
*Setttt....
Settt...
Sett...
Sett*...
Dengan empat kali goresan pisau mematikan milik Agnes,tali yang tadinya mengikat dika dengan kuatpun akhirnya terlepas.
Regata dan David yang melihatnya sungguh Geregett bukan main.Bukannya menggores wajah si Brengsek itu,ehh malah melepaskannya.Begitulah pemikiran mereka
Agnes tersenyum miring.Dengan kasar dia menarik tangan dika untuk berdiri dan
Bughkk....
Satu tonjokkan keras berhasil Agnes daratkan tepat di hidung dika sampai mengeluarkan darah dan terjungkal kebelakang
"Cih,ini baru permulaan!"Ucap Agnes santai sembari memasukkan kembali pisaunya dan merenggangkan otot-ototnya
"Ayo mulai!"Ucapnya sambil memanggil dika untuk maju kearahnya menggunakan jari telunjuknya yang ia gerak-gerakkan
Dika yang tengah terduduk dilantai karna ulah agnes sontak berdiri dan menghapus darah yang mengalir dari hidungnya dengan kasar
"Kau menantangku bocah kecil?(Tersenyum remeh)hah,kau belum tahu siapa aku!"Ucap Dika dan berlari hendak memukul wajah agnes
Dengan cepat Agnes menahan tangannya dan melipatnya kebelakang
"Jangan samakan aku dengan Agnes yang dulu!Karna Agnes yang sekarang,adalah orang yang akan mengantarmu kedepan pintu kematian!"Bisik Agnes ditelinga Dika dan langsung melepaskan tangannya
Bughkkk...
Lagi-lagi Agnes memukul dika.Bedanya,kini dia memukul dibagian perut pria itu dengan sangat keras sehingga mengeluarkan darah dari mulutnya
"Cuh!"Dika meludah dengan mulut yang masih berdarah
"Rupanya kau hebat juga ya,seharusnya aku memang benar-benar menunjukkan kemampuanku!"Ucap Dika sombong
Agnes yang mendengarnya langsung tersenyum sinis sambil menatapnya dari atas hingga bawah
"Kau pikir kau bisa mengalahkanku?Aku?Seorang Queen?Mari kita lihat!"Ucap Agnes dan langsung membuka jubah hitamnya yang memperlihatkan kaos putih berlengan pendek
Dika yang sudah mulai geram langsung saja mengepalakan kedua tangannya dan lagi-lagi usahanya gagal karna agnes dengan cepat menendang perutnya hingga ia terbentur dinding
"Cih,mana kemampuanmu itu?hah?"Ucap Agnes sambil tertawa hambar
"Sialan!"Maki dika dan langsung menendang perut agnes.Tapi Agnes tidak tumbang,hanya terpundur sedikit saja akibat tendangan kecil dika
__ADS_1
"Oh Shit!!"Maki Agnes dan langsung menghajar dika habis-habisan sampai kini dika tergeletak tak berdaya diatas lantai
Agnes yang melihatnya tersenyum puas.Meskipun ia juga mendapat sedikit memar di wajahnya,tapi ini tak seberapa dibandingkan dika yang sudah hampir sekarat atas ulahnya
Perlahan Agnes menghampirinya dan berjongkok dihadapannya
Dia mencengkram rahang dika dengan kuat dan memalsanya untuk menghadap ke wajahnya
"Kau lihat!Kematian bunda belum apanya dibanding akhir hidupmu nanti.Yang pasti akan berada di tanganku!"Ucap Agnes dengan sorot mata tajamnya
Dia tersenyum sinis,kemudian berkata "Kau pikir setelah aku mati,kau akan bisa hidup bebas?Hah?Kau lupa,aku masih mempunyai putriku.Sarah!"Ucap Dika bangga dengan keadaan yang sudah mengenaskan
Agnes tersenyum "Bisa apa putri titisan Jal*ng mu itu?Hem?"Tanya Agnes sambil menatap dika "Apa kau lupa?Aku adalah seorang Ratu Mafia?Tidak sulit bagiku memusnahkan sampah masyarakat seperti putri harammu itu."Ucap Agnes sombong yang membuat dika geram
Agnes menghempaskan rahang dika dengan kasar dan kembali berdiri dengan dika yang sudah terduduk menjadikan lututnya sebagai tumpuan
"Untuk saat ini mungkin aku mengampuninya dan membiarkan putrimu itu hidup tenang di London.Tapi saat dia berani mengganggu kehidupanku,jangan berharap putrimu akan mendapat yang namanya kebahagiaan dunia! lagi."Ucap Agnes sambil menatap dika tajam dan kemudian memalingkan wajahnya sambil tersenyum mengejek
"Kau belum tau sarah!Aku yakin,justru dialah yang akan menghancurkan kehidupanmu nantinya!"Bentak Dika dengan sedikit menjeda kalimatnya karna meringis sakit
"Kita lihat nanti!"Ucap Agnes sambil tersenyum lebar
Dorr...
Barusaja dia membalikkan badannya,entah darimana dika mendapatkan pistol dan menembakkannya ke arahnya.Untung peluru itu hanya mengenai lengan kiri Agnes,bukan pada jantungnya
*Dor...
