Terpaksa Menerima Perjodohan Ini

Terpaksa Menerima Perjodohan Ini
Semakin Penasaran


__ADS_3

Hay guys maaf baru up lagi nih karena beberapa hari author ada keperluan dan ga memungkinkan untuk membuat cerita.


semoga kalian terhibur oleh cerita author ya


" Happy reading guys "


Pagi yang cerah membuat Zun semangat untuk menjalani aktivitasnya untuk bekerja tapi tidak dengan Larisa, sedari pagi ia terlihat sangat murung membuat kepala Zun di penuhi oleh tanda tanya. biasanya setelah sarapan pasangan suami istri itu berangkat bersama sebelum Zun pergi ke kantor ia selalu menyempatkan waktu untuk mengantarkan istrinya pergi ke kampus, tapi sudah beberapa hari Larisa memilih pergi kekampus sendiri dengan menggunakan taksi online yg sudah ia pesan terlebih dulu, apabila Zun memaksa untuk mengantarkan ke kampus yang ada malah pertengkaran yang terjadi, keseharian merekapun semakin dingin, yang biasanya Larisa menyiapkan makanan untuk Zun bahkan untuk saat ini ia tidak pernah sama sekali, untuk makan bersama di satu meja Larisa sudah tidak mau ia lebih memilih menyantap makananannya di dalam kamar sudah tidak ada lagi percakapan di antara mereka walaupun Zun selalu berusaha untuk memulai pembicaraan Larisa hanya menjawab dengan singkat. Zun sangat jenuh dengan keadaan rumah tangganya selalu seperti ini sampai pada saat ini Zun bertekat untuk mengikuti istrinya.


Selesai sarapan Larisa langsung meninggalkan Zun yang masih menyantap sarapannya tanpa berpamitan kepada suaminya ia langsung pergi keluar rumah untuk pergi ke kampus dengan menggunakn taxi online yang sudah di pesan olehnya.


Zun yang melihat sikap istrinya semakin hari semakin tidak baik hanya menggelengkan kepalanya dan mengusap dadanya, tapi hari ini ia mencoba untuk mengikuti istrinya.


Selang beberapa menit Larisa pergi Zun langsung bergegas mengikutinya dan melajukan mobilnya untuk mengikuti mobil yang di tumpangin oleh istrinya,


Di perjalanan ia merasa sedikit aneh karena jalan yang di lewatinya saat ini bukanlah jalan untuk menuju kampus.


" Loh ini kayaknya bukan jalan yang biasa aku lewati untuk pergi ke kampus Larisa deh." ucap Zun dengan sendirinya dan masih bertanya dalam dirinya.


Zun masih mencoba untuk mengikuti mobil yg di tumpangi Larisa, sampai tiba lah mobil itu di suatu gedung pencakar langit dan itu adalah sebuah apartement.


Mobil Zun berhenti beberapa meter dari mobil yg di tumpangi Larisa supaya tidak ketauan. beberapa dekit kemudian ia melihat istrinya turun dari mobil taxi online itu dan masuk kedalam loby apartement,


Pikiran Zun saat ini semakin di penuhi tanda tanya karna untuk apa istrinya masuk ke dalam apartement karena setau Zun istrinya tidak memiliki teman yang tinggal di apartement.


" Untuk apa dia masuk kedalam apartement " tanya Zun dalam dirinya sambil terus memperhatikan istrinya.


Zun langsung segara memarkirkan mobilnya dan ingin masuk juga kedalam apartement tersebut untuk mengikuti Larisa, tapi usahanya saat ini gagal di saat ia baru membuka pintu mobilnya ponsel Zun berdering dan terlihat di layarnya yang menghubunginya adalah santi sekertarisnya, Zun langsung menjawab panggilan itu.


" Ya halo."


" Selamat pagi pak, saya mendapatkan perintah dari bapak direktur untuk memberitahu pak Zun kalau hari ini beliau tidak bisa memimpin rapat dengan perusahaan X karena hari ini beliau kurang enak badan jadi beliau meminta pak Zun untuk menggantikannya." ucap Santi dalam panggilan itu.

__ADS_1


" jam berapa rapat itu akan di mulai" tanya Zun


" Jam 09.00 pak" jawab santi.


Zun melihat jam yang ada di tangan kirinya sudah menunjukan pukul 08.15 dan rapat akan di mulai satu jam lagi, ia berpikir apabila ia tetap mengikuti Larisa pasti ia akan telat untuk mendatangi rapat tersebut dan sudah pasti mengecewakn kakek mertuanya dan juga mengecewakan clientnya.


" Ok saya segera ke kantor." jawab Zun dan langsung mematikan panggilan tersebut.


