Terpaksa Menerima Perjodohan Ini

Terpaksa Menerima Perjodohan Ini
Pertunangan Zun dan Larisa


__ADS_3

Setelah pertemuan Larisa dan Zun malam itu, Larisa tidak lagi menemui Zun bahkan Zun juga tidak mengantarkan kakek pulang kerumah seperti yang biasa dia lakukan setiap hari setelah pulang kerja.


Di saat makan malam kakek bicara kepada Risa bahwa Zun meminta izin untuk cuti pulang kampung ke bandung untuk menjemput paman dan bibinya yang akan dia bawa ke jakarta untuk menemui kakek dan aku,


Ya memang Zun hanya mempunyai paman dan bibi yang sudah merawatnya setelah orangtua Zun meninggal, mereka sudah menganggap Zun sebagai anak oleh paman dan bibinya karena mereka tidak di karuniai momongan setelah bertahun tahun menikah.


" Risa akhir pekan ini Zun beserta paman dan bibinya akan datang ke rumah" ucap kakek.


Risa tidak berkata sepatah katapun dia masih menikmati makan malamnya.


" zun akan melamar mu" ucap kakek lebih jelas.


Larisa tersedak karena dia terkejut


" uhuk...uhuk...uhuk..." Lalu mengambil air minum yang ada di hadapany.


"kenapa secepat ini kek.baru saja tiga hari yang lalu kakek memutuskan untuk menjodohkan Risa dengan Zun, Risa butuh waktu untuk beradaptasi dengan Zun kek." jawab Larisa


" semakin cepat semakin baik Risa".ungkap kakek.


baik untuk kakek dan tidak baik untuk ku kek


" Risa........ kakek ini sudah tua dan kakek sudah janji pada orang tuamu untuk menjalakan wasiatnya lagi pula abila kakek sudah di panggil sang pencipta kakek akan tenang karna kamu sudah ada yang menjaga."


Risa mendekat dan memegang tangan kakeknya dengan keadaan mata yang sudah berkaca kaca


" Kakek jangan bicara seperti itu cuma kakek yang Risa punya di dunia ini kek, iya Risa mau menikah dengan Zun."


Risa memang sangat menyayangi kakeknya setelah itu Risa memeluk kakeknya .


...........................


Hari pertunangan itu pun tiba, kakek menyuruh asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya untuk mempersiapkan kedatangan Zun dan keluarganya.


semua sibuk dengan tugas masing masing sedangkan Risa sedang berada di kamarnya yang sedang di dandani oleh MUA langganan Risa .

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul 15.00 dimana Zun dan keluarga sampai di kediaman Risa serta membawa beberapa seserahan yang sudah di siapkan oleh Zun untuk Risa dan pastinya Zun sudah menyiapkan cicin mas putih yang di padukan dengan batu berlian kecil yang berkilau dan akan di sematkan di jari manis Larisa, yang dia beli dari hasil jeri payahnya sendiri.


Kakek menyambut kedatangan keluarga Zun yang saat itu hanya paman dan bibinya Zun yang datang. Mereka adalah dua sepasang suami istri yang sudah merawat Zun dari kecil dan sudah menganggap Zun sebagai anaknya sendiri, sedangkan dari pihak Larisa hanya kakek yang di tuakan dan dua orang kerabat kelaurga Risa yang kebetulan juga bekerja di perusahaan kakek dan sudah pasti mereka juga mengenal Zun.


Mbok jum dan pembantu rumah tangga lainnya menyiapkan beberapa jamuan untuk menyambut kedatangan Zun dan keluarganya.


Terdengar suara dari dalam kamar Risa bahwa acara akan di mulai, Risa yang sudah selesai di rias oleh MUA langganannya itu di temani dua orang sahabatnya Dewi dan Shinta, Dewi dan Shinta adalah sahabat Larisa dari semenjak SMA dan sekarang mereka juga kuliah di kampus yang sama.


Larisa sudah cerita dengan Dewi dan Shinta bahwa dirinya akan di jodohkan kakeknya dan akan segera menikah.


Dewi dan Shinta hanya bisa memberi suprot kepada Larisa untuk bisa menjalani ini semua.


" tok...tok..tok... " Suara terdengar dari luar kamar "non Risa di panggil tuan untuk turun ke bawah". suara mbok Jum yang sudh di hapal Larisa.


" iya bi. " saut Larisa yang masih memainkan ponselnya .


Larisa dan kedua sahabatnya bersiap siap untuk kebawah.


