Terpaksa Menerima Perjodohan Ini

Terpaksa Menerima Perjodohan Ini
Menunggu pulang


__ADS_3

Hay guys author kembal up nih


Mohon maaf apabila karya author kurang menarik, author sudah melakukan


semaksmal mungkin ya.


"Happy reading gays"


Setelah Waluyo sudah terlelap Larisa kembali ke kamarnya,  salah satu ruangan yang menjadi tempat favoritnya, ini adalah waktu yang tepat untuk ia besantai setelah seharian mengurus kakeknya ia menghabiskan waktunya untuk membaca komik kesukaannya..


Suara petir yang menggelegar membuat dirinya kaget dan tersadar bahwa malam semakin larut namun sampai saat ini Zun belum juga sampai rumah,ketika ada suara mobil yang terdengar melintasi jalanan depan


rumah Waluyo Larisa langsung melongok dari jendela kamarnya untuk memastikan dan berharap suara mobil itu adalah mobil yang di kendarai oleh Zun.


“ kemana dia sampai saat ini belum juga pulang” dengusnya kesal, ia mencoba menghubungi Zun menggunakan ponselnya tapi niatnya langsung ia urungkan, apalagi alasannya kalau bukan karna gengsi yang sampai saat ini masih menguasai hatinya.


Merasa hatinya di penuhi rasa gelisa ia mencoba keluar dari kamarny dan menuju ke dapur untuk mengambil air putih dingin, malam itu keadaan rumah Waluyo sudah sangat sepi karena penghuni rumah sudah


tertidur sedari tadi kecuali Larisa.


Di saat ia menuangkan air kedalam gelas lagi lagi ia di kagetkan dengan sura petir yang menggelegar . uara petir itu membuat hatinya semakn gelisa karena di luar sudah


turun hujan yang sangat deras di tambah oleh hembusan angin yang kencang dan di iringi suara petir yang menggelegar.


Setelah tenggorokannya merasa sudah tidak kering lagi Larisa menuju ruang tamu iya berniat menunggu kedatangan Zun, di saat dirinya baru akan menduduki sofa terdengar dari luar suara mobil  ia segera mengintip dari jendela untuk memastikan nbahwa itu adalah suara mobil milik Zun, ternyata benar ia suara mobil itu adalah milik Zun. Ia segera membukakan pintu dan keluar menuju teras untuk menyambut kedatangan suaminya, sifat Larisa terkadang sering berubah ubah dan tidak bisa di tebak oleh Zun kadang ia bisa terlihat baik pada Zun kadang juga ia sangat mengacuhkan Zun bahkan menganggap Zun tidak ada.


Di saat mobil Zun baru memasuki garasi dn dari dalam mobil Zun sudah melihat sosok Larisa yang berdidri di depan teras, sungguh dengan percaya dirinya Zun sudah bisa menebak bahwa Larisa sedang menunggu


kedatangannya, untuk pertama kalinya memang Zun pulang sangat larut malam biasanya walaupun akan pulang telat ia tidak pernah pulang melebihi jam sepuluh malam, tapi untuk kali ini ia pulang sangat molor sekali itu karena ia harus mengerjakan pekerjaan yang ia tinggalkan selama beberapa hari dan juga ia harus merancang beberapa startegi yang sudah di bahas dalam rapat tadi pagi.


Setelah selesai memarkirkan mobilnya di garasi Zun keluar dari mobil ia berlari kecil untuk cepat meneduh lalu ia  langsung mengahampiri istrinya yang sedang menunggunya di teras depan rumah dari jauh Zun melemparkan senyuman pada Larisa dan tak di sangka ternyata Larisa membalas senyuman itu, senuman itu ibarat obat penghilang lelah buat Zun setelah seharian tenaga dan pikirannya terkuras di kantor.

