
"Gue benci saat gak ada satupun orang yang mengerti akan perasaan gue!"
~Sarah Anandika Saputri
-
-
-
-
-
-
Tidak terasa mobil kevin telah memasuki area rumah sakit tempat dimana feby melakukan persalinan.
Karna perjalanan yang cukup jauh dipagi buta membuat agnes tak terasa terlelap dalam hangatnya pelukan afgan yang tak pernah dilepas seperti perkataannya.
Agnes yang sudah terkuras habis tenaganya saat menghadapi musuh,enggan untuk melawan afgan dan memilih diam karna sudah sangat lelah ditambah kantuk yang sudah memuncak membuatnya tertidur dengan tenangnya dalam pelukan afgan.
"Vin,lo duluan aja masuknya!"Kata Afgan ketika kevin sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir depan rumah sakit.
"Dan lo tolong bilang ke paman,gue disini jaga agnes!dia tidur.Gue gak tega banguninnya,karna keliatannya dia sangat lelah!"Tambahnya
"Oke!maaf yah lo harus terlibat dalam urusan keluarga gue!"Ucap kevin
"Not Problem.Gue temen lo vin!sudah sepatutnya kek gini!"Jawabnya
"Oke,jaga adik gue ya!gue kedalem dulu!"Kata kevin sembari keluar dari mobilnya dan di angguki afgan.
Setelah kevin pergi,yang tersisa dalam mobil hanyalah agnes dan afgan saja.Agnes yang begitu tenang dalam tidurnya,sementara afgan yang tak hentinya tersenyum seraya melihat sosok wanita cantik yang sedang tertidur pulas dalam pelukannya.
"Lo kalo tidur imut banget si nes!enak sumpah gue liatnya.Tapi sayang,kalo lo bangun iblispun ikut terbangun !haha"Batin afgan
"Eummmhh!"Ucap agnes yang kelihatannya akan terbangun dari tidurnya.
Agnes mengeliat dan ketika matanya terbuka ia ia melihay afgan yang aedang memandangnya lekat.
"Kak afgan!"Katanya dan langsung menggerak gerakan tubuhnya minta dilepaskna.
Afgan yang sudah sadar bahwa agnes telah terbangunpun langsung melepaskna pelukannya dan membenahi duduknya.
"Udah sampai!sekarang ayo turun!"Titahnya
"Apa?jadi lo pada beneran bawa gue kerumah sakit?Gila!"Ucap agnes tak percaya
Agnes yang tersadar bahwa hanya mereka berdua disini,diapun langsung menengok ke kursi kemudi dan tidak melihat adanya kakaknya melainkan kunci mobil yang masih tergantung disana.Munculah ide cemerlang di otak pintarnya.
"Kak kevin udah masuk?"Tanyanya dan di angguki afgan
"Oh yaudah lo turun aja sono kak!gue mau pulang!males gue kesana! "Ucapnya sambil memutar bola matanya
"Dan ya,ni mobil gue bawa!nanti gue suruh orang buat anterin lagi kesini.Bilang ama temen lo ya!"Tambahnya dan agnespun membuka pintu mobil dengan niat berpindah ke kursi kemudi dan hendak pulang karna memang dia sudah bisa menyetir sendiri.
Afganpun turun dan masuk ka dalam rumah sakit dengan senyum yang terus mengambang di wajahnya.
"Sial!"Umpat agnes saat mengetahui jika kunci mobilnya dibawa pergi oleh afgan saat dirinya turun dari mobil.
"Kak afgann!!"Teriaknya dan terpaksa dia harus masuk kedalam rumah sakit itu juga.
________________
Agnes terus membuntuti afgan dan berbicara panjang lebar serta memaki afgan tanpa henti dengan tujuan agar afgan memberikan kunci mobil kepadanya tapi dengan santainya afgan berjalan seolah tak mendengan segala ucapan dan makian yang dilontarkan oleh agnes.
Hingga tak terasa kini mereka sudah berada di ruang inap feby dan melihat feby beserta dika yang tersenyum manis pada putra mereka yang baru saja lahir.Sementara kevin dan sarah mereka sedang berdiri dan ikut tersenyum menyaksikannya.