Dor*....
Dengan segera Regata menembak kedua tangan Dika yang telah berani melukai Sang Queen yang ada dalam hatinya dengan keadaan emosi yang memuncak
"Regata!"Bentak Agnes karna melihat dua peluru yang berhasil masuk kedalam kulit Dika
"Sorry!"Ucap Regata dan kembali terduduk dengan David yang menepuk-nepuk punggungnya berusaha menyabarkan
Agnes menggerak-gerakkan lengannya yang sehabis terkena peluru bahkan pelurunya masih ada dalam lengannya.Tapi ia tak peduli
Dengan santai Agnes berjalan kearah dika yang sudah sangat terluka parah.Bahkan tembakan dari regatapun menjadi penyeban utamanya
"Kau menembakku?"Tanya Agnes sambil berjongkok.
Agnes tersenyum Smirk "Seharusnya kau tidak usah menembakku!Bahkan kau sendiri tidak pandai menembak.Tuan!"Ejek Agnes sambil tertawa
Agnes melihat kedua luka yang diberikan oleh regata pada Dika.Seketika senyum iblisnya muncul dan dengan langsung menekan kedua lengan dika yang terkena tembakkan dengan kuat.
Aghhhhkkkk..
__ADS_1
Teriak dika saat merasakan peluru yang ada dalam dirinya semakin mendalam akibat tekanan kuat Agnes pada kedua lengannya yang terluka
"Aku senang!"Ucap Agnes bahagia tanpa dosa dan terus menekankannya dengan kuat
Saat merasa dika sudah mulai kehilangan kesadaran,Agnespun menghentikan aksi penyiksaannya dan kembali berdiri tegak
"Andai kau tau,aku tidak pernah membiarkan musuhku mati hanya karna tanganku saja.Kau beruntung,aku tidak mensayat habis tubuhmu dengan pisau kecilku yang lucu!"Ucap Agnes sambil mengeluarkan pisaunya dalam jubah yang tadi ia buka dan mamainkannya seperti seorang psychopath
"Dan,kau harus bersyukur! Karna kau mempunyai anak seperti kak kevin.Yang mengizinkanku menyiksamu hanya dengan tanganku,bukan senjataku!"Ucapnya lagi sambil menatap dika
Perlahan Agnes kembali berjongkok dan dengan reflex dikapun mengadahkan kepalanya agar bisa menatap Agnes yang tengah menatapnya tajam
"Ingat wajah ini!Wajah inilah yang akan mengirimmu keambang kematian.Bila kau selamat,kau tidak perlu mencari gara-gara lagi dengan wajah ini!Atau aku sendiri yang akan melemparmu keneraka nantinya.Karna untukku, kesempatan hanya sekali.Tidak ada yang namanya untuk kedua kalinya!"Ucap Agnes serius dan dengan keras memukul kepala dan tengkuk dika
Dika yang dengan samar-samar melihat Agnes tersenyum iblis padanya dan diakhiri dengan berdiri berjalan membelakanginya.Hilanglah kesadarannya saat itu juga,dengan darah yang bercucuran dan luka tembak yang didapatkannya
"Urus dia!"Ucap Agnes ketika melihat dika yang sudah tak sadarkan diri
"Queen,dia sekarat!"Ucap Salah satu mafioso yang sudah disuruh masuk oleh david dengan Agnes yang telah terduduk santai tepat dihadapan dika dan telah kembali memakai topengnya
"Antar dia ke rumah sakit XX!Disana ada salah satu Mafioso kita yang bekerja sebagai dokter.Kirim dia padanya!Dan jangan lupa,hubungi tuan muda kevin!"Pinta Agnes dengan tersenyum bahagia melihat kondisi mengenaskan dika dihadapannnya
"Baik Queen!"Ucap Mafioso itu dan menggusur dika untuk membawanya kerumah sakit yang disebutkan Queennya barusan
**
"Nice!"
Agnes yang tersadar dengan langsung menatap Filex dan Louis yang sedaritadi menyaksikan dalam diam
Disana tampak filex dan louis yang tersenyum bangga kepada Agnes yang telah tuntas membalas perbuatan bejattt seorang Andika anandika kepada putri dan adiknya.Alexa
Agnes membuka topengnya kembali dan tersenyum kepada mereka sambil berkata
"I'm the Winner!Only me,Always me!"
-------+++++----------
*Haaa Akhirnya dika K.O jugaa HAHA!!!!!
Oiya para Readers,Novelnya akan segera berakhir atau End tepat pada eps 80 alias 3 episode lagiiii Hiyaaaaa Akhirnya Agnes tidak harus hidup dalam bayang-bayang sebuah dendam lagii
Makasih yahhh atas dukungan yang Always kalian berikan pada aku sebagai Written.Thanks bangettt
Bayyy see you next chapter gaysss kita bakalan pisah setelah author up 3 episode lagiii Babayyy💋**
⏩Jangan lupa like,komen dan votenya yaaaa para readersss itu untuk semangat author ngelanjutin season 2 nya lohhh😂⏪*
__ADS_1