
**
"Sialan!"
Preng....
Preng.....
Preng...
Bugh...
Semua benda yang dapat dilihatnya melayang dan mendarat diatas lantai hingga hancur berkeping-keping
"Aghkkk....!"Amuknya sambil menjambak rambutnya frustasi dan berakhir tersengsur lemas diatas lantai dengan kedua lutut yang menopang badannya sambil menangis
"Hiks..hiks...Sialan!"Makinya
"Dasar Iblis lo Anj*ng....!!"Teriaknya
Makinnya yang menggelegar membuat seluruh penghuni rumah seketika mengerumuni kamarnya
"Ada apa ini sarah?"Tanya dika pada sang putri yang tak lain adalah sarah
Bukannya menjawab sarah makin terisak dan lagi-lagi menjambak rambutnya frustasi
Kevin hanya mendesah pelan melihat kondisi adik tirinya itu
Sementara Agnes,dia justru tersenyum sinis dan memutar bolamatanya malas
Ditengah isakkannya,sarah menatap Agnes tajam dan langsung berdiri menghampiri Agnes dengan langkah cepat
Plak....
Satu tamparan mendadak sarah berikan tanpa aba-aba yang membuat kevin dan Dika syok.
Sementara Agnes hanya menyeka darah yang mengalir di pinggir bibirnya akibat tamparan sarah dan justru malah menunjukkan senyuman mengejek kepada adik tirinya itu
"Apa yang udah lo lakuin hah?lo GILA!"Maki sarah penuh amarah sambil menarik kerah baju Agnes
Agnes hanya santai saja menghadapinya.Dia tidak akan membuang-buang tenaganya untuk saat ini
"Kenapa gak jawab?Hah?"Bentak sarah dan langsung menghempaskan kasar kerah Agnes yang dipegangnya tadi
"Owh,gue tau.Lo nyantai gini karna pikir gue gak tau apa yang udah lo lakuin sama momy gue.Iya?"Ucap Sarah sambil tertawa mengejek dengan air mata yang masih mengalir di kedua matanya
"Apa maksud kamu Sarah?"Bentak Dika tidak mengerti arah pembicaraan Sarah
"Dia yang udah bikin momy gue keritis dady!"Teriak Sarah penuh amarah
Dika mematung ditempat.Langkahnya mundur seakan tak percaya dengan tatapan kosong dalam matanya
Perlahan dia mengadahkan kepalanya menatap Agnes.Dan mendapati Agnes tengah tersenyum kearahnya yang mengartikan bahwa itu adalah ulahnya
__ADS_1
Percaya atau tidak,ini memang benar adanya.Dengan emosi yang menyulut,dika melangkah cepat menghampiri Agnes dan langsung menarik tangan Agnes dengan kasar
Tentu saja sarah melipat kedua tangannya diperut dan tersenyum penuh arti.Lantas diapun berjalan mengikuti Dika
Sesampainya diruang tengah,dika menghempaskan kasar tangan Agnes yang tadi ditariknya dan hampir membuat agnes tersung-sur.Dia mengangkat tangannya hendak menampar Agnes.
Agnes sudah memejamkan matanya dan bersiap menerima tamparan sang Ayah.
Lama tak mendapat tamparan,akhirnya diapun membuka mata dan mendapati kevin yang tengah memegang tangan dika yang sudah berada di udara itu
Agnes tersenyum miring.Dia menoleh melihat kevin dan tersenyum bangga.Kemudian dia menoleh menatap dika dan memberikannya tatapan tajam serta bibir yang menyeringai licik
"Kevin.A-apa ini?kenapa kamu halangi dady?HAH?"Bentak dika
Kevin mendengus malas dan melepaskan tangan dika yang dipegangnya
"Apa harus pake kekerasan dad?Apa dady tidak berfikir untuk mendengarkan penjelasan Agnes dulu dan meminta Sarah membuktikan apa yang diucapkannya?Hah!"Kini giliran Kevin yang berteriak membentak dika
Dika hanya diam sambil melirik Sarah
Dengan sigap sarah menghapus air matanya dan memberikan amplop panjang berwarna coklat pada dika
Seketika dika melotot tak percaya setelah membukanya.Ya,amplop itu berisi poto Agnes saat tengah menghajar Feby.Tapi bukan saat dia menggunakan senjata tentunya.