"Cih,"Desis agnes yang dapat di dengar oleh afgan.
" Om,tante.Maaf kami telat!"Ucap Afgan dan membuat mereka menoleh padanya dan agnes.
"Tidak apa apa nak!agnes,ikut juga kamu rupanya.Lihatlah!adikmu sangat imut!"Ucap dika
"Adik?Iuu Sejak kapan aku punya adik dari rahim perempuan murahan!"Balas agnes dengan tersenyhm sinis kearah feby.
Sarah yang mendengarnyapun tidak terima kalau ibunya direndahkan oleh agnes.Dan akhirnya diapun angkat suara
"Kalo lo gak mau liat adik gue,pulang aja lo sanah!"Usir sarah
"Haha..sebelum lo suruh,gue juga gak sudi lama lama disini kali!"Balas agnes
__ADS_1
"Oh ya,bisakah anda memberikan kunci mobil milik anda pada saya?saya ingin pulang!"Lanjutnya pada dika
"Loh,kok udah pulang aja nes.Kamu gak mau liat bayi momy?"Tanya Feby lemah
"Gak usah!mending gue balik aja.Tar lagi sekolah!"Balasnya
"Kamu disini aja agnes!dady sudah meminta Izin pada kepala sekolah untuk kamu dan saudara kamu agar tidak berangkat sekolah hari ini.Dan kamu nak afgan?"Tanya dika
"Saya juga temani kevin om!"balasnya
"Apaan si?gak penting banget deh!udah cepet sini kunci mobilnya!"Paksa agnes pada dika
"Kamu mau aku kaya tadi lagi hem?"Ucap afgan mendahului perkataan yang hendak dika lontarkan.
"What?aku kamu?awas lo ya agnes kalo berani rebut kak Afgan dari gue!"Batin sarah
"Apaan si lo?"Ucap agnes yang pada akhirnya duduk di sofa untuk menghilangkan rasa kantuknya daripada berdebat dengan Afgan.
Agnes tidak bisa apa apa.Mau menghubungi Regata atau david untuk menjemputnyapun tidak bisa!karna sialnya ponsel agnes tertinggal di dalam kamarnya.
Baru beberapa menit agnes memejamkan matanya dan tertidur pulas,
"Oekkk...Oekkk...Oekk..!"
Suara tangisan bayi berhasil membangunkan agnes yang sedang tertidur dengan nyamannya di atas sofa.
"Sialan!"Umpat agnes dan membenahi duduknya sambil mencoba mengumpulkan kesadarannya.
"Berisik amat si!"Ucap agnes berteriak pada semuanya
"Apa Kalian gak becus ngatasin satu bayi aja?hah?"Lanjutnya dan menatap wajah mereka satu persatu
Terlihat wajah mereka sangat frustasi terutama dika yang sedari tadi mencoba berbagai cara untuk menenangkan putra keduanya itu.
Mulai dari menggilirnya pada kevin,afgan bahkan sarah.Tidak ada satupun dari mereka yang bisa mengatasi bayi kecil yang tak henti-hentinya menangis itu.
"Ahh..Beri tu anak pada momy nya!mungkin dia haus!"Ucap Agnes
"Sudah Agnes,dari tadi sudah momy kasih Asi.Tapi dia malah muntah muntah!"Kata feby disertai raut wajah yang murung
"Ck,kadaluarsa kali tu Asi!"Celetuk agnes
"Agnes,coba kamu gendong adik mu in I nak!siapa tau dia akan berhenti menangis saat kamu gendong!"Titah dika
"Idih,,ogah banget gue!"Ucap agnes dan kembali menutup matanya.
"Oekk....Oekk..Oekk"
Saat mendapat penolakan dari agnes,bayi itu seakan mengerti dan menangis dengan sangat kencang dari sebelumnya.
"Ahh..Sini!biar gue gendong!"Kata agnes karna sudah jengkel dengan tangisan bocah itu yang selalu menggangu ketenangannya.
Dika seketika tersenyum dan menyerahkan bayinya pada agnes.
"Diem lo bayi!kalo nggak,gue bunuh lo sekarang juga!"Ancam agnes saat bayi itu berada dalam pangkuannya.
