
Sesampainya di rumah Larisa melihat Zun sudah ada di ruang keluarga sambil memegang ponselnya.
" Dari mana saja kamu." tanya Zun
" Dari kampus lah, memangnya dari mana lagi." Jawab Larisa dengan santai.
" Bukannya hari ini kamu seharusnya pulang cepat." ucap Zun sambil mengingat jadwal kuliah istrinya.
Larisa mulai kebingungan karna memang suaminya tau jadwal ia kuliah lalu Larisa mencoba mencari alasan agar suaminya percaya olehnya.
"Emmm iya ta tadi aku ke perpus untuk menngerjakan tugas dari dosen." jawab Larisa
Zun mengerutkan dahinya sebenarnya ia tidak percaya dengan alasan yang di berikan pada istrinya karna Larisa bukan tipe orang yang suka ke perpustakaan walaupun ada tugas ia langsung membeli buku yang di perlukan dan memilih mengerjakan di rumah bukan di perpustakaan, tapi agar tidak bertengkar ia mencoba menerima alasan istrinya.
" Sudahlah aku mau mandi, badanku terasa sangat lengket." ucap Larisa mengalihkan pembicaraan
" ya sudah, cepat mandi lalu makan malam bersamaku." jawab Zun
"Ok" jawab Larisa sambil berjalan menaikin tangga meninggalkan Zun.
Waktu sudah menunjukan pukul 20.00 di saat pasangan suami istri itu sedang menikmati makan malam tiba-tiba ada yang memencet bel.
Ting tong
Bi inah dengan segera berlali ke kedapn dan membukanan pintu lalu beberapa menit kemudian bi inah kembali menghampiri pasangan suami istri itu di ruang makan.
" Siapa yang datang bi." tanya Zun .
" Maaf tuan di ruang tamu ada paman dan bibinya tuan Zun dari bandung." ucap bi inah.
Pasangan suami istri itu terkejut dan saling pandang lalu mereka segera menuju ruang tamu.
Di lihatnya paman dan bibi sedang duduk di ruang tamu mereka datang tanpa mengabari Zun terlebih dahulu. Zun dan Larisa langsung menyambut kedatangan Paman dan bibinya dan mencium tangannya
" Paman Bibi, kenapa datang kesini tak mengabari Zun." ucap Zun
__ADS_1
" Iya Zun maaf bibi dan paman kangen sama kamu makanya pama dan bibi datang ke Jakarta." ucap Paman.
" Maafkan Zun yang selalu sibuk bekerja sehingga tak punya waktu untuk datang ke bandung." ucap Zun
" Larisa juga minta maaf belum pernah berkunjung kerumah Paman dan Bibi." ucap Larisa seolah olah merasa bersalah.
" Gapapa neng Paman dan Bibi juga paham pasti neng Risa sibuk kuliah dan Zun pasti sibuk kerja, makanya Paman dan bibi rencananya kalau boleh mau menginap di sini untuk beberapa hari." ucap bibinya.
" Iya bi gapapa kami senang kalau Paman dan Bibi mau menginap disini, iya kan sayang." ucap Larisa sambil melirik Zun dan menyenggol tangan Zun menggunakan siku tangannya.
" Iya bi kami senang sekali rumah ini jadi ramai pasti." sambung Zun.
Larisa mulai memikirkan sesuatu kalau paman dan bibinya Zun menginap disini berarti paman dan bibinya Zun akan mengetahui kalau mereka tidur dengan kamar yang terpisah.
Di saat Zun sedang asik mengobrol dengan paman dan bibinya Larisa berpamitan untuk ke kamar mandi tapi itu hanya alasan saja sebenarnya ia mengirim pesan pada suaminya yang ada di ruang tamu, Larisa mulai mengetik pesan untuk suaminya itu.
" Kalau paman dan bibi menginap disini mereka akan tidur dimana." pesan Larisa untuk Zun
Zun yang sedang asik mengobrol dengan paman dan bibinya mulai merasa ponsel di sakunya bergetar menandakan ada pesan masuk lalu di lihatnya pesan itu dari istrinya dan ia segera membaca dan membalasanya.
" kamar tamu yang satu kan masih berantakan, lagi pula pasti mereka akan curiga kalau kita pisah kamar." balesan dari Larisa.
