
Agnes memasuki rumahnya dengan langkah yang gontai.Seakan tak percaya dengan fakta,berkali-kali dia menepuk-nepuk pipinya tapi itu tidaklah bisa mengubah kenyataan yang ada.
Dengan lesu,dia mulai melangkah menaiki anak tangga.Sesampainya di kamar,dia langsung membuka jendela dan membuka pintu menuju arah Balkon
Agnes terduduk lesu disana dengan memeluk kedua lututnya yang ia tekuk.Tak terasa,isak tangispun keluar dari mulut kecilnya.
puk..
Serasa ada yang menepuk bahunya,lantas agnespun menoleh kebelakang dan mendapati Kevin yang tengah memandangnya penuh tanya
Tanpa berkata-kata,diapun langsung memeluknya erat.Tapi sekuat tenaga,Agnes menahan tangisnya agar tidak pecah dan menghapus kasar sisa sisa airmata dipipinya sebelum akhirnya kevin melepaskan pelukannya dan menatap agnes sendu
"Kenapa?hem?Lo bisa cerita apapun sama gue!"Ucap kevin sambil memegang pundak Agnes
Agnes hanya menggelengkan kepalanya menanggapi Kevin
"Mulut lo bisa bohong!tapi engga dengan mata lo!"Ujar kevin sambil memegang pipi agnes "Cepet kasih tau,ada apa?"Lanjutnya
"Gue bukan adik lo!"
Ucapan itu terlontar begitusaja dari mulut Agnes.Kevin yang tadinya menatapnya penuh tanya kini berubah menjadi keterkejutan yang amat sangat.
Bahkan pegangannya pada agnespun terlepas
"Iya,gue bukan adik lo! Gue bukan anak dari Dady lo!"Lanjut Agnes berusaha menguatkan dirinya
"Lebih tepatnya saudara beda Ayah!"Ucap kevin sambil kembali menatap Agnes
Agnes yang mendengar hal itu menatapnya penuh tanya
"Ya,gue tau.Meskipun lo bukan anak dady,tapi lo tetep anak bunda.Bunda gue,bunda kita!"Lanjut kevin sambil tersenyum manis
Agnes mengubah raut wajahnya menjadi tenang
"Jadi lo udah tau semua rupanya"Ucap Agnes datar
"Meskipun lo halangin gue buat ngancurin dady lo,gue bakalan tetep ngelakuin itu!Karna nyawa,dibayar nyawa!"Lanjutnya penuh penekanan sambil menatap Kevin tajam
"Lo tenang aja!gue gaakan sampai bunuh dia kok,gue cuma bakalan kirim dia supaya menetap dirumah sakit seperti halnya momy lo!Kalo dia selamat dan bangun dari tidur panjangnya kelak,gue akan bebasin dia dan gaakan incer dia lagi.Tapi jika sebaliknya,lo juga harus relain dia pergi dan lanjutin hidup lo!anggap saja semua yang terjadi kelak adalah mimpi buruk bagi lo!"Ucap Agnes sambil mengalihkan pandangannya dari kevin
Kevin terdiam sesaat
"Jujur.Gue juga gak mau lo bunuh dady,Karna bagaimanapun dia adalah ayah kandung gue.Tapi dengan mendengar kata-katanya saat dikantor,gue sadar.Bahwa gue dan dady merupakan orang yang berbeda,bahkan sepertinya gue murni darah bunda tanpa adanya darah dady!"Balas Kevin
"Dan masalah lo mau jadiin dady seperti momy,gue angkat tangan.Gaakan ngizinin ataupun ngehalangin lo!Dan bila memang dady masih diberi kesempatan kedua untuk hidup,biar dia gue yang rawat dan pantau.Dan bila memamg harus berakhir kematian,gue juga bakalan terima tanpa harus nyalahin lo atas kepergiannya!"Lanjutya mantap
Agnes yang mendengarnya langsung tersenyum kecut
"Hah anak baik!"Ejek Agnes "Lo tenang aja!gue gabakalan pake senjata ko entar.Tapi entah dengan Regata!"Lanjutnya
"Regata?"Ulang kevin bingung
"King of mafia!"Ucap Agnes menjelaskan
"A-apa!"Ucap kevin melongok tak percaya
"Ya.Dia yang buat gue kuat dan mendapat gelar Queen sampai saat ini!"Jelas Agnes
"Jadi,Regata.Gilaa!"Batin kevin
__ADS_1
"Ngomong-ngomong,lo tau darimana?"Tanya Agnes mengalihkan pembicaraan
"Tadi setelah Afgan dan kak alfan pulang dari kantor gue,dady datang nemuin gue dan bilang segalanya!"Jujur kevin
"Apa yang dia bilang?"Tanyanya lagi
"Dia-
Flashback on!
"Tuan.Tuan dika datang ingin bertemu!"Ucap Vino
"Suruh dia masuk!"Ucap Kevin dingin
Ceklek..
