
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"Tanya dika setelah melihat dokter yang memeriksa istrinya itu keluar.
"Maaf Tuan.Kami sudah berusaha sebaik mumgkin,Tapi Nony-
"Tidak...Tidak...Tidak mungkin.Tidak!!!"Teriak sarah memotong ucapan sang dokter
"Aelah,Mati.Udah itu aja kali!gak usah ribet lo jadi dokter!"Batin agnes
"Heh,lo diem napa?biarin tu dokter jelasin dulu onta!baru lo teriak teriak di gunung sahara sekalian biar perasaan lo plong.. gitu!"Ucap Agnes yang sudah jengah pada sarah tanpa raut wajah berdosa
"Diem lo!Hiks...Gue..gak ngajak...lo...bicara!"Bentak sarah ditengah isakkannya
"Alah alay lo jadi orang,mati aja sono!gaguna lo idup.Gangguin orang aja!"Ucap agnes sambil memutar bola matanya malas
"Lo-
"Sudah sudah!!!Maaf dokter,silahkn lanjutkan!"Ucap Dika yang melerai pertengkaran antara sarah dan Agnes
"Tau lo agnes,pulang aja lo!gak penting juga lo disini!"Ucap sarah sambil melirik agnes sinis dengan mata bengkaknya
"Ap-
Belum sempat Agnes menjawab,dia sudah ditarik terlebih dahulu oleh afgan dan mendudukkannya di pangkuannya serta membungakam mulutnya dengan tangannya.
"Empp....empp..!"Ucap Agnes berusaha meronta dengan menepuk nepuk tangan afgan yang mbungkam mulutnya
Tapi pelukan afgan sangat kuat padanya,apalagi posisinya yang duduk di pangkuan afgan dan punggungnya yang menyandar di dada bidang milik afgan dan punghung afgan yang menempel lekat di kursi membuatnya tidak bisa berkutik.
"Diem gak lo?"Bisik Afgan dekat telinga agnes
"Kalo lo diem,gue bakal lepasin lo.Tapi kalo lo gak bisa diem,udah gini aja ampe pulang!"Bisiknya lagi
Seketika agnes mengangguk pasti
"Bagus!"Ucap Afgan dan melepaskan pelukan dan dekapannya pada agnes
"Huh..Huhh...Huftt..!"Agnes menarik nafasnya dalam dalam karna nafasnya yang tidak beraturan saat afgan membekam mulutnya tadi
"Kep-arat sial-an lo!"Ucapnya pada afgan.
__ADS_1
Sementara afgan tidak mengubis perkataannya dan memilih untuk duduk dengan santainya
"Silahkan lanjutkan dok!"Ucap Kevin ketika merasa semuanya sudah terkendali
"Nyonya Feby keritis!"Ucap Sang dokter singkat
"Wih,kritis nih!Aha...Ada temen juga yah omnya si regata disini.Huh,gue bilang juga apa om Hendra,bentar lagi bakalan ada yang nemenin lo disini.Ehh,,ternyata iya.Tar tar gue mo jadi peramal ajadah ahh!"Batin agnes bersorak ria diatas penderitaan orang lain
Seketika mereka terkejut mendengar ucapan dari dokter itu.
Apalagi Sarah yang langsung tergeletak di lantai yang menjadikan kedua lututnya sebagai tumpuan dan menatap lantai dengan tatapan kosong.
"Nah,gitu dong dok!kalo ngomong itu Simple aja gak usah banyak basa basi yang udah basi!"Celetuk Agnes
Sontak ia langsung mendapat tatapan tajam dari semua orang
"Apa?"Tanyanya sambil memalingkan wajahnya tak berdosa
**
"Apakah ada harapan untuk istri saya supaya kembali normal dok?"Tanya dika
"Ngga,ngga, Gak mungkin!!"Teriak sarah
"Tenang sayang,tenang!"Ucap Dika
"Engga..Eng-
Brughkk...
Sarahpun ambruk di lantai dan tak sadarkan diri sebelum menyelesaikan kata katanya.
"Sarah!"Teriak mereka serentak. Ya,kecuali agnes
"Dih,Pingsan dia.Haha,,,,Cemen lo!alay bat nyet!"Batin Agnes menyeringai sambil menatap sarag yang tergeletak di lantai tanpa ada rasa ingin menolongnya
"Sarah sarah!bangun nak bangun!"Ucap dika sambil menepuk nepuk pipi sarah
"Kevin,bawa adikmu keruang inap sekarang!"Lanjutnya
__ADS_1
"Ba,baik ayah!"Ucap kevin dan langsung membawa sarah ke salah satu ruangan yang ada disana untuk di periksa dokter
**
Kini yang tersisa disana hanya Agnes dan afgan.
Setelah kepergian Kevin,dikapun meminta izin pada dokter untuk menemui feby dan di iyakan oleh sang dokter.
Dengan sesegera mungkin ia bergegas masuk dan tak lupa menyuruh afgan untuk memjaga agnes disana.
....
"Lo gak sedih sama sekali nes?"Tanya Afgan pada agnes yang kini tengah duduk di sebelahnya
"Kagak lah,gak faedah bener gue sedih!"Jawabnya ketus
"Dah ah!"Lanjtnya sambil berdiri dari duduknya
"Mo kemana lo?"Tanya Afgan tapi tak di kubis oleh agnes
Saat benar benar hendak pergi,agnes tak sengaja melihat di kaca tempat feby dirawat.
Disana nampak Dika sedang menggenggam tangan feby erat dan menangis serta mengecup lama tangan istrinya itu.
Entah kenapa agnes yang melihatnya sangat sakit.Tak terasa air matanya jatuh melihat pemandangan yang tak enak di pandang di depannya itu.
"Dasar Sialan!Waktu bunda gue mati aja lo gak ada khawatir khawatirnya,bahkan nangispun kagak!tapi untuk dia,yang udah pasti wanita murahan lo itu!bahkan lo seterpuruk itu melihat keadaannya yang tak berdaya dan koma tentunya.Lo tau karna siapa?Haha...Tentunya itu karna gue!liat aja,ini belum seberapa dan gak ada apanya di banding rasa sakit hatinya bunda gue!"Batin Agnes
"Emang.Pelakor dan penghianat tidak berhak berakhir dengan Happy ending,Karna mereka harus berakhir dengan Sad ending!Yang pasti akan sesuai dengan apa yang gue inginkan!"Guamam Agnes
"Apa lo bilang?"Ucap Afgan yang berada tepat di belakang Agnes
"Oh shit!"
**
Sampai sini dulu ya!!
See you!Lv You💋
__ADS_1