
Flashback On..!
Malam ini,Afgan tengah disibukkan dengan beberapa dokumen dalam tangannya.Ya,dia lembur.Karna rencananya besok dia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan keluarganya dan tak ingin menampakkan wajah tampannya di kantor.
Saat Pukul menunjukkan waktu 00:04.Barulah semua pekerjaannya selesai,iapun bergegas keluar dari ruang kerjanya dan beralih menuju parkiran untuk segera pulang karna waktu yang sudah sangat larut.
Ditengah perjalanannya,dia melihat seorang gadis yang sedang dikeroyok oleh banyak pria berbadan besar
Karna penasaran,diapun turun dari mobil untuk mengahampirinya dan berniat menolongnya.
"Sialan!"Maki gadis itu yang samar samar terdengar oleh afgan yang berada di kejauhan sebelum sang gadis akhirnya pingsan
Ketika sudah berjalan mendekat, barulah dia menyadari bahwa gadis yang akan ditolongnya adalah gadis yang tak lain adalah sang pujaan hati.Agnes
Melihat kondisi Agnes yang sudah tergeletak dijalan,membuat kedua tangannya mengepal dengan rahang yang sudah sangat mengeras yang menandakan saat ini ia tengah disulut api emosi
Dengan segera dia menghampiri para penjahat itu dan memukulnya tanpa ampun
"Beraninya kalian!"Ucapnya saat sudah mendekat dan langsung memukul mereka satu persatu
Setelah dilihatnya mereka tergeletak tak berdaya,barulah dia beralih menatap Agnes yang setengah sadar dan langsung menggendongnya
"A-afgan!"Ucap Agnes lirih saat dia menggendongnya sebelum akhirnya Agnes pingsan tak sadarkan diri
Afgan hanya menanggapinya dengan tersenyum kearahnya dan kembali berjalan kearah mobilnya untuk membawa Agnes pulang
"Lo apain Agnes hah?"Ucap Regata yang sudah menghadang jalan Afgan saat dirinya hendak menurunkan Agnes di kursi belakang
"Lo gak liat?Agnes ini terluka!gue gak ngapa ngapain dia,justru gue tolong dia!"Jelas Afgan
"Kalo la gak percaya,lo bisa liat orang orang yang disana"Lanjutnya pada Regata sambil menunjuk ke arah para penjahat yang sudah diberantas olehnya
Regatapun melihat arah tunjuk Afgan.Dan benar saja,ternyata ia mengenal mereka yang tak lain adalah musuh bubuyutan dari Mafia-nya yang tak mudah untuk di basmi
__ADS_1
Regata tak curiga bahwa mereka adalah orang-orang suruhan,karna ia pikir mereka sudah mengetahui identitas Agnes sebagai Queen dan berusaha melenyapkannya.Itu saja
"Yaudah,Thanks.Gue wakili Agnes!"Ucap Regata dan merebut Agnes dari pangkuan Afgan
"Tu anak mau lo bawa kemana hey?"Teriak Afgan ketika Regata sudah berjalan pergi membawa Agnes
"Jangan jangan lo mau modusin dia ya?sini biar agnes gue aja yang bawa!Lagian dirumah gue ada Bunda dan Fani yang bisa jagain dia sampe besok kevin yang jemput!"Lanjutnya yang berhasil membuat Regata berhenti melangkah dan berbalik menghadapnya
"Lo gak usah ikut campur!Agnes milik gue,jadi udah tugas gue buat lindungi dia.Sekali lagi Thanks atas apa yang telah lo lakuin kedia tadi"Ucap Regata Sambil menatap Afgan
"Agnes Milik Gue,jadi udah tugas gue buat lindungi dia"
Kata kata itu terus mengiang ditelinga Afgan.Lututnya mendadak menjadi lemas,nafasnya berhenti sejenak,dia mematung ditempat.Ya,dia Blank saat mendapatkan Regata mengatakan hal yang sangat tak ingin ia dengar dari mulut lelaki manapun
Regata langsung melanjutkan langkahnya yang tertunda tanpa mempedulikan perubahan dari Afgan.Tapi sesaat kemudian,dia menghentikan langkahnya dan melihat lagi kearah Afgan sambil berkata
"Oh ya,masalah Kak Kevin.Lo hubungi aja dia!Bilang,Agnes sama gue.Tar pagi juga gue bakalan anterin dia balik"Ucap Regata
Setelah mengucapkan hal itu,Regata pergi begitu saja dan membawa Agnes entah kemana.
"Agnes milik gue,jadi udah tugas gue buat lindungi dia"
Lagi lagi kata-kata itu terngiang ditelinga dan pikirannya membuat Afgan menjambak rambutnya sendiri.
