Terpaksa Menikahi Duda Arrogant

Terpaksa Menikahi Duda Arrogant
Lanjut Lagi


__ADS_3

Di atas sebuah balkon kamar, seorang pria tengah menatap seorang wanita dengan tatapan sendu.


"Kau yakin dengan keputusanmu? Aku mohon, pertimbangkan kembali!" Wajahnya memelas, tangannya memohon dan terlihat ketulusan di matanya.


Sementara sang wanita membuang pandang ke arah lain, tak ingin bersitatap dengan pria itu.


"Kau ingat perjanjian yang kau buat waktu itu? Kau..., ah, sungguh keterlaluan!" Ucap wanita berambut panjang dengan wajah manis itu sambil membelakangi pria itu dan menatap ke bawah, dimana sebuah taman yang dihiasi berbagai macam bunga indah terdapat disana.


"Tapi, itu karena-"


"Rudra, jangan memaksakan sesuatu yang akan kau sesali! Tidak ada cinta di antara kita!" Maya menggenggam tangan Rudra, sesaat kemudian melepaskannya.


"Kau boleh melihat anakmu kapanpun kau mau, tapi jangan pernah memisahkannya dariku!" Maya bergegas pergi, meninggalkan Rudra yang masih terpaku dengan penuh penyesalan disana.


Semua yang dilalui bersama Rudra, bagi Maya itu adalah takdir yang tidak harus disesali. Takdir yang mengajarkannya akan kesabaran dan cara meluluhkan hati yang sekeras batu.


Juga takdir yang telah menghadirkan seorang anak anugerah terindah dari Tuhan untuk Maya.


Rudra menatap kepergian Maya menyesal, ia tak pernah menyangka bahwa semua akan berakhir dengan penyesalan.


"Tidak, aku tidak bisa membiarkan ini!" Ucapnya pada dirinya sendiri sambil bergegas dan berlari menyusul Maya.


Terlihat Maya baru saja masuk ke mobilnya, Rudra pun langsung berlari dan menahan pintu mobil yang baru akan di tutup oleh Maya.

__ADS_1


"Tidak, jangan pergi!" Kata Rudra dengan napas terengah-engah.


Maya menatap Rudra datar, kemudian menundukan pandangannya.


"Lepaskan, aku tetap akan pergi. Semua sudah jelas, dari awal pernikahan kita terpaksa, meski akhirnya kita memiliki seorang anak." Maya menyentuh tangan Rudra, kemudian melepaskannya dari pintu mobilnya.


Rudra tidak berdiam diri saja, ia langsung membuka pintu belakang dan masuk ke dalam mobilnya.


"Kau bisa pergi!" Ucap Rudra diiringi senyum.


Maya menghela napas panjang, kemudian menutup pintu mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Kau bosan hidup? Jika ya, berikan anakku padaku!"


Maya langsung memelankan laju mobilnya.


"Hey! Apa yang kau lakukan?!" Teriak Maya tak lepas juga memberi tatapan tajam pada Rudra.


"Turun!" Rudra membuka pintu mobil.


"Ini mobilku!" Ketus Maya dengan membuang pandang ke arah samping, mencoba menghindari tatapan mata indah Rudra.


"Turun! Atau aku akan...-"

__ADS_1


"Kau mengancamku?" Maya mengembalikan pandangannya menatap Rudra, membuat Rudra secara refleks langsung mendekatkan wajahnya pada Maya.


Bruk


Pintu ditutup dengan kencang. Di dalam menyisakan dua orang yang masih berpandangan dengan jarak yang mungkin bisa di bilang hanya sekitar 5 sentimeter lagi.


Keduanya tak sadar, telah memarkirkan mobilnya sembarangan di tengah jalan.


"Jangan pergi, berikan aku kesempatan. Aku akan meluruskan segala kesalahpahaman dan masalah yang aku sebabkan!" Ucapnya lembut seraya terus mendekatkan bibirnya pada wajah Maya.


Maya memejamkan matanya, terutama ketika napas masing-masing sudah bisa dirasakan satu sama lain.


"Aku mencintaimu," lirih Rudra.


"Maafkan aku," ia terus membisikan kata-kata pada Maya yang hanya mampu memejamkan matanya dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.


Di luar, seseorang menatap mobil putih yang berhenti di tengah jalan tersebut dan sedang melangkah menghampirinya.


Sedang Rudra dan Maya kini tengah dibuai oleh indahnya cinta. Dengan sengaja, Rudra melakukan ciuman lembut untuk Maya.


Tok tok tok


"Permisi, apa mobil kalian mogok? Jika tidak, tolong keluar!"

__ADS_1


Bersambung...


Karena aku gak suka meninggalkan cerita yang belum diselesaikan, jadi disini juga akan dilanjut sampai tamat tapi jadwal up tidak tentu karena harus kejar tayang juga di rumah lain.


__ADS_2