Terpaksa Menikahi Duda Arrogant

Terpaksa Menikahi Duda Arrogant
Direnggut Paksa


__ADS_3

Desta membuka seluruh kain yang menutupi tubuhnya dan tubuh Meisya. Dengan cepat, ia melakukan hak yang tidak diduga.


Meisya yang sudah mulai sadar terkejut saat mendapati seseorang berada diatas tubuhnya dengan tindakan yang menjijikan. Meisya meronta dengan seluruh kekuatan dimilikinya, berusaha menghentikan pria yang sedang menggerayangi bagian-bagian sensitifnya.


Namun dengan kuatnya, Desta menahan Meisya. Membuat Meisya melemah dan akhirnya pasrah hanya bisa menangis menerima tindakan Desta.


Kini Desta mulai melancarkan aksinya, ia membuka kaki Meisya dengan lebar dan mengarahkan keris siamang tunggal miliknya pada penutup keris tersebut.


Meisya menjerit, dikala keris itu menyatu dengan miliknya. Menjerit dengan air mata yang terus mengalir. Kini lengkap sudah penderitaannya.


Kesuciannya telah direnggut paksa oleh pria menjijikan seperti Desta. Disaat ia telah kehilangan Roy, bahkan kini harga dirinyapun menghilang.


Beberapa saat, tubuh Roy akhirnya ambruk diatas tubuh Meisya dengan kerisnya yang masih menyatu dengan milik Meisya.


Meisya menangis terisak, hidupnya tekah hancur dan tiada guna lagi. Kini apa yang harus ia pertahankan? Meisya melepaskan penyatuan tersebut dengan kasar, mendorong tubuh Roy hingga terguling disampingnya.


Pakaian yang teronggok dimana saja Meisya ambil dan segera memakainya dikamar mandi.


Setelah itu, Meisya segera pergi daru villa milik Desta dengan langkah yang tertatih karena menahan sakit dibagian intinya. Meski dengan rasa sakit dan air mata, akhirnya Meisya berhasil sampai dirumahnya.


Kedua orang tua Meisya menatap Meisya dengan tatapan bingung ketika melihat penampilan Meisya yang sudah sangat kusut dengan mata yang sembab dan kaki yang berjalan tertatih.


"Mei, darimana saja?"


"Aku dari makam Roy," bohong Meisya. "Bu, aku istirahat dulu ya?" Tanpa menunggu jawaban dari ibunya, Meisya segera berlalu memasuki kamarnya.


Di kamar, Meisya langsung memasuki kamar mandi dan menghidupkan shower. Ia menyandarkan dirinya ke dinding kamar mandinya. Tiba-tiba tangisan keluar begitu saja tanpa harus diperintahkan, Meisya membiarkan dirinya basah diguyur air yang keluar dari shower.


Kemudian Meisya membuka seluruh pakaiannya dan memperhatikan dirinya dicermin, serta tubuhnya yang penuh dengan tanda kissmark.


"Tidaaak! Aku menjijikan, aku sangat menjijikan!" Teriaknya sambil memukuli dirinya sendiri.


...****************...


Satu bulan sejak kejadian itu, Meisya menjadi jarang berinteraksi dengan siapapun. Hari ini hari yang telah ditentukan oleh Rudra untuk menikahi Meisya.


Meisya merasa sangat takut, takut akan kebenaran dirinya. Apakah ia harus mengatakan kejadian satu bulan yang lalu itu pada Rudra? Tapi, mungkin Rudra tidak akan mengetahuinya.


Akhirnya Meisya memutuskan untuk merahasiakan segalanya, karena berpikir bahwa Rudra tidak akan mengetahui bahwa dirinya sudah tidak suci lagi.


Pernikahan selesai, hari sudah malam. Meisya dan Rudra sudah berada didalam satu kamar. Meisya sedang duduk diatas ranjang dengan pandangan kosong. Rudra yang duduk diatas kursi kerja memperhatikan Meisya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, di tengah diam keduanya Meisya merasa ada sesuatu yang bergejolak didalam tubuhnya, meminta untuk segera dimuntahkan.


Dengan langkah cepat, Meisya segera memasuki kamar mandi. Di dalam kamar mandi Meisya memuntahkan isi perutnya.


Rudra yang mengikuti Meisya merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Meisya. Rasa curiga muncul didalam diri Rudra.


Bukankah hal seperti ini terjadi pada... Tidak! Mungkin dia terkena gangguan pada lambung atau masuk angin saja!


Rudra mengambil minyak angin, lalu mengoleskannya pada leher bagian belakang Meisya. Keterkejutannya tak berhenti disana.


Rudra melihat ada sebuah tanda bekas luka gores di leher Meisya, membuatnya bertambah curiga.


Kemudian Rudra menarik tangan Meisya keluar kamar mandi, dan membuat Meisya terduduk diatas ranjang.


"Apa yang terjadi padamu? Katakan!" Hardik Rudra.


Meisya menunduk, matanya sudah memanas. Ia sangat kebingungan.


"Meisya Permadi, katakan! Apa kau..."