"Agnes!"Ucap mereka bersamaan setelah mendengar ucapan mengerikan yang agnes lontarkan.
"Apa?"Hardik agnes sambil melotot pada mereka dan membuat mereka menarik nafas sabar dengan segala tingkah agnes.
Tidak disangka,setelah agnes mangancamnya seketika bayi itu tertidur lelap dalam pangkuan agnes.
"Gila!kok adik gue bisa bisanya diem saat agnes yang gendong?sama gue aja dia malah makin kenceng nangisnya!uuh sial!"Batin sarah
"Luar biasa lo nes!meskipun lo benci bayi itu,tapi keliatannya bayi itu sayang banget sama lo!"Batin afgan
"Nice Baby,nurut juga lo sama gue!"Ucap agnes sambil menatap bayi laki laki itu.
"Kasian ya lo Baby,terlahir dari keluarga yang gak Becus ngurus lo!"Tambahnya sambil menatap sinis dika dan feby yang menunduk.
"Siapa namanya dady?"Ucap kevin berusaha mencairkan suasana
"Yogaa! "Timpal sarah
"Ya su-
"Oeekk ...Oek...Oek.."
Bayi itu menangis seketika
"Lo ngehina momy gue tapi lo sendiri gak becus ngurus bayi!"Ejek sarah pada agnes
__ADS_1
"Cih,ni bayi nangis gara gara gak terima nama jelek dari lo Be*o!"Ucap Agnes
"Gak mung-
"Elvano!"Potong agnes
Seketika bayi itu terdiam dan tersenyum manis pada agnes yang membuat mereka melotot tak percaya
"Keliatannya dia udah ada ikatan batin sama lo nes.Meskipun lo benci tu nak,tapi gue yakin.Dia pasti sayang sama lo!"Batin Kevin
"Gak,namanya Yoga!"teriak sarah takmau kalah
"Oekk...Oekk...!"
Bayi itu kembali menangis
"Sudah sudah!"Lerai dika
"Namanya Elvano Anandika Saputra!"Final dika selaku kepala keluarga.
"Udah baby,lo diem!"Ucap agnes dan bayi itupun terdiam
"Kevin,afgan.Sebaiknya kalian pulang dan bawa agnes sekalian!Kasian teman mu vin,harus terbawa dalam urusan keluarga kita!"Ucap Dika
"Gak papa kok Om!"Ucap Afgan
"Sudah sudah!om gak enak sama ortu kamu nanti nak,sekarang kalian pulanglah bersama agnes!"Kata dika
"Gak Usah!"Timpal Agnes
"Nih ambil bayi lo!"Lanjut agnes pada feby dan secara perlahan feby menggendong bayi laki lakinya Yang sudah kembali terlelap dengan perlahan.
"Huh menyusahkan!"Tambahnya
Agnes berjalan mendekati sarah dan langsung menyambat ponsel yang ada di genggamannya.
"Heh,balikin ponsel gue lo!"Bentak sarah ketika agnes memainkan ponselnya dengan santai.
"Shut up!"Balas agnes dan menekan satu nomor
"........"
"Diem lo!ini gue"
"......"
"It's Ok.Sekarang lu bolos aja!gue tunggu ditempat biasa!"
"....."
"Hmm"Ucapnya setelah mematikan ponsel milik sarah dan melemparnya dengan kasar
"Gila ya lo?udah minjem,maen lempar lempar aja!"Ujar sarah yang hampir saja tidak bisa menangkap ponselnya yang agnes lempar.
Tanpa menghiraukan perkataan sarah,agnes langsung menyambar kunci mobil dika yang berada di atas meja tanpa permisi.
"Ag-
"Ada Urusan,tar gue balikin!"Potong agnes tanpa menoleh pada dika dan pergi begitu saja.
"Huff...Mau kana lagi tu anak!"Ucap dika sambil menghela nafasnya panjang
"Kevin afgan,sebaiknya kaliam pulang!dan terimakasih nak afgan sudah bersedia menjenguk istri saya!"Tambahnya
"Ia Om,Jangan sungkan!"Ucap afgan
Afgan dan kevinpun pamit untuk pulang dan di angguku oleh dika dan feby.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
✨See you next part!✨