
Ting nong....
Ting nong...
Suara bel rumah Agnes yang terus berbunyi dan memaksa salah satu Art dirumahnya untuk meninggalkan pekerjaan yang sedang dikerjakannya demi untuk membuka pintu dan mempersilahkan sang tamu yang entah siapa itu untuk masuk
Ceklek..
"Den Afgan,deh Alfan.Mari masuk!"Ucap bi ijah yang membuka pintu dan melihat keberadaan Afgan dan alfan disana.Yang pastinya merekalah yang datang bertamu pagi-pagi begini
Afgan dan Alfan hanya menanggapinya dengan anggukan kecil disertai senyuman dan berlalu masuk diikuti sang Art dibelakangnya
"Kevinnya mana bi?"Tanya Afgan ketika tidak mendapatkan satu orangpun diruang tengah
"Oh,den kevin masih berada di kamarnya den!"Jawab bi ijah ramah
"Kalo Agnes?"Celetuk Alfan yang mendapatkan tatapan tajam dari Afgan karna merasa malu dengan keberadaan bi ijah saat ini
Sementara Alfan hanya mengacuhkannya saja.Dan memasang wajah tanpa dosanya itu
Bi ijah hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.Kemudian berkata
"Den berdua kalo mau bertemu den kevin tinggal naik aja keatas!"Ucap Bi ijah yang di angguki keduanya.
"Tapi kalau untuk menemui non Agnes, sebaiknya tunggu saja sampai beliau turun kebawah.Kan gak enak kalau harus kalian yang nyamperinnya ke kamar!"Celetuknya lagi sambil memandang alfan yang tengah menggaruk tengkuknya sambil cengengesan
"Yaudah bi,kami ke atas dulu ya!"Ucap Afgan dan berlalu menuju tangga
"Keatas bi.Kekamar Kevin,bukan kamar Agnes!"Celetuk Alfan dan berlalu mengejar Afgan
"Ada-ada saja!"Ucap bi ijah menggeleng-gelengkan kepala dan berlalu kedapur untuk memasak sarapan untuk para majikan mudanya itu
**
"Ada apa?"Tanya Afgan yang kini tengah duduk di samping kevin
Kevin menghela nafas panjang kemudian menceritakam segalanya pada Afgan dan Alfan
"Jahatkan? Apa masih pantas dia panggil dengan sebutan dady?"Ucap Kevin lirih ketika sudah menceritakan semuanya
Afgan dan alfan hanya diam menunduk
"Menurut gue,pasti ada alasan dibalik dady lo ngelakuin ini vin.Karna Ayah mana yang rela ngorbanin anaknya hanya demi sebuah kekayaan?"Usul Alfan bijak
"Gue juga dulu mikirnya gitu kak.Tapi setelah gue denger sendiri dari mulutnya,apa mesti gue pertimbangin semuanya lagi?"Ucap Kevin sedikit emosi
__ADS_1
"Slow men.Yang dikatakan kakak gue ada benernya juga.Sekarang lo jernihin aja dulu pikiran lo!Lo gak boleh jatuh hanya karna masalah ini.Justru lo harus kuat buat lindungin Agnes yang pastinya jauh lebih menderita dari lo!"Ucap Afgan sambil memegang pundak Kevin
"Bener juga kata Afgan.Gue aja yang hanya kecewa udah se-frustasi ini.Apalagi Agnes yang udah terang-terangan dijadikan korban dan umpan hanya untuk harta oleh dady."Batin Kevin
"Yaudah gue mandi dulu.Ntar kita sama-sama ke kantor!"Ucap Kevin yang diangguki Afgan serta alfan dan bangkit dari duduknya menuju kamar mandi
**
"Morning All!"Sapa Agnes saat dirinya tengah berjalan menuju meja makan dan mendapati sang kakak dan teman-temannya tengah berkumpul disana
"Morning!"Ucap ketiganya
"Morning kiss nya mana?"Ucap Kevin menggoda agnes dengan mengedipkan sebelah matanya
Agnes langsung melebarkan kedua matanya seketika
Bukan malu atas godaan kevin.Tapi tak menyangka sang kakak akan bangkit secepat ini dari keterpurukannya.
Lantas diapun menatap Afgan dan alfan yang tengah menatapnya secara bergantian.Dia tersenyum dan mengerti,bahwa mereka berdualah yang sudah membantu kakaknya bangkit dari perasaan kecewanya
Cup..