" udah dong jangan cemberut gitu jadi jelek tau keliatanya..." kata Dewi sahabatnya.


Risa membuka pintu kamarnya yang di depannya masih ada mbok Jum.


" subhanaallah non risa cantik banget.... " Mbok jum memujinya


Risa tersipu malu dan tersenyum pada mbok Jum " makasih mbok Jum"


Larisa memang kelihat begitu cantik seperti putri raja dengan mengenakan gaun berwarna mocca yang elegan tapi tetap sopan bila di pandang yang di padukan dengan make up yang tidak terlalu mencolok.


Larisa menuruni anak tangga dengan perlahan karna dia cukup kesulitan memakai gaun panjang yang sudah di siapkan kakeknya, di ikuti di belakangnya kedua sahabatnya Dewi dan Shinta.


Dari bawah Zun terpanah melihat Larisa yang sedang menuruni tangga matanya sampai tak berkedip dan dadanya mulai berdebug sangat kencang tapi Zun masih bisa mengontrol dirinya.


" ayu tenan calon istrimu Zun" bisik bibi di telinga Zun. ( ayu yang artinya cantik dalam bahasa jawa).


ya bibi Zun sebenarnya berasal dari suku jawa tapi setelah menikah dengan pamannya dia di bawa ke bandung dan menetap di sana.

__ADS_1


Sesampainya di bawah Risa duduk di samping kakek dan dua sahabatnya duduk di belakang Risa,


Tiba waktunya Zun untuk menyematkan cincin di jari manis Larisa, Zun tampak begitu gerogi untuk memegang tangan Larisa karna itu pertama kalinya Zun memegang tangan Larisa.


K**ontrol dirimu zun jangan sampai memalukan dirimu sendiri karna gerogi.


Di peganglah tangan Larisa yang putih dan lembut lalu tak lama Zun menyematkan cincin mas putih yang di padukan batu berlian yang berkilau di jari manis Larisa,


semua yang ada di ruangan itu tampak tersenyum dan ikut bahagia terutama kakek.


Kecuali Risa yang masih sangat membenci Zun dan tak bisa menerima Zun di hidupnya, tapi Risa berpura pura tersenyum untuk menghormati semuanya.


" ta.....ta....ta.... " Dewi yang memanggil Shinta yang ada di sampingnya dengan berbisik .


" hhmmmm" jawab Shinta yang masih fokus melihat sahabatnya di pakaikan cincin oleh Zun.


" Zun kalo di liat ganteng juga ya.... Udah gitu mapan pula..." ucap Dewi


Zun memang berparas tampan dia juga mapan bahkan banyak wanita yang coba mendekatinya tapi Zun tetap konsisten dengan hatinya karna hanya ada Larisa di hatinya karena Larisa adalah cinta pertama Zun.


" Taa.... Lo denger gue ga siii...!! Mencoba memanggil Shinta yang dari tadi menyauti omongan Dewi


" apaan si wii..... ganggu aja... Iya Zun ganteng, kalo gue jadi Risa juga ga bakal nolak kalo di jodohin sama orang kaya Zun ".


Shinta membayangkan kalau suatu hari nanti ada laki laki seperti Zun melamar dirinya.


Dewi mencubit kecil tangan Shinta. "heh itu calon suami temen lo , mau lo tikung?".


" aduhhhh... Sakit tau,,, ya engga lah mana mungkin gue tikung ngaco aja lo kalo ngomong"


Tak lama acara lamaran selesai Zun berserta keluarganya berpamitan untuk pulang. Selagi berpamitan bibinya Zun, bi ratna namanya mengelus rambut panjang Larisa dan mengatakan Larisa sangat cantik, Larisa hanya senyum dan tersipu malu di puji seperti itu dan Larisa bersalaman dengan bibi dan pamannya Zun, sedangkan Zun sedang bersalaman dengan kakek dan di beri nasehat sedikit oleh kakek, Larisa tak tau apa yang sedang mereka obrolkan... Risa dan kakek mengantarkan Zun dan keluarganya sampai depan rumah.


Mobil yang tumpangi Zun beserta keluarganya mulai menghilang dari pandangannya, Larisa langsung masuk ke dalam rumah dan bergegas masuk ke kamar yang di ikuti oleh kedua sahabatnya.


Kakek yang melihat tingkah Larisa hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan cucu kesayangannya itu.

__ADS_1


Zun adalah orang yang terbaik untukmu risa, kakek bisa tenang apabila nanti kakek pergi karna ada Zun yang menjagamu


__ADS_2