Terpaksa Menikahi Duda Arrogant

Terpaksa Menikahi Duda Arrogant
Keputusan Rudra


__ADS_3

**Maaf ya, kalo misalnya ceritanya loncat-loncat. bukan ngejiplak apalagi plagiat, karena author pengen segera tamatin jadi dicepetin alurnya... Alasannya author mau menggarap novel baru untuk tanggal satu juli dan satu agustus. Jangan lupa baca novel author yang lainnya.


-Ikatan Cinta Masa Kecil


-Bos Galak IdamanKu


-SIRAN : The Musicians Love Stories


Sudah tamat ketiganya tidak perlu nunggu up lagi**...


...****************...


Berbulan-bulan perginya Maya, baru diketahui bahwa Maya pergi ke luar negeri bersama dengan Azka dan Sina yang selalu membantu Maya.


Kini, kehamilan Maya pun dalam perawatan Sina. Bayi yang dikandung Maya sangat membuat Sina dan Azka merasa sangat senang, karena bayi itu adalah calon pewaris keluarga Raizada.


Akan tetapi di balik kebahagiaan itu masih ada juga banyak kesedihan, tak lain adalah Maya yang enggan kembali kepada Rudra dan memilih akan menetap di negeri paman Sam tersebut.


"Maya, apa kau yakin tidak akan kembali? Rudra pasti akan sangat senang jika kau kembali padanya bersama bayimu? Bukankah dia sangat menginginkan bayi itu?" Azka menatap Maya lekat-lekat yang sedang duduk di samping Sina sambil melipat pakaian bayi.


Maya menegakkan pandangannya, menatap Azka dengan tatapan yakin.


"Dia menginginkan bayiku, tapi tidak dengan diriku. Sedangkan ibu mana yang rela terpisah dari anaknya? Apa kakak masih ingat isi perjanjian baru itu? Dia akan memisahkanku dan bayiku! Bahkan dia tidak ingin anakku mengenalku!" Maya menatap Azka tajam.


Sementara Sina kini setuju dengan keputusan Maya. Jika ia berada dalam posisi Maya, mungkin akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Maya.

__ADS_1


...****************...


Di kediaman Rudra


Sebuah acara sedang berlangsung, dimana Rudra duduk diatas kursi bersama Meisya. Wajah Rudra terlihat datar, tidak seperti Meisya yang terlihat bahagia sambil sesekali menciumi Annika.


Indri juga terlihat sangat kesal dengan acara yang tak lain adalah acara pertunangan tersebut.


Yang lainnya terlihat sama, tidak memperlihatka kebahagiaan sama sekali dari pancaran raut wajahnya.


"Sekarang waktunya tukar cincin!" Ibunya Meisya berseru sambil membawa kotak berisi sepasang cincin dan memberikannya pada Rudra dan Meisya.


Rudra dengan wajah datar memasangkan cincin ke jari Meisya, akan tetapi saat Meisya akan memasangkan cincin ke jari Rudra wajahnya langsung terlihat kesal.


"Rudra!" Bisik Meisya. Rudra langsung menatap Meisya datar. "Lepaskan cincin itu!" Lanjut Meisya.


Rudra melihat jarinya sendiri, ia tak sadar bahwa selama ini cincin itu masih terpasang di jarinya.


Rudra kembali teringat pada Maya, bukannya melepaskan cincin itu justru ia malah mengingat masa-masa hidupnya yang sempat bersama Maya.


Dimana Maya sekarang? Apa kabar dengan bayiku yang masih bersamanya?


Meisya menggertakan giginya kesal, lantaran Rudra malah melamun.


Ia menginjak kaki Rudra, hingga Rudra tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Lepaskan cincin itu Rudra!" Karena tak kunjung melepaskan cincinnya, Meisya akhirnya bertindak untuk melepaskan cincin itu olehnya sendiri.


Sebuah hal mengejutkan kembali terjadi dimana cincin itu tersangkut di jari Rudra dan tidak bisa dilepaskan.


"Apa ini? Kenapa tidak bisa dilepas?!" Kesal Meisya yang membuat Rudra akhirnya mencoba melepaskan cincin itu.


Benar saja, Rudra sendiri juga tidak bisa melepaskan cincin itu. Hingga ia berdiri dan menatap semua orang yang sedang menghadiri cara pertunangannya.


"Maaf, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini! Aku masih punya istri, dia sedang hamil. Aku tidak mungkin berkhianat." Tegas Rudra sambil bergegas keluar.


Senyuman tersungging di bibir keluarga Rudra. Bahagia, karena Meisya dan Rudra batal bersatu untuk kedua kalinya, sementara Meisya dan keluarganya menatap kepergian Rudra tak percaya.


Meisya dengan cepat ikut keluar menyusul Rudra.


"Rudra! Apa maksudmu? Bukankah kau men-"


"Tidak! Aku memang mencintaimu, tapi itu dulu! Sekarang ada dua hal yang harus aku cintai. Istriku dan wanita yang tengah mengandung keturunanku! Biarpun dia sudah lama pergi, tapi aku akan berjanji untuk menantinya sampai kembali!" Rudra berkata tanpa menoleh sedikitpun. Hal itu membuat hati Meisya sangat hancur.


"Rudra, tapi-"


"Tidak ada tapi, aku akan memperbaiki segalanya sebelum terlambat. Pergilah! Jangan ganggu kehidupanku lagi! Pengkhianat!!!"


Bersambung...


Maafin ya, cuma dikit tapi aku usahakan up lagi tiap hari...

__ADS_1


__ADS_2