Agnes mencium pipi kiri Kevin
Hal itu sontak membuat ketiganya membulatkan matanya sempurna.Karna setaunya,Agnes tak pernah sekalipun memberikan kevin sebuah ciuman kasih sayang.Dan pagi ini adalah pagi yang begitu bersejarah bagi kevin.Karna setelah bertahun-tahun Agnes kembali menciumnya penuh kasih sayang
"Sarapan dulu!"Ucap Kevin lembut
"Maaf bang.Agnes buru-buru!"Ucap Agnes yang memang memiliki rencana meeting bersama Regata dan para clientnya
"Yaudah nih minum aja dulu susunya!baru boleh pergi!"Titah kevin dan menyodorkan segelas susu
Tanpa ba-bi-bu Agnespun meminumnya dengan terburu-buru dan menghabiskannya dengan sekali tegukkan
"Yaudah bang,Agnes pergi dulu yah!"Ucap Agnes yang diangguki oleh kevin
"Kak Afgan,kak Alfan.Gue duluan Babayy!"Ucapnya lagi dan segera berjalan setengah berlari keluar
"Iya nes,dahh..!Jangan lupa mampir ke Restaurant gue lo kapan-kapan!"Respon Alfan yang masih dalam keadaan mulut yang dipenuhi oleh makanan
"Iya,hati-hati dijalan lo!"Teriak Afgan
"Kenapa Rasanya gue masih suka aja sama lo?Ralat!bukan suka.Tapi cinta.Apa ini benar?Ahh sudah lah!"Batin Afgan tak mau ambil pusing dan memilih kembali melahap sarapannya bersama Kevin dan Alfan
**
__ADS_1
"Ada kabar apa?"Tanya Agnes to the point pada Regata setelah keduanya menyelesaikan meetingnya bersama beberapa client
"Kita tunggu david!"Balas Regata dan di angguki oleh Agnes
Ceklek...
Suara pintu terbuka yang menghadirkan David yang tengah berjalan kearahnya sambil memegang Laptop
"Beberapa hari yang lalu gue minta bantuan salah satu bodyguard handal Grandpa buat ngawasin setiap gerak gerik Mr.Drexy serta keadaan dikediamannya tentunya!"Ucap David langsung tanpa duduk terlebih dahulu
"Sit down please!"Ucap Agnes dan davidpun langsung duduk
"Lanjut!"Ucapnya lagi
"Mr.Drexy tinggal hanya dengan ibu dan satu adik perempuannya yang masih kuliah.Dia dikabarkan pernah menikah sekali dan dikaruniai dua orang putri.Tapi yang putri bungsunya dikabarkan telah meninggal beberapa tahun yang lalu.Dan mengeni istri dan anak gadisnya yang sulung,tidak ada yang tau.Bahkan media sekalipun.Karna privasi keluarganya sangat jauh dari jangkauan media"Jelas david
"Dan kemarin anak buah yang gue utus barusaja berhasil masuk kedalam rumahnya dengan menyamar sebagai kurir dan menemukan lukisan dua wanita disertai singkatan di tengahnya!"Ucap David menggantung ucapannya."Algs" Lanjut David yang membuat Agnes dan Regata langsung menatapnya
"Algs?"Tanya Agnes memastikan dan di angguki David
"Bukannya Algs nama perusahaan milik Agnes?"Ucap Regata heran."Tapi tidak mungkin kan dia men-Cover nama dari perusahaan Agnes"Lanjutnya yang kini membuat mereka bertiga semakin bingung untuk memecahkan teka-teki ini
"Kalau meng-Cover tidak mungkin.Karna lukisan ini berumur sekitar 20 tahun-an.Sementara Algs Company kan masih terbilang awalan alias belum mencapai 20 tahun!"Jelas David
"20 Tahun?"Pekik Regata dan di angguki David
"Coba lo tunjukin gambarnya!"Pinta Agnes
Davidpun langsung membuka Laptopnya dan menunjukkan gambar lukisan yang ia maksud
Tampak disana seorang perempuan berambut panjang tengah menggendong seorang bayi perempuan yang cantik sama sepertinya.Dan tak lupa,terdapat tulisan Algs yang diukir dengan menggunakan tulisan yang indah berwarna emas
Agnes nampak berfikir keras untuk memecahkan teka-teki didepannya
"Algs?satu wanita dan satu bayi perempuan?apa mungkin..."Ucap Regata menggantung ucapannya dan saling melirik dengan David
"Dimana Mafioso yang ku utus untuk mengorek semua masa lalu bunda dan pria brengsek itu? "Tanya Agnes karna sepertinya jalan fikirannya sama seperti Regata dan david
"Dia sedang dalam perjalanan.Dan seperti yang kukatakan,dia akan sampai nanti malam.Bila tidak ada hambatan"Jawab David seadanya
"Kirim beberapa Mafioso terhebat kita untuk menjemputnya!Aku tidak ingin dia mati sia-sia sebelum memberikanku informasi yang di dapatnya!"Titah agnes
"Baik.Lalu mengenai Lu-
"Jangan simpulkan apapun untuk saat ini! Gue juga memiliki asumsi yang sama seperti kalian.Tapi kita tidak boleh ceroboh dalam mengambil keputusan. Karna dia bukanlah lawan yang mudah"Ucap Agnes memotong ucapan David
__ADS_1
"Kita tunggu sampai dia datang!Setelah dia mengatakan semua informasi yang didapatnya,barulah kita memikirkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya"Sambung Agnes yang diangguki keduanya
"Ini tidak mungkin!Aku tidak boleh salah langkah untuk menghadapinya.Karna dia bukanlah orang yang bisa ku ajak untuk bernegosiasi!"