Terpaksa Menerima Perjodohan Ini

Terpaksa Menerima Perjodohan Ini
Pertemuan


__ADS_3

*** *Minal Aidzin walfaiidzin mohon maaf lahir dan batin **


Maaf baru update lagi karena beberapa hari author bersemedi untuk mencari inspirasi baru hehehe


Jangan lupa kasih jempol kalian untuk karya ku gays.


" Happy reading all** "


Semenjak kepulangan bibi dan pamanya Zun pasangan suami istri itu mulai memisahkan lagi kamar mereka, bahkan semenjak pertemuannya dengan Romi, Risa sangat menjaga jarak dengan Zun, mereka tidak pernah lagi sarapn berdua makan malam berdua, Zun merasakan perubahan yang sangat drastis dari sifat istrinya itu dan membuat Zun geram semakin ia ingin mencari tau siapa itu Romi. Jalan satu satunya untuk mendapatkan informasi tentang Romi, Zun menghubungin kedua sahabat istrinya, mereka berjanjian untuk bertemu dengan Shinta dan Dewi di salah satu lestoran, Dewi dan Shinta juga menyetujui tawaran Zun karena bagi mereka akhir akhir ini sifat Larisa berubah semenjak kembalinya Romi.


Hari itu Zun dengan sengaja untuk pulang lebih cepat karena akan menemui Shinta dan Dewi, setibanya di lestoran dua wanita itu sudah datang lebih dulu di banding dengan Zun.


" Maaf aku datang terlambat." ucap Zun.


" Tidak, kami juga baru datang benerapa menit yang lalu." jawab Shinta.


Zun melambaikan tangan ke arah pelayan, lalu soerang pelayan dari kejauhan menghampirinya dan membawa beberapa menu yang di sajikan di lestoran itu.


" Kalian mau pesan apa." tanya Zun kepada dua orang perempuan yang ada di hadapannya .


" Aku jus jeruk" ucap Shinta " aku juga sama " sambung Dewi.


" kalian tidak mau pesan makanan " tanya Zun .


" Tidak, terimakasih nanti." jawab Dewi.

__ADS_1


" Sudahlah jangan malu biar aku yang traktir." ucap Zun lalu ia langsung memesan beberapa makanan untuk dirinya dan kedua perempuan yang ada di hadapannya.


Beberapa menit kemudian pesanan gang di pesan merekapun datang.


Zun mulai mengutarakan maksudnya mengajak bertemu Dewi dan Shinta.


" Kalian mengenal Romi sudah lama? Tanya Zun.


" Ya lumayan, kami satu SMA dulu." jawab Shinta.


" Lalu hubungan Larisa dengan Romi.? Tanya Zun lagi.


" Mereka berpacaran sejak kelas dua SMA " jawab Dewi.


" Lalu mengapa mereka putus." tanya Zun lagi.


" Berubah bagaimana maksudnya." Tanya Zun lagi.


" Romi mempunyai wanita lain di Amerika dan dia bilang pada Larisa jangan pernah menunggu kepulangannya, lalu Romi memblokir semua media sosial yang berhubungan dengan Larisa."


Zun sangat menyimak penjelasan dari kedua wanita yang berada di hadapannya.


"Lalu setelah itu apa Larisa pernah mempunyai pacar lagi." tanya Zun.


" Sepertinya tidak, sempat ada beberapa sih yang mendekatinya tapi dia tidak meresponnya, tapi sekalinya dia dekat dengan laki laki ya sama kamu dan langsung menikah, tapi dia selalu bilang kalau tidak mencintai mu." jelas Shinta yang menundukan kepalanya karena merasa tidak enak hati.

__ADS_1


" ssssttttt" kode Dewi kepada Shinta tapi terburu Shinta telah mengatakn lebih dulu.


" Sudah lah memang kenyataanya dia belum bisa mencintaiku." Ungkap Zun.


" Tapi kak Zun kami yakin kau bisa membuat Larisa jatuh cinta, kami akan mendukungmu kak." Shinta berdiri dan mengeluarkan suara yang cukup keras membuat semua orang yang berada di tempat itu mengarah pada Shinta.


Dewi yang berada di sampingnya langsung menengok ke kanan dan kiri lalu menarik Shinta dan menyuruhnya untuk duduk, Shinta yang juga baru sadar karena ulahnya kembali duduk karena merasa malu menjadi pusat perhatian


Zun yang melihat tingkah Shinta tertawa kecil karena merasa lucu melihat tingkat sahabat dari istrinya.


" Maaf kak Zun dia memang memalukan." Ucap Dewi.


" Hahaha tidak apa apa, terimakasih kalian sudah mendukung saya."


Waktu sudah menunjukan pukul 18.00 Zun dan kedua perempuan itu meninggalkan lestoran itu dan pulang menuju rumah masing masing.


Sesampainya di rumah Zun sudah medapati istrinya sedang bersantai di ruang keluarga sambil memainkan handphonenya, di saat Zun akan menghampirinya Larisa langsung pergi menuju kamar dan meninggalkan Zun.


Zun yang melihat kelakuan istrinya hanya mengelus dada bidangnya, padahal di bayangannya ia sangat menginginkan kedatangannya sepulang kerja di sambut oleh istrinya dengan senyuman, mencium tangan suaminya, menyiapkan air panas dan menyiapkan makanan untuknya, karena hal itu akan membuat rasa lelahnya sedikit hilang.


Tapi apa yang di dapatnya sekarang jangankan untuk mencium tangan Zun senyumanpun ia tak dapat dapat dari istrinya bahkan makan malam hari ini dia hnya sendiri tidak di dampingi oleh Larisa.


***


**Hiks hiks kasian banget sih kamu Zun, tapi tenang saja Zun kesabaranmu akan membuahkan hasil, karena orang sabar di sayang Tuhan.

__ADS_1


Hay hay semua mohon dukungannya jangan lupa like coment and vote ya.


Mohon maaf apabila cerita sedikit ngawur**


__ADS_2