Zun yang sudah mendapatkan amanat untuk memipin rapat pagi ini langsung bergegas pergi menuju perusahaan Waluyo dan mengurungkan niatnya untuk mengikuti istrinya, Zun langsung menancapkan pedal gas mobilnya dan berlaju dengan kecepatan normal untuk kepergi ke kantor, tapi selama di perjalanan ia masih di hantui rasa penasaran


Sesampainya di loby ia langsung menyuruh security untuk memakirkan mobilnya lalu ia berlari menuju ruang rapat karena ia telah beberapa menit.


Santi yang sudah lebih dulu berada di ruang rapat sudah resah karena waktu rapat sudah mundur beberapa menit karena atasanya belum juga datang dan ia sangat takut client dari perusahaan X kecewa karena menunggu Zun yang tak kunjung datang.


" Akan di mulai jam berapa rapat ini, saya masih harus menghadiri rapat yang lain." ujar seseorang yang berada di ruangan itu dari perusahaan X.


" Maaf pak sabar untuk menunggu beberapa menit lagi, pak Zun agar segera datang." jawab Santi sambil menenangkan client dari perushaan X.


Beberapa menit kemudian terdengar ada yang membuka pintu ruangan membuat pandangan santi langsung menuju pintu itu di dalam hati ia selalu berdoa mudah muadahan yang membuka pintu ruangan itu adalah atasanya., dan benar saja ternyata itu adalah Zun, Santi menghembuskan nafasnya yang menandakan lega karena Zun telah datang dn rapat akan segera di mulai.


Sesampainya di ruang rapat Zun melihat client dari perusahaan X sudah datang dan di temanin oleh Santi yang sudah pasti menunggu kehadirannya.


" Maaf saya telat karena ada trabel di jalan, mari kita mulai rapat ini." ucap Zun


lalu rapat itu segera berjalan Zun mempersentasikan bahan rapat tersebut tapi di tengah presentasi itu Zun terlihat sedang kurang konsentrasi membuat beberapa kali ia salah dalam menjelaskan presentasi , tapi untung saja ada sekertarisnya yang membantu dan rapat hari ini berjalan dengan sukses.


Client dari perusahaan X puas dengan hasil presentasi pada rapat tersebut yang artinya kerja sama antara perusahaan X dan perusahaan waluyo akan segera di laksanakan. lalu perwakilan dari perusahaan X menandatangin surat perjanjian yang telah di buat oleh perusahaan waluyo dan juga Zun ikut serta dalam menandatangani surat perjanjian itu dan mengakhiri dengan berjabat tangan.


Setelah Zun mengantarkan clientnya untuk pergi ia langsung memasuki ruangannya ia duduk di kursi miliknya, tapi bukannya bekerja ia malah melamun memikirkan istrinya karna di dalan pikirannya masih penuh dengan tanda tanya.


Lamunan Zun kabur kerika ia mendengar suara ketukan pada pintu ruangannya.

__ADS_1


" Masuk."


Lalu seseorang membuka pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan, ternyata itu adalah sekertarisnya.


santi berjalan menuju meja atasannya dan mwmbawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh Zun.


" Permisi pak, ada beberapa berkas lagi yang harus bapa tanda tangani" santi langsung menyodorkan berkas itu kepada Zun dan ia mengambil lagi berkas itu ketika sudah di lihatnya Zun mendatangani.


Ia langsung berniat pergi dari ruangan atasannya, namun ketika ia baru membalikan badan ia mendengar atasanya menyebut namanya lalu ia membalikan tubuhnya lagi dan saat ini ia sudah berhadapan oleh Zun.


" Iya ada apa pak." jawab Santi.


" Terimakasih kamu sudah membantu saya dalam preaentasi tadi." ucap Zun


santi tersenyum " Itu sudah kewajiban saya pak untuk mwmbantu bapak, tapi pak maaf kalo saya boleh bertanya hari ini sepertinya bapa terlihat lebih murung apa ada masalah." tanya santi dengan lancang .


" tidak, Sudah sana kamu kembali bekerja." jawab Zun tegas, Jelas saja ia tak akan menceritakan masalah rumah tangganya oleh siapapun


" Oh maaf pak kalau saya lancang, saya permisi pak." Santi langsung berbalik badan dan keluar dari ruangan itu.


setelah santi pergi dari ruangannya terlintas di pikiran Zun kalau tadi pagi kakek mertuanya itu sedang tidak enak badan lalu ia mengambil ponselnya, ia berniat untuk menghubungi kakek mertuanya tapi niatnya di urungkan karena takut mengganggu apabila kakeknya itu sedang istirahat lalu ia mencoba menelpon telfon rumah karena sudah pasti yang mengangkat adalah Mbok Jum dan ia akan menanyakan kabar kakek mertuanya melalui Mbok Jum.


hay guys dukung author dalam karya ini ya


jangan lupa like and vote kalian


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang telah membaca karya author.🙏🙏


__ADS_2