"A-agnes?A-apa yang kau lakukan hah?a-apa ini benar?JELASKAN AGNES!"Ucap Dika yang mengucapkan kalimatnya rendah menjadi keras
Sementara Agnes masih dalam posisinya dan tak bergeming.Justru dia malah menatap Dika dengan tatapan iba
"Agnes!"Bentak dika lagi sambil melempar poto-poto itu kearah Agnes yang tengah tersenyum licik
"Kurang Ajar!"Umpat dika dan hendak menampar Agnes tapi dengan cepat tangannya ditepis Agnes
"Asal anda tau!Saya tidak akan mati dengan mudah sebelum,sebelum meliat anda hancur ditangan saya!Camkan itu!"Bisiknya pada dika dan menatapnya tajam serta menyeringai mengerikan
Dika langsung menghempaskan tangannya yang dipegang Agnes. Emosinya menyulut sampai keubun-ubun mendengar pernyataan agnes yang hanya bisa didengar olehnya
"Dengar Agnes!Apa yang kau lakukan dasar anak sialan!Gak tau diri!Masih untung kau Aku rawat sampai sekarang.Kalau bukan karna kau memiliki bagian besar dari Filex Group sudah kupastikan kau mati bersama mereka!"Teriak Dika lantang yang membuat kevin menganga tak percaya
Sarah juga tersentak kaget sambil menutup mulutnya dengan tangannya.Setaunya,dady-nya itu sangat menyayangi Agnes.Dan hal itu yang membuatnya iri pada Agnes
Sementara Agnes sangat puas!Ya,dia puas.Karna memang semua ini sudah berada dalam kendalinya.
Dimulai dari poto-poto yang sarah dapatkan secara misterius yang tak lain adalah dari dirinya sendiri.
And now.Dia berhasil membongkar kebusukkan dika dihadapan Kevin yang merupakkan anak kesayangannya itu.
Sungguh,ini akan menjadi akhir kisah Dika yang menyenangkan baginya
"Bang,lo liat.Hemm?"Tanyanya pada kevin yang masih mematung tak percaya
Seketika Dika langsung tersadar dan menoleh kearah putra sulungnya yang terlihat kecewa atas apa yang diucapkannya tadi
"B-Boy!No no no!Ini gak seperti yang ka-
__ADS_1
"Enough!"Teriak kevin sambil mengangkat sebelah tangannya kepada dika agar tidak melanjutkan ucapannya
Perlahan Kevin menurunkan kembali tangannya dan mendengus kasar
"Ternyata benar apa yang diucapkan Agnes.Kalo dady itu dari dulu nikah sama bunda hanya untuk incer hartanya aja.Yakan?"Ucap Kevin lirih dengan air mata yang mengalir deras di pipinya
"Hah,Kenapa Kevin waktu itu tutup mata sama tutup telinga aja ya?Ternyata Ayah yang selama ini Kevin bangga-banggakan adalah seorang pria berengsek yang rela mengorbankan semuanya bahkan keluarganya hanya demi harta.Cuh,Rendahan Sekali anda!"Lanjutnya sambil menatap Dika penuh amarah dan rasa jijik yang teramat sangat
Dika hanya mematung.Tak menyangka selama bertahun-tahun lamanya dia berusaha mengendalikan diri dan bersikap sabar menghadapi tingkah Agnes justru saat ini gadis itu jugalah yang membuatnya hilang kendali dan membocorkan semuanya bahkan di hadapan putra kesayangnnya sendiri.
Dika diam dan hanya menatap Kevin sendu,sementara Kevin justru malah membuang pandang kearah lain
Dika beralih menatap Agnes yang kini tengah tersenyum smirk kearahnya yang membuatnya geram
"Kamu!"Ucap Dika pada agnes sambil mengepalkan tangannya
"Kasian,kedoknya udah terbongkar"Maki Agnes dengan santainya dan tersenyum meremehkan
"Agnes!"Teriak sarah yang sedaritadi diam
"Apa lo?mau komen?"Sulut Agnes sambil menatapnya sinis
"Lo udah keterlaluan yah! Dasar anak gak tau diri!Beraninya lo nyelakain Momy gue.Awas Lo!Gue akan laporin lo ke polisi!"Bentak sarah sambil terus menangis
Pletik...
Woshhh...
Agnes menyalakan api dari bensin yang dibawanya dan langsung membakar habis poto-poto yang dilempar dika kelantai tadi
"Princes.Lo ada bukti buat laporin gue?hem?Hah,kasian!"Ejek Agnes sambil tertawa mengejek
"Sialan lo!"Marah Sarah
Sementara Kevin,dia masih saja diam mematung
"Dady,usir anak kurang ajar ini!Dia udah nyelakain momy dady...Hiks..!"Lanjutnya sambil menangis tersedu-sedu
"Pergi!"Ucap Dika pada Agnes dengan pandangan kosong
"PERGI SEKARANG JUGA AGNES!"Teriak Dika
Agnes justru menatapnya aneh sambil mengerutkan keningnya,seketika dia tertawa terbahak-bahak
"Anda mengusir saya?apa anda lupa ini rumah siapa hah?"Ucap Agnes sambil terus tertawa
Dika hanya diam mematung.Seperti tengah berada dalam mimpi yang begitu buruk baginya
"Apa harus.Saya tunjukkan sertifikat rumahnya sekarang?"Tawar Agnes sambil terus tertawa mengejek
Dika hanya diam seribu bahasa.Sementara sarah yang melihatnya menjadi bingung sendiri
Melihat Dika yang bungkam,membuat Agnes mengeluarkan seringai mengerikan miliknya
__ADS_1
"I'm the winner!"