" Ya sudah kita satu kamar untuk beberapa hari lalu kau pindahkan barang barangmu ke kamarku agar paman dan bibi tidak curiga." balasan Zun yang memberi solusi.
Larisa yang membaca pesan dari Zun menyutujui solusi yang di berikan suaminya itu lalu ia segera memindahkan barangnya ke kamar Zun secara berhati hati supaya tidak ketahuan paman dan bibinya, setelah sudah beres memindahkan barangnya Larisa menuju ruang tamu untuk menghampiri semuanya.
Zun yang mengetahui kedatangan Larisa melirik kearahnya seakan akan menayakan sesuatu dan Larisa mengisyaratkan kepadanya menaikan jempol tangannya menandakan semuanya sudah terkendali.
" Paman bibi mari Risa antar ke kamar untuk beristirahat." ucap Larisa.
Mereka langsung menuju kamar tamu yang di ikuti Zun dengan membawa tas milik paman dan bibinya.
"Ini bi kamarnya maaf sedikit berantakan." ucap Larisa.
" Sepertinya waktu Paman berkunjung di saat kamu akan menikah kamar ini belum ada Zun." Ucap pamannya.
__ADS_1
" Iya paman sebelum Zun membawa Risa kesini rumah ini Zun renovasi sebagian biar Risa nyaman tinggal disini."
Larisa yang tak tau menau kapan Zun merenovasi rumahnya sedikit kebingungan karena di saat ia memasuki rumah ini memang keadaanya sudah seperti yang ia lihat.
" Wah hebat kamu Zun menyiapakan segalanya untuk menyambut istrimu, bahkan sekarang kamu memakai pembantu rumah tangga dulu sewaktu masih bujang kamu tak pernah mau memakai pembantu." Ucap bibinya.
Zun hanya tersenyum simpul saat di puji oleh bibinya, malam semakin larut paman dan bibi sudah beristirahat di kamar milik Larisa. Sedangkan pasangan suami istri itu malam ini dan beberapa hari kedepan akan tidur satu kamar.
***
Di dalam kamar
" Aku yang akan tidur di kasur dan kamu tidur di sofa." ucap Larisa.
" Oh tidak bisa ini kamar ku, kamu yang seharusnya tidur di sofa." jawab Zun sambil menggerakan jari telunjuknya kekanan dan kekiri.
" Ngalah dong sama perempuan." timpah Larisa.
Akhirnya mereka bersebat hanya karena masalah kasur .
" Ok lah kalau tak ada yang mau mengalah kita tidur berdua di kasur." solusi yang di beri Zun.
" Tidak tidak tidak aku tak mau satu kasur denganmu," Ucap Larisa
" Yasudah kita bergiliran saja hari ini kamu yang tidur di kasur dan aku di sofa tapi besok aku yang tidur di kasur dan kamu di sofa." lagi lagi Zun memberi ide.
Larisa menyetujui ide yang di beri suaminya malam ini ia akan tidur di kasur dan Zun tidur di sofa.
Larisa langsung terlelap di saat ia telah membaringkan tubuhnya di kasur sampai ia tak menghiraukan suara ponselnya yang terus berdering.
Tapi Zun sedikit terganggung oleh suara yang berasal dari ponsel milik istrinya itu, ia beranjak dari sofa dan menuju meja tempat di mana ponsel istrinya di letakan.
lagi lagi ponsel istrinya berdering dan terlihat jelas oleh Zun ada nama Romi di layar ponsel milik istrinya, Zun sedikit kecewa karena ia tahu bahwa Romi adalah mantan kekasih istrinya.
Tapi ia tidak mengenali siapa Romi Akhirnya Zun berinisiatif untuk mencari informasi tentang Romi dari kedua sahabat Larisa, Dewi dan Shinta ia juga diam diam mengambil nomer ponsel keduanya dari ponsel istrinya dan membuka ponsel istrinya menggunakan sidik jari Larisa yang diambil secara berhati hati setelah Zun mendapatkan nomer ponsel Dewi dan Shinta ia langsung meletakan ponsel Larisa di tempatnya dan ia berinisiatif mulai besok akan mencari informasi tentang Romi kepada kedua sahabat istrinya itu.
__ADS_1