
"Say Goodbye to this World!"
~Agnes Clallistiana Anfilex
**
"Mau apa kau?"Ucap Feby ketika Agnes berjalan maju mendekatinya
Agnes menyeringai dan tersenyum penuh arti sambil terus berjalan mendekat
"Sudah ku bilang Momy,ayo kita bersenang senang!"Ucapnya dengan nada selembut mungkin
Feby terus mundur dan mundur ketika agnes sudah sangat dekat dengannya.
Dia berfikir akan melarikan diri dari agnes melalui pintu yang sudah ia dobrak tadi.Tapi di ambang pintu justru sudah ada seorang pria bertopeng yang mendorongnya sampai ia tersuksruk di depan kaki agnes.
"Good Boy!"Ucap Agnes pada lelaki itu yang tak lain adalah Regata
Agnes berjongkok dihadapan feby yang berada tepat di depan kakinya
"Kau ingat apa yang ku katakan tadi pagi jal*ng?"Ucap Agnes sambil memainkan rambut feby yang sedikit acak acakan
"Itu bukan seberapa,dan lihatlah apa yang akan terjadi selanjutnya!"Lanjutnya sambil menghempas kasar rambut feby yang tadi ia mainkan
"Apa maumu?kenapa kau memperlakukan ku seperti ini?"Teriaknya setengah ketakutan
sambil berangsur mundur ketika agnes mengeluarkan pisau kecil andalannya.
Tapi kali ini berbeda,ia tidak menaruh racun mematikan di dalamnya
"Mauku?Simple!"Jawabnya
"Kau,M A T I!"Lanjutnya penuh penekanan
"Ap-apa salahku padamu?hah?dan dimana anakku?"Ucap Feby setengah ketakutan karna agnes yang saat ini berada di hadapannya bukanlah agnes yang lugu seperti dulu.Tapi agnes yang penuh dengan aura hitamnya.'Iblis
"Hahaha....! "Tawa Agnes pecah ketika mendengar ucapan feby,dan itu berhasil membuat feby merinding
"Kau tanya apa salahmu?hem?"Ucap agnes sambil kembali berjongkok di depan feby
"Kau telah membunuh Bunda Dan Adikku!"Lanjutnya sambil mencengkram dagu feby kuat
"Ak-aku ti-tida membunuh me-mereka!"Ucap feby berbata karna agnes mencengkramnya begitu kuat
"Cih!"Desis agnes sambil melepaskan cengkramannya pada feby dengan kasar
"Aku sudah muak denganmu!"Ucap Agnes dengan sorot mata penuh amarah
"Setttthhh!"
"Ahhhhhkk,anak sialan!kau melukai lenganku!"Teriak feby ketika agnes dengan tidak sabar melukai lengan feby dengan pisau kecilnya
"Ayo kita bermain!"Ucap Agnes sambil mengeluarkan senyum devilnya
Feby ketakutan bukan main,karna agnes mengganti pisau kecilnya dengan pisau besar tajam namun berkarat yang sudah pasti bila mengenai tubuhnya,akan sulit untuk sembuh dan mengalami infeksi yang mendalam.
__ADS_1
Feby berdiri dan hendak lari,tapi sebelum itu regata dengan gesit menembak kedua kakinya sehingga ia ambruk di lantai dan tak bisa bangkit.
"*Dorrr!!"
"Dorr*!!"
Suara peluru Regata berhasil memecahkan keheningan disana dan membuat feby berbaring tak berdaya
"Good boy again!"Puji agnes sambil tersenyum manis
"Next Baby!"Balas Regata
"S-Siapa kau?"Tanya Feby pada Regata sambil menahan rasa sakit di kakinya
"Hello bibi?apa kabarmu?Ahh...tentu saja kabar buruk kan?"Sapa Regata Sambil membuka Topengnya
"Re-regata!"Ucap Feby yang terkejut
"Ahh sudah!aku tidak mau basa basi,agnes cepat selesaikan segera!kita harus berpesta di mansion secepatnya!"Titah regata dan di balas senyuman penuh arti oleh agnes
Sementara Feby hanya menatap mereka bingung ditengah ketakutannya
"Apa mau kalian?Agnes,Aku ini Momy mu!"Teriaknya
"Momy?Kau bukan momy ku!"Ucap Agnes
"Kau yang sudah membunuh bunda dan adikku,apa kau pikir aku tidak tahu semua Rencana Bejadd mu itu Jal*ng?"Lanjutnya
"Ap-apa maksudmu?"Tanya Feby berbata dan terlihat jelas wajahnya yang memucat ketika mendengar ucapan agnes
"Jo-Joshen Ka-
"Ya,dia adalah pelanggan setiamu di bar malam itu kan?"Potong agnes
"Apa kau pikir aku tidak mengetahuinya?Kau menyuruh dia bekerjasama denganmu ketika kau tau bahwa dia mencintai Bundaku.Dan kau meminta bantuannya untuk membunuh adik ku dengan tembakan kedap suara itu kan?"Teriak agnes dengan mata yang dipenuhi dengan api kemarahan
"Ka-u kau,menjauh dariku!"Teriak feby ketika agnes terus saja berjalan mendekat
"Kau telah membunuh ibuku,dan lihat apa yang akan aku lakukan padamu!"Teriaknya dan berlari menuju feby dan meninggalkan banyak lukisan dengan pisau berkaratnya itu
"*Ahkkkkk!!..."