Tak terasa,Kristal bening turun begitu saja dari kedua bola mata hitam memikat miliknya tanpa persetujuan darinya
"Cih,gue nangis?gue nangis?My God,Come on gan!Cewe bukan hanya Agnes.Dia udah ada yang punya,Lupain dia gan lupain dia!Bisa,lo bisa lupain dia!pasti"Ucap Afgan menyemangati dirinya sendiri agar bisa menguatkan hatinya yang kini sudah hancur berkeping-keping
"Tapi kenapa?kenapa gue sejak Sma sampe sekarang masih aja nyimpen rasa sama dia?Kenapa?bahkan selama 5 Tahun lamanya,gue gak pernah berhubungan dengan wanita manapun karna berharap saat balik nanti Agnes bakalan bisa membuka hatinya buat gue!walaupaun hanya sedikit. "Lanjutnya lirih dengan air mata bercucuran ditambah dengan turunnya hujan yang menjadi saksi bisu akan keretakkan hati yang selama ini dijaganya
Afgan tak peduli dengan hujan yang kini tengah membasahi tubuh Sispek-nya,ia hanya terus memegang dadanya yang sungguh terasa ada goresan besar yang membuatnya sakit dibagian sana
"Huh,kenapa kisah cinta gue semiris ini ya?Menolak banyak hati demi satu hati yang justru hatinya bukan untuk gue.Cih,cwo apaan gue ini?tapi gue gak bisa lupain dia Tuhan!Arghhhhhh...!"Ucapnya Frustasi sambil menjambak rambutnya berkali kali dan berteriak teriak gak jelas dan diakhiri dengan dirinya yang terduduk di Aspal jalanan dengan air mata yang menyatu dengan air hujan serta kepala yang menunduk meratapi hatinya yang kini tengah remuk tak tersisa
__ADS_1
(Untung jalannya sepi jam segini bang.Kalo engga,idihh malu dong.Masa Ceo tampan nan mapan nangis nangis gak jelas karana Cintah?Cuih Haha...)
Flashback Off....
"Miris banget ya kisah cinta lo!"Ucap Alfan ketika sudah mendengar sang adik bercerita
"Emang lo gak sakit gitu,waktu tau Agnes udah ada yang memiliki?"Tanya Afgan heran karna Ekspresi Alfan yang biasa-biasa saja saat mendengar ceritanya tadi
"Gak tuh!Gue juga aneh si,kan gue cinta sama Agnes.Tapi kenapa gue B aja gitu saat tau Agnes udah jadi milik orang.Beda kaya lo yang udah kaya orang gila teriak-teriak sendiri dijalanan!"Ucap Alfan yang berakhir ejekan untuk Afgan
"Sialan lo!"Maki Afgan
"Berarti cinta lo gak tulus sama dia bang!"Tambahnya
"Gue kira ini bukan cinta.Mungkin perasaan gue sama Agnes hanya sekedar mengagumi,bukan mencintai!"Ucap Alfan mantap
Afgan hanya diam tak bergeming
"Semangat dek!Aa dukung adek kok.Selama janur kuning belum melengkung,tukang tikung ajalah!Pake Gas pool biar enak nikungnya pas ditikungan tajam ntar!"Lanjut Alfan gak jelas yang membuat Afgan memutar bolamatanya malas
"Huh jyjyk,Serah lo lah!"Ucap Afgan dan bangkit meninggalkan Alfan sendirian disana
"Dih,gue bener gan.Heh lo adik laknat!Sialan maen tinggalin gue disini aja!"Teriak Alfan yang tak dihiraukan oleh afgan.
Alfan-pun bangun dan berlari mengejar adiknya itu
Tanpa mereka ketahui,sepasang suami istri tengah memperhatikan dan mendengarkan percakapan antara kedua pemuda tampan itu sedaritadi.
Ya,siapa lagi kalau bukan Jennie dan Ryan
"Bunda kasian sama Afgan yah!"Ucap Jennie lirih pada sang suami yang saat ini tengah memeluknya dengan sebelah tangannya dari samping
"Udah udah!Bunda jangan Mellow gtu dong!Kalo Agnes memang ditakdirkan untuk putra kita,pasti dia bakalan jadi menantu bunda kelak.Kalau tidak,kita tidak bisa memisahkan apa yang sudah ia satukan saat di Syurga sebelumnya!"Ucap Ryan berusaha menenangkan sanga istri
__ADS_1
"Oh god!Bila memang gadis itu jodoh putraku,maka dekatkanlah dia!Kalau bukan,maka jauhkanlah dia!Aku tidak ingin melihat putraku lemah dengan yang namanya cinta!"