
Dewi dan Shinta mengantarkan Larisa pulang kerumah barunya.
Sesampainya disana Dewi dan Shinta mampir sebentar untuk melihat-lihat rumah yang di tinggali sahabatnya itu.
"Rumah Zun besar juga Sa" kata Dewi sambil melihat sekeliling rumah
Tapi Larisa tidak memperdulikan omongan Dewi dia langsung mengajak sahbatnya untuk naik ke atas memasuki kamarnya.
" Ini kamar lo Sa, lalu kamarnya Zun" tanya Shinta
" Kamar dia ada di bawah bersebelahan dengan ruang kerjanya."
Mereka mengibrol di kamar Larisa dan waktu sudah menunjukan Pukul 16.00 akhirnya mereka berpamitan untuk pulang.
Namun di halaman depan rumah saat Dewi dan Shinta keluar mereka berpapasan dengan Zun.
"Loh kalian ko disini, bukannya tadi Larisa bilang sepulang kuliah kalian mau ke mall dulu."
" Iya Kak Zun rencananya si seperti itu tapi tidak jadi." jawab Shinta
" Memangnya kenapa." tanya Zun lagi
" Larisa ingin cepat pulang mungkin dia sedang tidak enak badan," sambung Dewi.
Ada apa dengan Larisa sepertinya tadi pagi dia sehat-sehat saja. berbica dalam hati
"Ok terimakasih kalian sudah mau mengantar istriku pulang, maaf bila merepotkan kalian."
"Tidak sama sekali merasa di repotkan kok. Kita kan udah berteman lama jadi wajar kalau kita saling bantu." jawab Shinta.
" Kita permisi pulang dulu ya." timpah Dewi.
Setelah Dewi dan Shinta pulang Zun langsung meletakan jas dan tas yang di bawa kesembarang tempat lalu dia menuju ke atas untuk menghampiri istrinya.
Tok..tokk.tokk
"Larisa apa aku boleh masuk."
" Iya silakan"
Lalu Zun masuk ke kamar istrinya itu dan melihat istrinya sedang terbaring di atas tempat tidurnya.
" Temanmu bilang kau sedang tidak enak badan, apa kamu sakit." tanya Zun penuh dengan ke hawatiran.
__ADS_1
" Tidak aku baik-baik saja, cuma radi sedikit pusing."
" Kau sudah minum obat?"
"Sudah tadi, " jawab Larisa ketus.
" Apa harus aku panggilakn dokter."
" Tidak usah, Sudahlah kau keluar saja dari kamarku tidak usah kau perdulikan aku."
" Bagaimana aku tidak memperdulikanmu sedangkan kau istri ku, apabila kau sakit nanti kakek anggap aku tidak bisa menjagamu dengan baik."
"Hey sudahlah aku bilang keluar ya keluar."
Zun sangat kecewa dengan perlakuan istrinya tapi Zun tidak akan menyerah untuk membuat istrinya jatuh cinta padanya.
"Baiklah, kalau kau butuh sesuatu kau bisa bilang padaku."
Zun keluar dari kamar Larisa dengan perasaan kecewa karna orang yang dia cinta tak bisa menerimanya
****
Waktu menunjukan pukul 18.00 Larisa tak menunjukan batang hidungnya di saat makan malam.
"Bi apa Larisa belum keluar kamar." tanya Zun pada pembantunya
"Belum den, tapi tadi neng Risa minta di buatkan teh manis hangat sepertinya ia demam den."
"Bi siapkan makan malam untuknya dan antarkan ke kamarnya."
Lalu zun langsung menghampiri istrinya di kamar di ketuk pintu kamar Larisa tapi tak ada jawaban dari dalam di tambah pintu kamarnya terkunci membuat Zun semakin hawatir.
Zun segera mengambil kunci cadangan miliknya dan mencoba membuka pintu kamar istrinya itu tapi usahanya gagal karena ada kunci juga yang tergantung di dalam lalu Zun mencoba mendobrak pintu itu sekuat mungkin, setelah berhasil mata Zun terbelarak melihat istrinya sudah tidak sadarkan diri di lantai Zun langsung membopong istrinya ke atas kasur dan memanggil dokter untuk memeriksa istrinya tak lama dokter yang di panggil Zun tiba dan segera melaksanakan tugasnya.
" Bagaimana keadaan istri saya dok."
" Istri bapak baik-baik saja di hanya kelelahan."
" Syukurlah kalau dia baik-baik saja, tapi kenapa dia belum sadarkan diri dok."
" sebentar lagi istri bapak juga akan siuman, nanti kalau dia sudah siuman bapak kasih obat yang tadi saya kasih."
" Baik dok terimakasih sudah membantu saya."
__ADS_1
" Sama-sama pak ini sudah menjadi tanggung jawab saya, kalau begitu saya permisi dulu pak."
" Terimakasih dok, maaf saya tidak bisa mengantarkan keluar."
" Tidak apa-apa pak, permisi."
Setelah satu jam berlalu akhirnya Larisa siuman ia melihat Zun ada di sampingnya,
Sedari tadi Zun selalu mendampingi Larisa karena dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya karna baru kali ini dia melihat istrinya sakit.
" kenapa kau ada disini, ini kan kamarku." tanya Risa yang masih kebingungan apa yang terjadi pada dirinya.
" Tadi kamu pingsan Risa, ini minum dulu."
Zun menyodorkan air kepada istrinya.
"Apa yang sekarang kamu rasakan"
" Aku hanya sedikit pusing."
" Kamu harus minum obat ini tadi dokter kesini untuk memeriksa keadaan mu, tapi sebelum minum obat kamu harus makan dulu ya, kamu tunggu disini aku akan membawakan makanan untukmu."
Zun mengambil makanan di dapur untuk istrinya dan tak lama Zun kembali sudah membawa makan malam untuk Risa.
" ini makan dulu, ayo aaaaaa"
zun menyodorkan sendok yang berisi nasi dan laukpauk untuk di makan.
" Aku bisa makan sendiri." jawab Risa.
" Sudahlah kamu diam kamu butuh istrirahat yang cukup biar aku suapi ya."
Akhirnya Larisa menuruti perintah suaminya kali ini hati Larisa terasa tersentuh ketika melihat suaminya sangat perhatian dengannya. Selesai makan Larisa langsung minum obat dan kembali berbaring di tempat tidurnya.
" Terimakasih sudah mau meratwatku." ucap Larisa
" Ini sudah kewajibanku sebagai seorang suami untuk terus merawatmu, istiraharlah ini sudah malam, kalau butuh sesuatu kau bisa panggil aku.,"
Zun keluar dari kamar Larisa dan membiarkannya istirahat, sementara di kamarnya Larisa asik memainkan ponselnya untuk terus mencari media sosial milik Romi.
hay semua maaf kalau Author update sedikit ya.
jangan lupa like vote and rite bintang 5
__ADS_1