi selesai kalian langsung melaksanakan aktivitas malam berdua ya, “ Ledek Kakek pada Zun.


Aktivitas malam apa, di sentuh oleh ku saja dia tidak mau yang ada dia membuat peraturan yang tidak boleh aku langgar.


“ Hahaha Kakek bisa saja .” jawab Zun seolah mengerti yang di maksud kakek.


“ Kakek juga kan pernah muda.” jawab Kakek.


“oh iya Kek, Besok Zun akan membawa Larisa pindah untuk tinggal dirumahku.” kata Zun yang meminta ijin pada Kakek


“Iya silakan dia sudah menjadi istrimu sepenuhnya dia sudah menjadi tanggung jawabmu, tapi nanti kalian sering-sering untuk berkunjung menjenguk kakek ya .” Jawab Kakek


"Pasti Kek, apa Kakek tidak keberatan bila Larisa aku bawa.” tanya Zun khawatir Kakek kesepian di rumah.


“ Zun kamu sekarang sudah menjadi imam untuk Larisa, semua yang berhubungan dengan Larisa sudah menjadi tanggung jawabmu, jangan hiraukan Kakek disini kan ada Mbok Jum dan pak Romli yang sudah Kakek angap sebgai keluarga, “ jelas Kakek.


Mbok Jum adalah pembantu yang sudah lama ikut dengan Kakek dan ikut mengasuh Larisa dari kecil sedangkan Pak Romli juga supir Kakek sudah lama ikut bekerja dengan Kakek.

__ADS_1


Zun hanya terdiam seolah-olah dia tak tega membawa cucu kesayangan kakek di bawa olehnya.Tapi dengan membawa Larisa tinggal dirumahnya maka Zun juga bisa mendidik Larisa untuk lebih bisa dewasa lagi.


“ Sudah kamu bawa Larisa besok untuk tinggal bersamamu, tapi pesan Kakek tolong jaga Larisa sayangi dia sepenuh hatimu  bahagiakan dia dan jangan pernah membuat Larisa menangis, maklumi kalau dia suka membatah karena dia anak yang  sedikit membangkang tapi dia penyayang." pesan Kakek uuntuk Zu.


“Baik Kek, Zun akan membahagiakan Larisa semampu Zun.”  Jawab Zun


“ Sudah malam Kakek masuk dulu, kamu juga jangan terlalu lama disini kasian Larisa sudah menunggu di kamar.” Ledek Kakek sambil meningglkan Zun


***


Sementara Larisa yang berada di kamar sedang asik membaca komik Naruto kesukaanya, setelah merasa ngantuk Larisa pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil  lalu Larisa mengabil piyama miliknya yang ada di dalam lemari di saat ia sedang membuka bajunya  Zun masuk ke kamarnya


tanpa sepengetahuan Larisa karena ia membelakangi pintu.


Zun melihat Larisa yang sedang membuka pakaian mata Zun terbelangak tanpa mengedip di lihatnya oleh Zun tubuh indah istrinya yang langsing putih dan mulus.


Lalu setelah Larisa selesai memakai piyama ke tubuhnya dan menengok ke arah belakang ia kaget bahwa sudah ada Zun di belakngnya


“ Aaaaaa, dari kapan kamu di situ apa yang sudah kamu lihat .” tanya Larisa


Bbhuugg Larisa melempar bantal ke arah Zun dengan segera Zun menangkapnya.


“ Lain kali kalau mau masuk kamar di ketok dulu bisa kan. “ Larisa


“ Aku sudah ketuk pintu tadi karena pintunya tdak di kunci ya sudah aku masuk saja, lagi pula kan aku suami mu tak berdosa kalau aku


melihat tubuhmu yang indah itu “ jawab Zun


‘ Hhhmmm, dasar mencari kesempatan dalam kesempitan.” Jawab Larisa


yang sedikit kesal karena Zun masuk tiba-tiba ke kamarnya.

__ADS_1


“ Tidurlah sudah malam, besok kita akan pindah kerumahku, aku sudah minta ijin kepada Kakek beresi baju-baju dan perlengkapannmu. “   kata Zun sambil menuju sofa yang berada di ujung ruangan itu untuk bergegas tidur karena ia tau kalau istrinya pasti akan menyuruhnya untuk tidur di sofa, sedangkan Larisa masih dalam keadaan kesal.


Malam semakin larut Zun terbangun karena terdengar ada suara menangis di ruangan itu tapi ia tak bisa melihat dengan jelas karena tidak ada cahaya sedikitpun hanya pantulan cahaya dari luar yang berasal dari petir karena turun hujan yang cukup deras pada malam itu.


Zun mencoba menyalakan lampu ternyata usahanya gagal karena listrik di rumah Larisa padam, lalu ia lanjut mencari sumber suara yang dia dengar dengan perlahan, dia mengendap-ngendap memakai senter yang ada di ponselnya untuk meneranginya.


Di lihatlah Larisa yang ada di atas kasurnya sedang duduk merungkuk dan menangis


“ Risa kamu kenapa menangis.” Tanya Zun


“ Aku takut petir di tambah lagi mati lampu dan handphoneku habis baterai aku ga bisa menyalakan senter di handphone. “ jawab Larisa yang masih tetap menangis


“ Biasanya Kakek atau Mbok Jum menemani aku tidur kalau situasi sedang seperti ini.” Jawabnya lagi.


“ sudah kamu jangan nangis mungkin karena mereka pikir sudah ada aku disini jadi meraka tidak menhampirimu.” Jawab Zun sambil menenangkan istrinya.


“ Aku takut.” Larisa masih tetap menangis


“ Sudah kamu jangan menangis lagi, ada aku disini yang akan menjagamu, tidurlah ini sudah larut malam. “ ucap Zun untuk menenangkan istrinya lagi lalu Larisa berbaring di tempat tidurnya dan Zun memakaikan selimut ke tubuh Larisa.


Disaat Zun ingin beranjak menuju sofa untuk melanjutkan tidurnya lagi namun belum saja Zun berdiri Larisa meraih tangannya.


“ Kamu mau kemana aku takut sendiri jangan pergi .” Zun mengurungkan niatnya untuk meninggalkan Larisa, ia juga membaringkan tubuhnya di atas kasur itu tepat disamping Larisa karena melihat istrinya yang sangat ketakutan malam itu.


Larisa sudah memejamkan matanya tetapi tangannya masih merankul erat tangan Zun seolah-olah takut kehilangan, Zun tidak keberatan dengan perlakuan istrinya karna memang ini yang dia inginkan, lalu Zun membalas perlakuan istrinya malam itu Zun memeluk mesra istrinya, membelai lembut rabut istrinya yang harum dan mengecup kening Larisa yang sudah terlelap.


“Andai ku boleh memeinta hentikan waktu di saat seperti ini.” batin Zun berkata lalu tak lama Zun juga terlelap di samping Larisa.


**Hay guys author minta maaf apabila ada kata-kata yang susah di menegerti atau tidak nyambung dengan alur cerita,


Setiap pembuatan cerita author sudah berusaha dengan sebaik-baiknya dan maaf apabila ada typo karna author juga masih dalam tahap pembelajaran, kasih komen

__ADS_1


like and vote biar author semangat untuk selalu up.


"Jangan ada point di anatar kita ya hehehe" 😊😊**


__ADS_2