"Ahkkk*!!!..."
Agnes tidak menghiraukan teriakan feby,dia terus saja memberikan lukisan tanpa ampun pada tubuhnya.
Hingga feby tergeletak tak berdaya di atas lantai dengan banyak darah bercucuran pada tubuhnya,barulah ia menghentikan aksinya dan berdiri sambil menatap feby yang sudah tak berdaya itu.
"Huh,mainan yang kurang mengasikkan!"Ejeknya sambil menatap Feby sinis
"Ak-aku ti-tidak Menye-sal membun-uh ibumu!"Ucap feby walaupun sudah tidak berdaya
"Ya ya,karna jal*ng sepertimu tidak tau rasa malu!"Ucap Agnes
"Kau tahu,ibuku dengan senang hati menolongmu keluar dari dunia Maksia*mu itu,tapi apa balasanmu?kau menggoda Ayahku dan bodohnya ayahku itu tergoda oleh jal*ng sepertimu!"Ucap Agnes dengan memainkan pisau berdarah di tangannya
__ADS_1
"Dan kau,dengan tidak tahu malunya membunuh ibuku dengan menyuntikkan racun pada lehernya!"Lanjutnya dengan pengucapan tertekan di setiap katanya disertai amarah memuncak
"Huh,kau tahu rupanya!tapi apa yang akan kau lakukan padaku?akan membunuhku?bunuh saja aku!bunuh aku!"Tetiak feby yang mengejek dan dengan nada yang pasrah akan masadepannya
"Bunuh?hahah....!!"Balas agnes
"Aku tidak akan membiarkan jal*ng biadab sepertimu mati dengan mudah!"Lanjutnya sambil mengeluarkan sebuah suntikan yang sudah diisi dengan sebuah obat.Entah obat apa itu
"Kau membunuh ibuku dengan cara begini kan?"Tanyanya sambil mengacungkam suntikan itu
Cebppp
Agnes menyuntikan obat itu sama percis ketika feby menyuntikan racuh pada Alexa(Ibunda Agnes)Yang tepat pada lehernya
"Tenang jal*ng,kau tidak akan mati!Tapi kau akan mati dengan perlahan!"Bisik agnes pada telinga feby
Setelah mendengar ucapan Agnes,feby dengan perlahan mulai memejamkan matanya.Pandangannya kabur dan kepalanya begitu sakit saat obat yang agnes suntikan sudah mulai bereaksi pada tubuhnya.Dan diapun tergeletak tak sadarkan diri
"Finish!"Ucap Agnes saat melihat feby sudah tergeletak tak berdaya tapi masih bernyawa
"Gata,Buang dia di jalanan dan pastikan identititasnya diketahui warga yang menemukannya.Dan setelah dia di antar kerumah,pastikan juga dia Koma dan tidak bangun dari koma-nya seperti Tuan Hendra yang terhormat(Paman Regata)!"Pinta agnes dengan senyuman iblis yang tak pernah luntur di wajah cantiknya
"Siap!"Balas Regata dengan santai
"Good Girl Honey!"Ucap Seseorang
Agnespun menoleh ke asal suara itu dan menemukan Louis dan filex yang sedang Vc dengan david dan menyaksikan semuanya tentunya.
"Itulah balasan untuk seorang Jal*ng yang berani menggangu hidupku Grandpa!"Balas Agnes menyeringai dan menatap Filex
"Alexa,Putrimu sangat percis sepertimu dulu.Kejam dan Licik tentunya!"Batin Filex sambil tersenyum bangga pada cucunya
"Lanjutkan!jangan menyerah di tengah jalan!"Ujar Luois
"Lihat Baby,putrimu sudah membalaskan dendamu pada wanita murahan itu.Dan kini giliran suamimu tak tau malu itu!"Batin Louis
"Tentu Mr.Handsome!"Balas Agnes sambil tersenyum penuh arti
Sementara Regata dan David hanya diam tak bersuara dan menyimak semuanya.
"Sebentar Lagi giliran mu!bersiaplah!"
**
Note:Hendra adalah paman dari regata.Bila kalian lupa,bisa cek di Ep'Pembalasan Regata.
Dan Joshen adalah pria paruh baya yang agnes bunuh beberapa waktu lalu.Bila lupa,bisa cek di Ep'Mafia World 2
**Terimakasih yang udah mantengin karya Author terus!!Maaf yah Up nya agak lama.
Terus dekung dan ikuti ceritanya!tapi beberapa ep kedepan agnes akan mengalami sebuah musibah ya para reading!jadi jangan terkejut nantinya!
See you!Babay*!!!
Sv yo WA-nya Author!Berteman itu indah Lohh:0838 2654 1119
__ADS_1