Terpaksa Menikahi Duda Arrogant

Terpaksa Menikahi Duda Arrogant
Pemaksaan Keluarga


__ADS_3

Maya menutup telepon dengan wajah kesal, seperti baru mendapat gangguan yang mungkin membuatnya kesal.


"Darimana dia tahu nomorku? Bagaimana bisa dia mendapatkannya?!" Gumamnya kesal.


Maya kemudian mengeluarkan sim-card dari dalam ponselnya dan mematahkannya, lalu melemparkannya kedalam tempat sampah didalam ruangannya.


Setelah itu ia duduk diatas kursi kerjanya sambil memijit-mijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Seharian ini Maya merasa pusing dengan seluruh kejadian aneh yang ia hadapi.


Mulai dari Azka dan Rudra, hingga Meisya yang mengaku sebagai sahabat Daren.


Entah bagaimana aku harus menghadapinya, tapi aku harus mencari tahu dan mengetahui faktanya terlebih dahulu!


"Tapi tunggu, aku harus membereskan manusia arrogant itu terlebih dahulu sebelum aku melakukan hal lainnya!" Geram Maya sambil bergegas untuk menuju ke bengkel memperbaiki mobil Rudra.


Sesampainya di bengkel Maya langsung menyuruh montir untuk memperbaiki mobil milik Rudra. Hingga sore hari menjelang malam, akhirnya mobil Rudra sudah mulus kembali seperti semula saat sebelum Maya menendang mobilnya hingga lecet.


"Berapa biayanya?" Tanya Maya pada montir yang memperbaiki mobil Rudra.


Setelah membayar biaya perbaikan mobil Maya segera menelepon Rudra dan memintanya untuk mengambil mobil.


Sampai hampir satu jam akhirnya Rudra datang diantar oleh seorang pengendara motor.


"Silahkan, Tuan Rudra yang terhormat!" Sambut Maya dengan wajah yang berusaha diramah-ramahkan.


"Berapa biayanya?"


"Kenapa menanyakan biaya? Tenang saja! Tidak menghabiskan satu milyar untuk memperbaikinya, aku sudah membayarnya juga!" Sinis Maya dengan wajah menyombongkan diri.


Rudra mendegus sebal, lalu mendekati mobilnya dan berjalan mengelilingi sambil melihat setiap sisi mobilnya. Tak lama ia sudah berada di hadapan Maya kembali.


"Bagus, berapa biayanya?" Rudra mengulangi pertanyaannya.


"Kenapa kau bertanya lagi?! Sudah aku bilang bahwa biayanya tidak menghabiskan satu milyar!" Bentak Maya.


Rudra tergelak mendengar kata-kata Maya. Lalu menunjuk Maya dengan jari telunjuknya.


"Kau pikir aku bodoh? Aku tahu bahwa biayanya jangankan satu milyar, bahkan tidak berjuta-juta!"


"Lalu mengapa kau bertanya berapa biayanya jika kau tahu?"


Rudra menatap Maya dengan tatapan mengejek, lalu tanpa menjawab pertanyaan Maya ia langsung memasuki mobilnya dan melajukannya.


Dada Maya merasa sesak, bukan karena ia akan menangis akan tetapi karena kesal dan menahan amarah terhadap Rudra.


"Dasar pria sombong! Kau seharusnya dibuang ke hutan Amazon karena kesombonganmu itu!" Rutuk Maya.


...****************...


Sepanjang perjalanan Rudra mentertawakan Maya. Ia merasa puas telah mengerjai wanita itu.

__ADS_1


"Bagaimana bisa dia benar-benar memperbaiki mobilku? Bukankah itu kebodohan yang sangat lucu?!" Gumamnya sambil terkekeh.


"Dari sekian banyak wanita di dunia ini, mungkin hanya dia yang sebodoh itu." Gumamnya lagi dengan senyuman yang merekah dibibirnya.


Rudra melajukan mobilnya menuju rumah keluarganya, hari ini ia terpaksa pulang kembali ke rumah tersebut karena Dirga sang ayah memanggilnya dengan alasan ada hal yang sangat penting yang harus dibahas.


Sesampainya di rumah tampak semua sedang berkumpul. Bahkan Azka dan Sina ikut berkumpul disana.


"Kalian sepertinya kompak sekali untuk perkumpulan seperti ini!" Ucap Rudra memecah keheningan antara keluarganya.


Dirga yang semula menunduk mendongakan kepalanya menatap Rudra dengan tatapan penuh kasih sayang.


Rudra terenyuh dengan tatapan Dirga. Sebab, baru kali ini ayahnya memancarkan tatapan kasih sayang terhadapnya setelah hampir dua puluh tahun Dirga menyiksa Rudra dengan pendidikan dan karir.


"Kenapa kau menatap seperti itu padaku?" Tanya Rudra pada Dirga.


Dirga berdiri dari duduknya, lalu menghampiri Rudra yang masih berdiri dengan jarak satu meter dari tempat ia duduk.


"Jangan seperti itu, aku aya..."


"Aku ayahmu!" Potong Rudra. "Tapi maaf, seorang ayah tidak akan memaksakan kehendak pada putranya!"


Indri ikut berdiri dan menghampiri Dirga dan Rudra.


"Rudra, ibu mohon tenanglah sebentar. Kami ingin menyampaikan sesuatu yang penting padamu!" Ucap Indri dengan wajah memelas.


