Terpaksa Menikahi Duda Arrogant

Terpaksa Menikahi Duda Arrogant
Promosi


__ADS_3

Bismillah,


Assalamu'alaikum...


Pembaca semua apa kabar? Apakah disini masih ada yang mau membaca karya-karyaku? Kalau ada, yuk mampir ke karya baru aku! Baru realese.


Jauh dari kata CEO atau sejenisnya, jauh dari kata Mafia juga.


Judulnya **Cinta Untuk Embun


Sinopsis / Blurb :


"Mas, aku hamil!" Embun memberikan testpack dengan strip dua warna merah pada Marsell.


"Hah?! Kok bisa?!" Marsell membelalakan matanya terkejut.


"Maksud kamu? Bukannya kita ngelakuin itu? Aku harap kamu menepati janji kamu, Mas!"


Bukan menjawab, Marsell justru tertunduk sambil memandangi testpack yang menunjukan Embun positif hamil itu.


"Mas!" tegur Embun membuat Marsell tersentak lagi.


"Ya,"


"Kamu harus nepatin janji kamu!" Embun menegaskan, sorot matanya penuh ke khawatiran, takut Marsell tidak menepati janji yang di ucapnya saat melakukan perbuatan terkutuk tempo hari.


"Maaf, Embun!" Marsell memasang senyum mirisnya. "Aku gak bisa menikahi kamu, aku sudah janji sama orang tuaku untuk menikah dengan Karisma."


Embun terdiam dengan mata yang membulat sempurna. Kata-kata Marsell bagaikan petir yang menyambar kepalanya. Ia ingin tak percaya, namun kenyataan sudah berada di depan matanya.


"Gak, Mas!" Embun meraih tangan Marsell, menggenggamnya erat. "Kamu gak bisa begitu!"

__ADS_1


"Begitulah nyatanya, Embun." Marsell berucap dengan santai.


Kemudian Marsell melepaskan genggaman Embun. "Kamu gugurkan saja, bayi itu!" perintah Marsell. "Aku akan membawamu ke klinik aborsi. Aku juga akan menemanimu."


"Enggak! Apapun yang terjadi, aku gak mau gugurin bayi ini! Kamu harus tanggung jawab, Mas!" Embun bersikeras, kemudian dia membalikkan tubuhnya dan mengambil langkah cepat.


"Embun, kamu harus tau kalau aku gak akan bisa menikahi kamu sampai kapanpun!" Marsell berteriak. Langkah Embun terhenti.


Embun melangkah kembali menuju Marsell.


"Mas, kalau kamu gak bisa menikahi aku, lalu kenapa kamu waktu itu mengajakku melakukan perbuatan itu? Kamu juga sudah berjanji, jadi kamu harus bertanggung jawab!" Embun menegaskan dengan nada suara bergetar.


"Waktu itu aku cuma ingin menguji kamu. Ternyata kamu sama dengan wanita lain, yang suka menyerahkan kesuciannya cuma karena cinta. Aku gak yakin, kalo setelah hari itu kamu tidak tidur dengan lelaki lain." Tuduh Marsell, membuat hati Embun hancur berkeping-keping.


"Kamu nuduh aku selingkuh, Mas?! Aku gak semurah itu!"


"Terserah, tapi aku gak bisa menikahi kamu!" Marsell menegaskan.


"Ini, ambilah!" ucapnya sambil memaksa tangan Embun menerimanya. "Lupain aku, gugurkan bayi itu!"


"Mas, enggak, Mas! Kamu harus tanggung jawab!" Embun menolak keras, sambil melemparkan amplop itu hingga isinya jatuh berserakan.


"Maaf, Embun! Kamu bukan wanita yang baik!" Marsell melepaskan tangan Embun yang memegang tangannya, lalu menaiki motor maticnya dan melajukannya secepat mungkin.


"Mas! Enggak, kamu gak boleh begini!" Embun berlari mengejar Marsell, namun langkahnya tak bisa mengimbangi kecepatan laju sepeda motor.


Ia menangis tersedu-sedu, menjadi pusat perhatian orang yang berlalu-lalang di depan sebuah kebun yang baru saja menjadi saksi bisu Marsell meninggalkannya.


Embun menyudahi tangisnya, ketika seorang pria berjalan ke arahnya.


"Dek, maaf, mau tanya. Rumahnya pak kepala desa di sebelah mana?" tanya pria itu sambil menatap Embun kebingungan.

__ADS_1


Embun menghapus sisa air mata di wajahnya, kemudian menunjukkan arah rumah kepala desa. "Di sana, saya anaknya kepala desa." Embun memperkenalkan dirinya.


Ya, Embun adalah putri sulung sang kepala desa di daerah tempatnya tinggal tersebut. Kecantikan Embun sudah tak di ragukan lagi, sehingga ia dijuluki bunga desa. Tak jarang pria-pria muda maupun tua terpikat olehnya, meski begitu, Embun bukan wanita yang mudah mencintai pria. Hingga kedatangan seorang pria dari kota, bernama Marsellio Perwira berhasil meluluhkan dan mendapatkan hati Embun dan mendapatkan kesucian Embun.


"Kalau begitu bisa antar saya?"


Embun menganggukan kepalanya, kemudian bergegas melangkah menuju rumahnya.


Tepat sekali, ketika Embun sampai di pekarangan rumahnya yang cukup luas dan sejuk dengan berbagai tanaman menghiasi, sang ayah sedang berada di rumah. Duduk saling berdampingan.


Pemandangan berbeda membuat Embun sedikit terkejut dan kebingungan. Sebab, dua orang asing tak dikenal juga berada di ruang tamu rumahnya yang terlihat karena pintu utama yang langsung menunjukan ruang tamu terbuka lebar.


"Akhirnya, datang juga kamu, Nak!" dua orang asing itu menyambut kedatangan Embun dan pria yang asing di mata Embun. Keduanya memeluk pria muda itu.


"Nah ini Fajar Antariksa, kalian masih ingat, kan? Yang waktu kecil sering tarik-tarik pipi Embun yang masih bayi." Keduanya menepuk punggung pria yang disebutkan bernama Fajar tersebut.


"Iya, kami tahu. Itu Embun." Pak Heri, ayah Embun menunjuk ke arah Embun.


"Wah, cantiknya calon menantu kami!"


Calon menantu?! Apa maksudnya ini**?!


Tayang di 2 aplikasi, disarankan mampir ke aplikasi hijau, mungkin tau tanpa perlu di jelaskan lagi. aplikasi K B M. Disana akan update lebih cepat dengan 1 bab yang isinya lumayan.



Untuk info seputar update, boleh follow Ig aku : Siran_ran21


Sekian dulu ya dari aku...


Wassalam...

__ADS_1


__ADS_2