
Setelah kejadian itu,hanya keheningan yang kini menyelimuti mereka.
Afgan masih bergulat dengan pikirannya.Sementara agnes,dia terus teringat akan ibunya.
Hatinya sangat sakit.Mengingat bagaimana bundanya diperlakukan oleh si brengsek itu selama ini.
Ingin rasanya,dia membunuh Dika dengan keji saat ini juga.Tapi dia tidak bodoh!dia tidak akan membiarkan pria badung itu mati dengan mudah.
Dia harus merasakan sakit lebih dari yang dia berikan pada bundanya.Jangan sebut aku Agnes keturunan Filex kalau tidak bisa membuatmu menderita!'Pikirnya
Tak terasa air matanya jatuh tanpa diundang.Rasanya sesak sekali jika mengingat apa yang dilihatnya tadi.Dia sangat benci mengingatnya.Dan sial nya hal itu terus menerus mengiang di kepalanya.Membuatnya sulit untuk melupakannya dan terus menangis mengingat rasa sakit bundanya yang ia gantikan saat ini.
Afgan yang tadinya sedang melamun dan bergulat dalam pikirannya,seketika berbalik menatap agnes karna mendengar isakannya.
"Kasian banget lo nes.Gak nyangka gue,dibalik sikap dingin dan pemberani lo.Lo juga sangatlah rapuh!"Batin Afgan sambil terus menatap agnes lekat
Afgan yang tak tahan melihat agnes menangis,langsung saja menariknya kedalam pelukan hangatnya
"Udah lo gak usah nangis!gue janji,apapun yang akan lo lakuin selanjutnya gue gak akan halang-halangin lo lagi!"Ucapnya sambil membelai rambut agnes yang terisak dan terbenam di dada bidangnya
Seketika agnes jadi Blank..dia tidak sadarkan diri karna rasa sesak dalam hatinya ditambah dekapan hangat yang afgan berikan membuatnya semakin terisak dalam tangisannya.
"Hiks...Kenapa laki laki sialan itu mesti ada dalam hidup bunda gue si?Hiks...kalo aja dia gak ada,Hiks...mungkin bunda gue masih ada di dunia ini,Hiks...meskipun gue gak terlahir,hiks..!"Ucap agnes pilu sampai tanpa sadar dia memeluk afgan dengan erat
"Ini semua udah takdir nes!kita bukan Tuhan yang bisa seenaknya menentukan takdir kita!"Ujar Afgan sambil terus memeluk agnes
Agnes tak menanggapi perkataan afgan.Dia terus saja menangis dalam dekapan afgan.Hatinya sangat hancur,meskipun bundanya telah lama meninggalkannya tapi senyuman manis dan kenangannya masih terus ada dalam memori agnes.
"Nes,lo kenapa?"
Suara itu berhasil membuat agnes tersadar dan langsung menjauh dari afgan.Begitu juga dengan afgan,dia sedikit salah tingkah dibuatnya
__ADS_1
"Huftt,,,gak kok!Gue Fine!"Jawabnya sambil mengusap air mata yang berada di pipi mulusnya
"Mata lo bengkak banget nes,lo nangis lama pastinya.Lo tenang aja!momy gak bakalan kenapa napa kok!"Ujarnya yang ternyata adalah kavin yang sudah kambali bersama sarah yang sudah sadarkan diri
"Lagi lagi dan lagi!Cuh,gue benci orang ngira gue nangis akibat tu jal*ng!"Batin Agnes
"Lo gak usah sok tau!gue bukan nagis gara gara tu jal*ng!"Ucapnya yang kini bukan kasedihan yang ada di benaknya,melainkan amarah
"Jaga ucapan lo yah!"Bentak sarah karna tak terima ibunya di panggil jal*ng meskipun itu Real 😂
"Dah ah gue males debat sama lo!"Ucap Agnes dan langsung bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan mereka
"Lo mau kemana?"Tanya Afgan agak berteriak supaya terdengar oleh Agnes yang sudah berjalan menjauh
"Pulang!"Balasnya
Afgan ingin mengejar Agnes tapi tangannya dipegang kevin pertanda biarkan dia sendiri dan jangan mengganggunya' kalo di terjemahkan dalam tatapan matanya.
"Goodbye sad!sekarang gue gak boleh lemah kalo liat yang gituan!gue harus kuat demi gue,bunda,dan balas dendam gue tentunya!"Ucap Agnes sambil terus melangkah keluar dan sesekali mengusap sisa sisa air mata di pipinya dan menggantinya dengan senyuman'Devil tentunya
"Gue mau Algs Company dan Revix Company mengajukan pencabutan saham di Dika's company dan desak mereka untuk melakukan rapat pemegang saham terbesar secepatnya!"Titah Agnes Saat dia sedang mengadakan Rapat di mansion Mafia-nya bersama Deon,leon dan regata tentunya
"Napa nes?lo mau mulai sekarang?gue kira masih lama!"Ucap Regata
"Lo gak usah banyak nanya!lakuin aja apa yang gue perintahin!"Bentak Agnes
"Wis,Calm Down Baby!"Ucap Regata yang barusaja mendapat bentakan serta sorot mata tak bersahabat dari Agnes
Nampak Agnes menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan untuk meredakan emosinya
"Iya iya,sekarang lo bedua lakuin apa yang dia bilang yah!Takut mode pembunuhnya on lagi,mo tanggung jawab emang lo?"Celetuk Regata menyindir agnes sambil menatap leon dan deon
__ADS_1
Leon dan deon hanya diam saling menatap
"Baik.Akan kami lakukan!"Ujar Deon mewakili adiknya itu
"Tapi Queen,Saya mendapat laporan bahwa Ceo dari perusahaan Af Company meminta bertemu dengan kalian sebagai pemilik sah perusahaan untuk membahas proyek yang tadinya berada di tangan tuan Hendra di perusahaan baru kita!"Ucap Leon
"Atur waktunya,biar regata saja yang menuinya!"Ucap Agnes singkat
"Gue?"Ucap Regata sambil menunjuk dirinya
"Yeah,sudah waktunya kita mempublikkasikan diri kita! lo dan gue juga akan ikut serta dalam rapat pemegang saham di Dika's company entar!"Ucap agnes dan di angguki oleh Regata
"Leon,deon.Meskipun nanti kita akan mengambil alih perusahaan yang selama ini kalian pegang,tapi kalian masih bisa bekerja sebagai sekertaris kami!"Ucap Agnes pada mereka
"Baik Queen!"Ucap Deon patuh
Tapi tidak dengan leon,dia tampak tengah berfikir
Agnes yang melihatnya mengerutkan keningnya heran.Dan menatap Leon
"Emm,,anu Queen saya!"Ucap Leon gelagapan karna mendapat tatapan tajam dari mereka semua
"Katakan!"Titah agnes
"Saya tidak bersedia Queen,Maaf sebelumnya.Saya lebih senang bersama anda sebagai tangan kanan di Mafia,bekerja di kantor membuat saya jijik.Apalagi banyak wanita murahan yang nendekati saya,ihhh saya gak mau ah!"Ucap Leon sambil bergidik ngeri memikirkan bagaimana cara mereka menggodanya selama ini
Deon,Agnes dan regata saling memandang
"Hahahaha....!"Pecahlah tawa mereka saat mengerti apa yang di maksud oleh deon
"Ya,kau bisa memilih sesukamu!kalaupun kau ingin kembali bekerja,Saya selalu Welcome!"Ucap Agnes
__ADS_1
Leon hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil cengengesan
"Welcome to New situation! Andika Anandika! "