"Kevin,kevin.Dengerin penjelasan dady dulu boy!"Ucap Dika dengan nafas terengah-engah
"Silahkan duduk!Tuan"Ucap Kevin menekankan kata terakhirnya
Dika yang melihat anaknya memanggilnya tuan merasa tersayat hatinya
"Ada masalah apa yang perlu kau jelaskan padaku?"Tanya Kevin acuh tak acuh
"Agnes bukanlah anak dady!"Ucap Dika dengan sekali tarikan nafas
"A-apa?"Ucap kevin tak percaya
Dan dikapun menceritakan semuanya dimulai dari rencananya dan berakhir dengan kematian alexa yang memang direncanakannya
Kevin yang mendengarnya tak kuasa menahan tangisnya
"Dengar nak.Alexa itu merebut perusahaan Ayah dady,kakekmu!Jadi dady terpaksa melakukannya untuk mengambil kembali perusahaan yang memang akan menjadi milik dady nantinya!"Jelas dika
"Lalu kenapa dady merebut bunda yang sudah bahagia dengan kehidupan barunya saat bersama Mr.Drexy?"Tanya kevin setengah berteriak
"Itu karna kamu!karna kamu itu anak dady!darah daging dady!Jadi dady merebutnya kembali hanya untuk bersamamu!"Ucap dika yang tak kalah bergemanya dengan kevin diruangan yang sepi itu
Kevin memalingkan wajahnya sambil tertawa mengejek
"Hah,aku tidak tau lagi harus berkata apa sekarang.Yang intinya,berdo'a lah supaya Agnes tidak merenggut sisa nyawamu itu!aku juga tidak bisa barbuat apa-apa karna kesalahanmu sungguh sangat fatal!"Ucap Kevin tanpa mau melihat Dika
"Apa maksudmu boy?"Ucap Dika tak faham
"Pergi dari ruanganku!"Pinta kevin baik-baik
"Kev-
"PERGI!"kini dia berteriak.Barulah dika mengalah dan meninggalkan ruangan kevin
Flashback off
Agnes yang mendengarnya hanya tersenyum kecut
"Perusahaannya hancur memang karna kakekmu lah yang tidak becus mengelola!pake nyalahin bunda gue,heh!"Ucap Agnes sambil tersenyum mengejek
"Apa kau tahu,kenapa dia baik padaku selama ini?"Tanya agnes "Karna aku merupakan pewaris dua kerajaan bisnis sekaligus.Bahakan tiga untuk saat ini!"Lanjut Agnes sambil menikmati pemandangan malam didepannya
"A-apa maksudmu?"Tanya kevin tak mengerti
__ADS_1
"Drax Group.Perusahaan itu telah tertulis resmi untukku kelak!"Ucap Agnes tanpa ada ekspresi senang ataupun sedih dalam raut wajahnya
"Ma-maksud mu Mr-
"Ya,Mr.Drexy adalah ayahku.Bahkan dia tengah mengawasiku dan hendak membawaku padanya saat ini!"Jelas Agnes dengan santai
"Lalu kau akan berbuat apa?apa kau akan kembali bersama Ayahmu dan meninggalkanku?"Tanya kevin lirih
Agnes yang mendengarnya hanya tertawa
"Lo tenang aja!untuk itu,gue belum ada rencana pastinya!"Ucap Agnes "Yang pasti rencana gue saat ini.Adalah memberikan Dady lo pelajaran!"Ucap Agnes dan bangkit dari duduknya meninggalakan kevin yang tengah melamun
"Terserah lo.Gue juga terluka dengan kenyataan ini.Tapi jika dengan membalas dendam bunda kita dengan membuat dady menyesalinya dan terluka.Gue gaakan izinin atau halangin lo nes!Lakukanlah yang menurut lo adil!Untuk kedua belah pihak.Terutama bunda!"Batin Kevin dan memilih merebahkan badannya serta menatap indahnya langit malam
**
"Culik dia!dan bawa dia kemarkas!"Titah Agnes dalam telpon
"....."
"Aku tunggu sampai jam 9 siang,lakukan sesuai perintahku!"
"......"
"Jangan kabari king untuk ini.Biar saya sendiri yang akan berbicara dengannya!"
"...."
"Hem!"Ucap agnes dan memutuskan telponnya
Diapun mengetik nama dan segera menghubunginya
"Gimana,apa keputusan lo sekarang?"Tanya Regata disebrang sana
"Akanku akhiri semuanya!"Balas Agnes
"I'm Always with you!"
"Thanks.Besok jam 9 I'm coming! "Ucap Agnes dan memutuskan sambungan telponnya secara sepihak
Diapun melempar ponseknya kekasur dan menidurkan dirinya dengan keras disana
"Gue harap ini yang terakhirnya ada dendam dalam diri gue.I'm very tired!"
**
"Bagimana?"Tanya Drexy pada asistennya
"Nona adalah seorang ratu dari mafia nomor satu disana tuan!"Ucapnya sambil menunduk hormat
"Sudah kuduga.Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya!"Gumam Drexy sambil tersenyum bangga
Asistennya yang masih bisa mendengarpun ikut tersenyum
"Akhirnya.Setelah sekian lama mencari,Nona muda ditemukan dan akan segera kembali ke neraka berbentuk rumah ini!"Ucapnya dalam hati
"Terus awasi dia!dan di waktu yang tepat.Kalian beritahu siapa kalian dan tujuan kalian datang dan mengintainya selama ini.Perintahkan pada Bodyguard kita yang ada di sana!"Titahnya
"Baik tuan.Saya permisi!"Ucapnya dan membungkuk hormat serta pergi dari sana
__ADS_1
"Bersabarlah baby!Dady akan segera mengajakmu untuk tinggal disini.Karna kaulah kekuatan dan kelemahanku!"