
**Hay guys author kembali up nih
Oh iya sebelumnya makasih yang sudah menyempatkan waktu untuk mampir. maaf kalau kali ini episodenya ga banyak guys
Hapyy reading guys**
Zun berulang kali mencoba menghubungi istrinya tapi tetap saja panggilan darinya takbpernah di jawab oleh Larisa, sampai pada akhirnya Zun mengingat bahwa ia memiliki nomer ponsel Dewi salah satu sahabat daei istrinya.
Zun segera mencari nama Dewi di daftar kontak lalu segara menghubungkan panggilan kepada Dewi, tak lama Dewi menjawab panggilan dari Zun.
" Selamat siang Dewi, apakah Larisa
masih di kampus." tanya Zun
" Hari ini Larisa tidak datang ke kampus kak, tadi dia meberi kabar bahwa hari ini ia kurang sehat dan tidak bisa kuliah." Jawab peremouan di balik panggilan.
Zun yang mendengar penjelasan dari Dewi semakin yakin bahwa istrinya sedang bersama mantan kekasihnya.
" Serius dia tidak masuk kuliah hari ini Dew" tanya Zun lagi.
"Iyalah kak serius masa aku bohong sih." jawab Dewi meyakinkan.
" Ya Tuhan anak itu bikin ulah apa lagi." Ucap Zun dengan nada sedikit kesal karena ulah istrinya yang selalu membuat ia pusing.
" Memangnya ada apa kak" tanya Dewi.
__ADS_1
Zun menjelaskan kejadian tadi pagi kepada Dewi dan ia juga mengatakan kepada Dewi bahwa ia mempunyai filing kalau Larisa sedang bersama mantan kekasihnya, Zun juga mengatakan bahwa sekarang Kakek dari sahabatnyabutu sedang kritis di rimah sakit. Dewi yang mendengar penjelasan dari Zun sontak terkejut, ia merasa yang dilakukan temannya itu sudah di luar batas.
" Lalu bagaimana dengan keadaan Kakek Waluyo kak." Tanya Dewi dengan khawatir.
" Keadaanya masih melemah dan ia selalu mengigau memanggil nama Larisa," ungkap Zun
" Kakak sabar ya nanti Dewi dan Shinta akan membantu mencari Larisa."
***
Sementara di apartement Romi ada Larisa yang sedari pagi sudah datang menghpirinya, karna tadi malam Larisa dan Romi bertengkar di ponsel cuma karna hal spele, tetapi di saat pagi tiba Romi meminta Larisa untuk menemaninya hari ini di apartement dan Larisa harus menurutinya apabila Larisa tidak
menurutinya ia mengancam akan pergi lagi ke Amerika, entahlah Romi memang sifatnya seperti itu ia selalu memaksa dan permintaanya harus selalu di turuti.
ketika melihat kedatangan Larisa di depan pintu Romi langsung menarik lengan Larisa untuk segera masuk kedalam apartementnya, sebelum ia menutup pintu Romi melihat sekitarnya menengokan kepalanya kekanan dan kekiri ia pastikan tidak ada orang yang melihat ia membawa masuk perempuan.
Didalam ruangan yang tidak terlalu besar Romi dan Larisa menyatukan rindu seolah olah mereka adalah pasangan kekasih yang telah lama tak jumpa.
Larisa terhanyut dalam buai Romi,berkali kali ia mendaratkan kecupan mesra kepada Larisa sampai pada akhirnya Romi meminta bukti cintanya pada Larisa dengan cara berhubungan selayaknya suami istri, tapi untung saja Larisa masih bisa mengendalikan hawa nafsu yang saat ini sedang menguasai diri Romi, di saat Romi hendak membuka salah satu kancing baju milik Larisa, ia segera menghentikan perlakukaan Romi, sepertinya ia juga masih menjaga keperawanannya dengan baik.
" Tunggu sampai aku menyelesaikan urusanku dengannya" Ucap Larisa, yang di maksud adalah urusannya dengan Zun.
" Harus sampai kapan aku menunggu." tanya Romi kesal.
" Tidak lama lagi, setelah aku bercerai dengannya kita bisa hidup bersama." Ucap Larisa.
__ADS_1
" Janji?" ucap Romi sambil merentangkan jari kelingkingnya lalu Larisa ikut merentangkannya dan mereka saling berjanji.
waktu sudah menunjukan pukul 17.00 tak terasa kalau ini saatnya ia harus pulang agar Zun tidak curiga padanya.
Dilihatlah ponsel yang ada di dalam tasnya dan terlihat banyak sekali panggilan masuk terutama dari suaminya dan sahabatnya Dewi, karna memang sengaja ia menonaktifkan nada dering di ponselnya supaya tidak ada yang mengganggu ia dan Romi, lalu ia mencoba membuka aplikasi chat yang ada di ponselnya melihat ada pesan masuk dari Dewi.
" Sa lo dimana sekarang, cepet kerumah sakit kakek lo kritis di ruang ICU"
Pesan singkat yang dikirim oleh sahabatnya itu membuat Larisa terkejut karna ia tahu bahwa sahabatnya tak akan berbohong dengan hal yang sangat serius, ia langsung segera bergegas pergi kerumah sakit dan kali ini Romi yang mengantarnya, sesampainya di rumah sakit Larisa yang hendak segera keluar dari mobil seketika tangannya di tarik oleh Romi lalu Larisa menengok ke arahnya.
" Aku antar sampai sini saja ya, kamu kan tau kakek sangat membenci ku." ucap Romi, Larisa yang paham dengan ucapan kekasihnha hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum secara terpaksa karena di pikirannya saat ini ia hanya memikirkan kakeknya, ia segera keluar dari mobil dan bergegas menuju ruang ICU.
Setelah raga Larisa sudah tak terlihat dari pandangan Romi, ia segera melajukan mobilnya ketika di jalan ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk, ia tersenyum ketika melihat kata "honey" yang tertera di ponselnya, ia segera menjawab panggilan tersebut.
" sayang kamu dimana aku bosen nih di rumah mulu." terdengar suara di balik pnggilan itu adalah suara perempuan yang lembut dan manja.
"Urusanku baru selesai sayang, jni aku akan menuju rumahmu."
wah wah wah nyatanya si Romi itu fuckboy juga nih,
kasian Larisa
**Dukung karya author ya jangan lupa kasih like dan vote kalian
Terima kasih**
__ADS_1