
"Rudra," Seorang wanita dengan paras cantik menghampiri Rudra yang sibuk menggendong bayi bersama Maya.
Rudra dan Maya menoleh bersamaan.
"Meisya," Rudra berucap ragum Sementara Maya hanya melirik sekilas pada Rudra sampai akhirnya memutuskan untuk membawa bayinya masuk ke dalam.
"Kita perlu bicara!"
"Ya, kita perlu bicara sepertinya aku juga yang harus bicara lebih dulu sebelum kau bicara."
Rudra mempersilahkan Meisya duduk, semua itu tak luput dari pandangan dan pendengaran Maya yang berdiri di atas balkon kamarnya.
"Berhenti datang ke rumahku dan menggangguk kehidupan baruku!" Rudra berkata dengan tegas.
Meisya langsung bertekuk lutut di hadapan Rudra, tangisnya sudah meledak.
"Apa yang kau katakan? Aku tidak mungkin meninggalkanmu, aku sangat mencintaimu! Bukankah kau sudah berjanji pada Roy untuk bersamaku?"
Rudra hanya terkekeh pelan, lalu ia berdesis pada Meisya.
"Janjiku sebelum semua terungkap, tapi kenyataannya ada pria lain bukan yang ingin menjagamu? Bahkan dia mampu menghangatkan ranjang dan tubuhmu!"
Duaar...
Meisya tersentak, ia merasa terkejut dengan pernyataan Rudra yang ternyata telah mengetahui hubungan gelapnya.
"Daren, mantan kekasih Maya itu, kan? Dia, kan yang telah menjadi pilihan hati dan hasratmu?"
Meisya menunduk, membuang pandang. Rudra membingkai pipi Meisya, mencoba membuat Meisya menatapnya.
"Tatap aku!" Seraya mengunci pandangan Meisya.
__ADS_1
"Pergilah! Itu keinginanmu, pilihan dan jalan yang kau pilih! Jangan datang lagi pada kehidupanku, kau lihat di atas sana baik-baik!" Rudra menunjuk Maya yang tengah menggendong bayinya di atas balkon.
Maya tersenyum pada Rudra dan Meisya.
"Hatiku sudah dimiliki oleh ibu dari anakku,"
"Tapi-" Rudra meletakan jari telunjuknya di depan bibir Meisya.
"Jaga Annika baik-baik, semoga kau bahagia bersama Daren. Pergilah sejauh mungkin bersama jalan hidupmu yang baru. Mulai hari ini, aku lepaskan dirimu Meisya Permadi. Tanggung jawab atas dirimu milik Daren, mulai hari ini kita tidak punya hubungan apapun lagi. Aku menyelesaikan semuanya secara baik-baik, tolong kau juga terima ini secara perlahan agar tidak ada dendam di hatimu, Mei!"
Tanpa menunggu jawaban dan menatap Meisya lagi, Rudra bergegas masuk ke dalam rumah.
Detik berikutnya ia sudah bersama Maya di atas balkon.
"Bagaimana dia?" Maya menunjuk Meisya yang masih berdiri di halaman rumahnya dengan dagunya.
"Semua sudah aku selesaikan dan akhiri dengan baik, aku harap dia juga menerimanya dengan baik."
"Jangan bahas lagi, semua sudah aku selesaikan! Jangan memulai masalah baru, Mayada!" Ketus Rudra sambil mengambil bayinya dan membawanya masuk ke dalam.
Maya hanya mampu menghela napas kasar, kemudian melihat lagi ke arah taman.
Meisya sedang menatapnya, sambil tersenyum tulus. Lalu ia mengangkat kedua tangannya, menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada dan tersenyum lagi pada Maya.
Maya melakukan hal serupa, senyumnya tak kalah tulus dari senyuman Meisya.
Setelah itu, Meisya melangkah meninggalkan lingkungan tempat kediaman Rudra dan Maya.
...****************...
Hari itu, pagi dimulai dengan suasana rumah yang nampak tenang namun tak terkesan dingin juga.
__ADS_1
3 orang nampak duduk melingkari meja makan bergaya minimalis tersebut. Ketiganya juga sibuk melahap nasi goreng yang masih hangat tersebut.
"Huft," Salah satunya mengipasi bibirnya dengan tangannya.
"Pelan-pelan, nanti bibirmu terbakar nasi goreng panas!" Seorang wanita yang mulai menginjak usia kepala 3 itu memperingatkan.
"Aku sudah telat! Ayah tolong cepat juga!"
Pria yang disebut ayah hanya mengangguk dan masih dengan santai melahap nasi goreng bagiannya.
"Ayah lambat!" Rutuk anak berusia 8 tahun itu sambil mendelik tajam.
Ia juga bergegas keluar setelah meneguk segelas air putih.
"Anak siapa itu? Yang suka sekali mengatai ayahnya sendiri lambat!" Pria berumur 32 tahun itu menggerutu.
"Aku ingatkan Rudra, dia itu anakmu sendiri! Cepat pergi sebelum dia berteri-"
"AYAAAAAHHHHH!!!"
"IYA SEBENTAR...!!!" Keduanya serempak berteriak.
"Aku berangkat!" Rudra meraih kunci mobil, kemudian keluar setelah mengecup kening istri tercintanya tersebut.
...----------------...
...T-A-M-A-T...
...SEASON 1...
Terima kasih buat yang sudah baca novel ini, maaf banyak kesalahan dan berbelit-belit authornya gabut bikin ceritanya. Season 1 tamat, tapi masih ada season 2nya di rumah baru juga ada season 2 nya!!! Jadi jangan unfav ya!!!
__ADS_1