Melihat wajah ibunya Rudra mencoba meredam amarahnya dan membawa Indri duduk disofa.


"Katakan!" Ucap Rudra.


"Pernikahanmu dan Maya sudah ditentukan, dihari pernikahan Maya dengan Daren itu adalah hari pernikahanmu dengan Maya!" Ucap Azka.


Rudra tertawa sinis. Kemudian berdiri lagi dan mendekat pada Azka.


"Kau!" Ucap Rudra sambil menunjuk Azka.


"Iya, aku tahu ini pemaksaan tapi tolonglah aku. Lindungi adikku dari Daren." Azka memohon pada Rudra.


"Kak, aku mohon. Bukankah aku adalah adikmu? Artinya keluarga Azka juga keluargaku, kan? Jadi aku mohon tolonglah aku." Timpal Sina dengan wajah memohon.


Rudra membalikan tubuhnya membelakangi Azka, Sina, dan keluarganya.


"Apa kalian sudah jadi amnesia hanya karena seorang wanita bernama Maya? Aku punya Meisya! Tidak mungkin mengizinkan wanita manapun untuk memasuki hidupku, apalagi menikah denganku!" Hardik Rudra masih dengan tubuh membelakangi semua orang yang berada disana.


Indri berdiri, menghampiri Rudra lagi dan menepuk bahunya.


"Lantas, sampai kapan kau akan berharap pada Meisya? Bagaimana dengan seluruh pengkhianatannya? Anggap saja, kau membalas pengkhianatan Meisya dan Daren waktu itu dengan merebut kekasihnya Daren! Maya itu sangat lugu dan polos! Bahkan ia tidak tahu bagaimana Daren yang sebenar-benarnya." Ujar Indri menjelaskan.


Akan tetapi Rudra adalah Rudra yang egois dan arrogant hanya memikirkan dirinya sendiri. Tidak memikirkan semua yang telah dilakuka Meisya padanya, yang Rudra tahu bahwa ia mencintai Meisya dan Meisya sangat mencintainya.

__ADS_1


Tanpa berkata apapun Rudra bergegas menaiki tangga, memasuki kamarnya dan menguncinya.


Rudra mengambil salah satu figura yang terpampang foto Meisya, menatapnya dengan penuh harap.


"Lihat! Mereka egois, tidak pernah memikirkanku. Hanya kau yang memikirkan aku dan selalu memikirkan aku." Ucapnya sambil menatap foto Meisya.


Memang tidak mudah melupakan seseorang yang telah kita cintai selama bertahun-tahun. Apalagi jika sudah pernah terikat dalam sebuah tali ikatan bernama pernikahan.


"Dimana kau sekarang? Apakah kau benar-benar seperti apa yang keluargaku katakan? Tapi aku tidak percaya, kau pasti saat ini masih mencintaiku dan ingin kita bersama lagi seutuhnya bukan?" Ucap Rudra masih dengan memandang fotonya bersama Meisya dan Annika.


Rudra menyimpan kembali foto tersebut di tempat asalnya kemudian merebahkan dirinya di tempat tidur hingga tak sadar dirinya mulai masuk kedalam mimpinya.


...****************...


Setelah pulang dari bengkel Maya tak langsung pulang menuju rumahnya, melainkan berniat untuk mencari tahu kebenaran perihal Daren dan wanita bernama Meisya.


Sepanjang perjalanan ia sudah bertanya pada Daren melalui telepon. Terutama bertanya dimana posisinya berada saat ini.


"Kau dimana?"


"Aku sedang berada dirumah, sedang mempersiapkan pernikahan kita. Jadi jangan mengganggu, atau aku akan membuat pernikahan kita menjadi memalukan karena tidak fokus!" Ketus Daren dalam telepon.


Maya menghela napas pelan, lalu terkekeh.


Setelah telepon tertutup hati Maya mulai menenang tidak memikirkan lagi hal-hal negatif tentang Daren. Kini Maya mengubah arah laju mobilnya menuju rumah.


Ditengah perjalanan, Maya merasa terkejut dengan pemandangan dihadapannya.


Ia dikejutkan dengan mobil didepannya. Mobil yang sangat ia kenali selama enam tahun ini.


Bukankah itu mobil Daren?


Maya menancap gas, mencoba menyusul mobil didepannya dan mengikutinya. Maya terus mengikuti mobil itu hingga akhirnya berhenti di depan sebuah apartemen yang sangat ia kenali.


Apartemen milik Daren yang sangat sering ia kunjungi.


Dia bilang tadi dirumah, lalu apa ini....?


Maya berkali-kali menggelengkan kepalanya, mencoba menepis dan menghilangkan pikiran negatifnya.


Tidak, itu tidak mungkin!


Mungkin itu orang lain, aku harus melihat dulu siapa yang berada di dalam mobil baru mengambil kesimpulan!


Maya memperhatikan mobil yang sudah terparkir di parkiran apartemen itu, hingga pintu mobil bagian pengemudi terbuka dan menampilkan sebuah kaki de gan sepatu berukuran besar turun dari mobil.


Perlahan, kaki hingga tubuhnya mulai muncul dan keluar dari dalam mobil tersebut.


Maya terus memperhatikannya. Hingga seluruh tubuh yang tak lain sesosok pria benar-benar sudah keluar dari dalam mobil menampilkan sosok yang tidak asing.

__ADS_1


"Tidak mungkin!"


Bersambung...


__ADS_2