Terpaksa Menikahi Duda Arrogant

Terpaksa Menikahi Duda Arrogant
Di Tahan


__ADS_3

"Kau lihat? Apa yang kau lakukan dan juga akibatnya?!" Maya melirik Rudra dengan tatapan kesal, keduanya kini tengah mendekam di dalam penjara akibat ulah Rudra yang membuat ciuman panas di dalam mobil dengan posisi berhenti di tengah jalan.


Rudra tidak menanggapi apapun, dengan tenangnya ia menyandarkan kepalanya pada bahu Maya.


"Menyingkir!" Ketus Maya sambil mendorong kepala Rudra.


Rudra tidak bicara, ia hanya menyengir kuda lalu menyandarkan kepalanya ke dinding penjara.


"Bagaimana bisa dia setenang itu di dalam penjara?" Gumam Maya yang lebih terdengar seperti sedang menggerutu di telinga Rudra.


"Tenang, karena ada kau!"


Sontak ucapan Rudra membuat Maya mendelik tajam, hingga saat seseorang mendekat di luar penjara membuat mata Maya membelalak.


"Kakak!" Azka menatap Maya dan Rudra tak percaya, la lalu memberikan sesuatu pada Maya.


"Kalian ini memalukan!" Azka menunjuk Rudra dan Maya.


Rudra berdiri, kemudian menghela napas panjang sambil tersenyum.


"Kami hanya berusaha menambah anggota di tempat yang sangat menarik dan menantang, agar bisa mengenangnya jika kami tua nanti!"


Azka berdecih, kemudian melemparkan sesuatu pada Rudra.


"Terimalah! Nikmati malam kalian disini kali ini!" Setelah itu, Azka berbalik dan pergi begitu saja tak menghiraukan Maya yang telah berkali-kali meneriakinya dengan sangat keras.

__ADS_1


Sementara Rudra hanya duduk santai sambil tertawa geli.


"Bodoh!" Maki Maya sambil melemparkan satu bingkisan yang diberikan Azka.


Malam semakin larut, namun Maya masih belum bisa tertidur. Ia merasa tubuhnya menggigil dan dadanya kesakitan. Rudra telah terlelap disampingnya sejak beberapa jam yang lalu.


"Rudra!" Ucap Maya lirih, sambil merintih kesakitan dengan wajah pucat.


Rudra mengerjap-ngerjapkan matanya, kemudian bangun dengan wajah terkejut melihat wajah Maya yang tampak pucat.


"Kau kenapa?"


Maya tak menjawab, ia hanya memejamkan matanya menahan sakit di dadanya.


"Maya, apa yang terjadi? Kau kenapa?" Sekali lagi ia bertanya.


Rudra mulai mengerti, bahwa Maya mengalami hal yang dilalui semua ibu yang memiliki anak bayi. Dengan cepat, ia memanggil-manggil petugas yang berjaga.


Namun tak ada yang menyahut panggilannya.


"Bertahan, aku akan berusaha lagi!" Rudra kembali berteriak, hingga akhirnya seorang petugas datang dan segera membuka pintu melihat Maya yang sangat pucat dan kesakitan.


"Aku melepaskan istrimu, bukan dirimu!" Ucap petugas itu saat Rudra akan ikut keluar penjara.


Rudra dengan pasrah masuk kembali ke dalam penjara dan mendekam disana. Maya yang tidak tega, mengurungkan niatnya keluar.

__ADS_1


"Pergilah, aku akan keluar besok! Jangan khawatir!" Rudra meyakinkan, membuat Maya pergi dengan secepat mungkin.


...****************...


"Rudra masuk penjara? Bagaimana bisa?" Seorang wanita paruh baya membelalakan matanya, ketika Maya pulang dalam keadaan yang sudah sangat kesakitan namun berusaha menahannya untuk menjawab pertanyaan sang ibu.


"Ceritanya tidak panjang, tapi sangat memalukan!" Maya berkata dengan nada kesal, kemudian tanpa berbicara lagi segera masuk ke kamar yang didalamnya terdengar seorang bayi tengah menangis.


Esok paginya, rumah dikejutkan dengan berita yang sangat mengejutkan, membuat seluruh anggota rumah panik dan histeris.


"Sebuah kebakaran di kantor tahanan membuat seluruh tahanan tewas..."


"Tidak, ini tidak mungkin! Rudra masih berada disana!" Maya yang baru turun langsung bergegas keluar, menghidupkan mobil.


Di dalam mobil tak disadarinya seorang pria telah duduk bersandar di kursi belakang. Ia tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah Maya yang tampak khawatir.


"Kau mau kemana?" Tanyanya dengan santai.


"Ke mana? Tentu saja mencari suamiku! Aku tidak ingin jadi janda!" Bentaknya sambil mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Hingga di tengah-tengah perjalanan, Maya mendadak memberhentikan mobilnya.


Ia membalikan tubuhnya, lalu menatap kesal pada pria itu.


"Bodoh!" Makinya sambil memukul tubuh pria itu berkali-kali.

__ADS_1


"Kau..."


Bersambung...


__ADS_2