__ADS_1


Larisa menyambut kedatangan suaminya di lihatnya baju Zun yang sedikit basah karna guyuran air hujan saat dirinya keluar dari mobil, Larisa membalas senyuman yang di lemparkan oleh Zun dan tanpa di sadari ia


membalas senyuman itu, kini Zun sudah berada di hadapannya ia segera mengambil tas kerja milik Zun, kali ini membawa tas milik Zun adalah kemauannya, mungkin di dalam hatinya sudah ada benih benih cinta untuk


Zun


Mereka langsung menuju kamar di dalam ruangan itu ada sedkit perbncangan anatar pasangan suami istri itu namun tak lama Larisa keluar dari kamar dan menuju dapur untuk menghangatkan makanan untuk


suaminya, sebelumnya Larisa juga menyiapkan air hangat untuk suaminya.


Di dapur Larisa di sibukan dengan menghangatkan makanan untuk suaminya


tak lupa ia juga membuatkan teh manis untuk Zun,  diaat dirinya sedang menyiapkan makana di atas meja ia mendapati Zun sudah ada di belakang dirinya, tadinya Zun mencoba untuk mengagetkan istrinya tapi sayang


usahanya gagal Larisa sudah bisa terdar lebih dulu kalau di belakangnya ada seseorang yang sedang berdiri


.


“Kamu pasti ingin mengagetkan ku kan?”  tebak Larisa


menduduki tubuhnya di bangku itu untuk bersiap siap untuk makan malam itu menunjukan pukul 00.30 makan malam yang sangat kemalaman baginya, Larisa dengan segera menyendokan nasi dan lauk pada piring milik Zun.


“Kamu sudah makan?” tanya Zun pada istrinya sambil mennanggapi piring


yang di sudah penuh terisi nasi dan lauk yang tadi di sendok oleh istrinya.


“Sudah tadi” jawabnya, kini Larisa duduk di depan Zun ia menemani suaminya makan dan di meja makan itu mereka juga saling berbincng tentang keadaan hari ini.


“Bagaimana keadaan kakek?” tanya Zun.


“Ya masih seperti kemarin belum ada perubahan, besok jadal kakek untuk cuci darah”.

__ADS_1


“Ya sudah besok aku akan pulang cepat untuk mengantar kakek”.


"Biar aku saja yang antar,kamu fokus saja dengan perusahaan”.


“Yakin ga mau aku antar?”


“Iya, bagaimana keadaan kantor?”


Sumpah demi apa kali ini Larisa menanyakan soal perusahaan yang selama ini sudah di bangun oleh Waluyo dengan susah payah, buasanya Larisa sangat tidak tertarik apabila ada pembicraan tentang perusahaan.


“Semua berjalan lancar, para direksi menerma dengan ide yang aku sarankan dan mudah mudahan gebrakan baru itu akan segera bisa


terlaksana sebelum rapat umum pemegang shaam di adakan”.  Jawab Zun dengan semangat


“Untuk saat ini sepertinya aku belum tertarik untuk ikut memimpin perusahaan itu, jadi biar kamu sajalah yang mengurusnya”.  Imbuhnya


Ya Tuhan baru saja beberappa detik yang lalu Larisa menanyakan soal perusahaan, Zun pikir Larisa akan ikut andil untuk memimpin perusahaan bersama dirinya ternyata pikiran Zun salah tetap saja Larisa belum


tertarik untuk ikut gabung ke dalam perushaan.


“Mau tidak mau kamu harus ikut andil dalam mengurus perusahaan, bagaimanapun perusahaan itu milik kakek.” Perkataan Zun sembari menasehati istrinya, namun Larisa tidak menjawab perkataan Zun ia


merenungkan pkirannya sejenak bahwa perkataan suaminya itu memanglah


benar.


setelah makan malam selesai pasangan suami istri langsung menuju ke kamar dan berniat untuk beristirahat, dan seperti waktu itu walaupun berada di dalam ruangan yang sama dan mereka adalah pasangan suami


istri Zun dan Larisa tidak tidur di ranjang yang sama Zun tidur di sofa sedangkan Larisa tidur di ranjangnnya.


mohon maaf banget nih author jarang up karena ada kerjaan di dunia nyata yang ga bisa author tinggalin .

__ADS_1


mohon dukungannya ya jangan lupa like and vote karya author


Terima kasih😁


__ADS_2