"Aku..." Potong Meisya terbata-bata.


Rudra menunggu Meisya menceritakan apa yang terjadi padanya, akan tetapi Meisya tetap diam seribu bahasa. Dengan terpaksa Rudra membawa Meisya keluar melalui jalan balkon kamarnya yang terdapat tangga yang membuatnya bisa keluar dari sana.


Tujuan Rudra hanya satu, membawa Meisya kerumah sakit untuk memastikan kecurigaannya salah atau benar.


Sesampainya disana Rudra langsung membawa Meisya masuk kedalam ruang dokter kandungan dan menyuruh dokter yang masih bertugas untuk memeriksanya.


Flashback off.


"Jadi Meisya... Dia..." Maya terbata-bata, tidak tahu harus berkata apa.


"Ya, dia hamil karena Desta." Sina membenarkan prasangka Maya.


"Aku tidak tahu bahwa kisah Meisya semiris itu, tapi apa yang terjadi selanjutnya hingga Rudra dan Meisya berpisah?"


Sina menghela napas panjang, lalu kembali menceritakan segala kisah rumah tangga Rudra yang berakhir karena perceraian.


"Setelah mengetahui Meisya hamil, Rudra mengira bahwa anak itu anaknya Roy. Rudra mulai menyayangi Meisya dan menerima Meisya serta bayi yang dikandungnya, Meisya sendiri semakin hari semakin menyembunyikan fakta bahwa anak yang dikandungnya bukan keturunan Roy melainkan Desta."


"Saat Meisya hamil ke tujuh bulan, Rudra dan Meisya sudah saling mencintai. Bahkan Rudra sangat mencintai Meisya."

__ADS_1


Maya semakin antusias mendengar cerita tentang Rudra, baginya cerita itu bisa membuatnya menemukan petunjuk untuk mempersatukan Meisya dan Rudra kembali.


"Bayi mereka lahir di usia kehamilan kedelapan bulan. Bayi perempuan, Rudra menamai bayi itu Annika Raizada. Tapi, semakin besar Annika tidak memiliki kemiripan baik dengan Meisya ataupun Roy."


"Dua tahun yang lalu, genap usia Annika dua tahun. Rudra melakukan tes DNA hasilnya Annika bukan keturunan keluarganya. Meisya mengatakan segalanya pada Rudra, Rudra masih menerimanya. Tapi beberapa bulan setelah itu Meisya mengatur balas dendam pada Desta lewat adik laki-lakinya. Ia bermain kotor, hingga Rudra mengetahui itu dan menceraikan Meisya saat tahu Meisya tidur dengan adiknya Desta."


"Apa?!"


"Kau tahu siapa adiknya Desta, bukan?" Maya menggeleng. "Daren!"


Mata Maya membulat sempuran setelah mengetahui siapa Desta sebenarnya.


"Lalu kenapa dia menjebak Meisya? Apa mereka punya kisah masa lalu?" Maya semakin penasaran dengan kisah hidup Meisya.


Sina mengangguk, mengiyakan pertanyaan Maya. "Tepat sekali!"


"Meisya dulu menjalin hubungan dengan Desta, tapi kandas karena Meisya memilh jalan masing-masing. Kau tahu apa yang membuat Desta menjadi dendam pada Meisya?" Maya menggeleng cepat.


"Karena setelah memutuskan Desta Maya menjalin hubungan dengan Kak Roy. Darisana kau pasti mengerti seperti apa sakitnya menjadi seorang Desta."


Maya terdiam, ia turut merasa bersedih atas Desta akan tetapi menurutnya balas dendam tidak harua begitu.


"Jadi yang membuat semua menjadi rumit asalnya adalah... Meisya?"


Sina mengangguk, kemudian memegang bahu Maya.


"Jadi, aku mohon sedikit demi sedikit pahamilah Rudra. Buat dia kembali pada Rudra yang dulu. Aku yakin kau bisa melakukannya, cintailah Rudra meskipun dia tidak mencintaimu. Aku percaya cinta bisa membuatnya luluh." Pinta Sina dengan wajah memelas.


Maya terdiam, memikirkan perkataan Sina. Berat baginya untuk berusaha mencintai Rudra.


"Aku akan berusaha, hanya dalam satu tahun jika tidak berhasil maka aku minta maaf padamu kak. Rudra membuat perjanjian bahwa pernikahan ini hanya akan berlangsung satu tahun, jadi aku juga akan mencoba membangun jiwanya kembali dalam satu tahun." Sina mengangguk, kemudian langsung memeluk Maya.


"Terima kasih, semoga berhasil."


Maaf kak, aku akan tetap membuat Meisya dan Rudra bersatu kembali. Aku tidak bisa bersama Rudra.


Seringkali, dalam hati kecil kita sangat tidak menginginkan seseorang. Namun, bagaimana jika orang tersebut menjadi takdir hidupnya bersama kita?


Kuasa Tuhan selalu tak pernah bisa ditolak, jadi akan lebih baik berusahalah menerima seseorang meskipun itu sakit untuk hati kita.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2