
"Oh Shit! " Umpat Agnes dalam hati ketika mendengar suara Afgan Yang tepat di belakangnya
Afgan langsung membalikkan tubuh agnes secara kasar
"Lo it-
Ucapannya terhenti ketika melihat beberapa butiran bening yang terjatuh di pipi mulus Agnes.
"Lo kenapa?"Tanya Afgan sambil tangannya mengusap lembut air mata agnes
Jarak keduanya sangat dekat sekarang.Dan itu berhasil membuat dada agnes berdegub kencang
*Dug..Dug..Dug..
"Gue kenapa?kok gue ngerasa aneh banget ya ama ni jantung?Wah mesti perawatan ni gue,takutnya gue kena serangan jantung.Masa ia gue mati muda,kan gak lucu"Batin Agnes*
"Lo,kenapa lo nangis?"Tanya Afgan lagi membuyarkan lamunan agnes
"Gak papa kok!"Jawab Agnes sambil menghempas kasar afgan yang berada di pundaknya
Afgan langsung menarik tangan agnes dan mendudukkannya di kursi tunggu sambil menyodorkan sebotol air mineral
"Nih minum!biar perasaan lo agak tenang!"Ucapnya
"Thanks!"Balas agnes dan langsung meminumnya
"Gue gak nyangka yah.Dari sikap keras kepala lo,lo bisa juga nangis karna khawatir sama momy lo!"Ucap Afgan yang kini sudah mendaratkan bokongnya di samping agnes
"Cih, Momy! "Batin Agnes berdecih jijik
__ADS_1
"Lo salah!"Ucap Agnes sambil menutup kembali botol minumnya
Afgan menyatukan kedua alisnya heran
"Gue nangis karna keinget bunda gue!"Kata agnes seolah ingin menceritakan semuanya
"Maksud lo?"Tanya Afgan makin bingung sambil menatap agnes
Agnes menatap afgan.Sesaat pandangan mereka bertemu,tapi dengan cepat agnes mengalihkan pandangannya ke depan
"Lo tau,saat Bunda gue mati aja Ayah gue gak peduli.Nangispun engga!"Ucap Agnes lirih
"Tapi sekarang,lo bisa liatkan?saat perempuan murahan itu terbaring tak berdaya, dia udah keliatan sangat hancur dan terpuruk!kalo aja bunda gue liat semua ini di syurga,pasti hatinya bakalan sakit banget!"Lanjutnya
Deg
Tidak menangis?bahkan tidak peduli maksudnya?apakah om dika sejahat itu sampai-sampai tidak memperdulikan istrinya yang pertama?apakah ini yang menyebabkan agnes tidak menerima om dika dan tante feby yang sudah menjadi ibu tirinya?'Pikirnya
Agnes melihat afgan yang sedang melamun memikirkan ucapannya,membuatnya tersenyum,Menang!
Kemudian ia juga teringat lagi pada mendiang ibunya,sesaat dia melupakan semuanya dan meneruskan cerita yang selama ini murni mengganjal dalam hatinya
"Melihat orang yang dia cintai mengkhawatirkan wanita lain yang sedang koma.Bahkan waktu kematiannyapun dia tidak menangis atau semenderita ini,sesakit apa hati bunda gue disana coba?"Ucap Agnes lirih sampai tak terasa air matanya jatuh lebih deras
Afgan hanya menyimak ucapan agnes dengan pandangan kosong.Seterpuruk inikah agnes saat ini?Bagaimana kalo dia yang berada di posisi agnes?mungkin dia sudah akan menghancurkan semua orang yang menyakiti ibunya.'Pikirnya
"Hah,bunda gue bodoh!Mencintai seorang bajing*n kaya dia.Yang bahkan mencintainya karna terpaksa supaya bisa menguasai hartanya.Liat aja,gue gak akan biarin dia bahagia!"Ucap Agnes penuh amarah dan rasa ingin menghancurkan yang membara
Saat ini bukan tangisan atau tatapan sendu lagi.Matanya kini memerah dan sorot matanya menandakan kemarahan dan kebencian yang teramat dalam.Sangat!
__ADS_1
Afgan masih terbengong mendengarnya.Sulit sekali baginya untuk memberi tanggapan.Lidahnya terasa kaku untuk memberi respon atas apa yang di dengarnya.Dan dia hanya melihat agnes dengan tatapan sendu
Agnes menghapus kasar sisa sisa air mata di pipinya
"Gue gak akan lemah!Gue akan membuat Bunda istirahat dengan nyaman disana!"Ucap agnes tegas
"Maksud lo?lo bakalan balas dendam gitu?"Akhirnya afganpun buka suara
"Tentu!Gue akan lakuin semuanya dengan cara gue sendiri.Gue gak butuh bantuan siapapun untuk mencapai misi gue!gak lo,ataupun kak kevin!"Jawabnya
"Dan ya,gue harap lo gak akan jadi penghalang nantinya!"Tambahnya tegas
Afgan terdiam.Tak berani menatap mata agnes yang dipenuhi kemarahan sekarang.
"Mungkin memang gue salah selama ini karna udah menjadi penghalang bagi lo nes!kalaupun gue di posisi lo,gue juga akan lakuin hal yang sama kaya lo!Tapi melihat lo kek gini,seakan gue gak terima kalo hidup lo harus terus dipenuhi misi dan dendam.Lo juga harus lanjutin hidup lo nes!Untuk sekarang,mungkin emang sebaiknya gue gak harus ikut campur dengan apa yang akan lo lakuin selanjutnya!"Batin Afgan
Melihat afgan yang terdiam membuat agnes menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.Tapi itu bakan senyuman kebahagiaan,melainkan senyuman liciknya
"Dengan begini,lo gak akan jadi penghalang gue nantinya!Dan misi gue pun akan berjalan dengan mulus!"
**
Author Ucapkan banyak terimakasih pada Orkick Sebagai Vote terbesar dan ae_Cha Serta Umi Bae Lah sebagai vote no 2 dan 3 terbesar.
Author juga mengucapkan Terimakasih banyak pada kalian yang sudah Like,Vote and Comments novel-nya author!
Terus dukung dan nantikan Karya Karya Author serta kelanjutannya ya!😀
See you!I Lv You💋
__ADS_1