The Bloom At Royal Harem

The Bloom At Royal Harem
4. Sebuah Langkah Mempertahankan Hidup


__ADS_3

Nachella tampak termenung di pinggir jendela yang mulai menyambutnya dengan butiran-butiran sanju bersih yang turun dari langit. Dirinya tidak memperdulikan udara dingin yang menyapanya secara kasar memenuhi ruangan yang di tempatinya, menembus kulit hingga titik terdalam tubuhnya. Tangannya terjulur melewati jendela menggapai butiran-butiran halus itu dengan senyum lebar yang mencetak sedikit cerukan di dua pipinya.


Pandangannya teralihkan saat sebuah ketukan pintu terdengar di telinga. Dengan cepat dirinya menutup jendela, kemudian turun dari kursi yang sebelumnya ia pijaki.


“Masuklah!” perintah Nachella yang terdengar seringan lonceng.


Terlihat seorang pelayan cukup berumur memasuki ruangan, memberi salam sembari menunduk kemudian kembali ke posisi tegaknya kembali.


“Tuan Putri, hamba membawa gaun yang akan Tuan Putri kenakan nanti. Apakah Tuan Putri ingin melihatnya?” tanya pelayan itu.


Nachella hanya menggeleng pelan. Ia sama sekali tidak punya minat untu melihat gaun yang akan di kenakannya besok di acara ulang tahunnya. Karena selama ini dirinya cukup percaya pada semua pilihan ayahnya, Alexander.


“Taruh saja disana, Adele. Besok aku akan memakainya. Terima kasih dan kau boleh keluar” ucap Nachella dengan setengah perintah yang langsung di sanggupi pelayan tadi, Adele.


“Berarti satu bulan lagi Nachella akan berulang tahun dong dan itu artinya aku akan bertemu dengan si kamp**t Katterina itu” Ucap Nachella tidak sabar saat mengingat kembali naskah yang sempat di buatnya dulu saat menjadi Nachira.


Jika orang lain akan memilih menghindari pertemuannya dengan malaikat maut, justru hal itu tidak berlaku bagi Nachella yang saat ini sangat tidak sabar menantikan pertemuannya dengan sosok malaikat maut nomor satunya., Katterina. Terlebih lagi dirinya sangat penasaran dengan wajah Katterina yang dengan begitu mudahnya dapat meluluhkan hati Felix yang terkenal sangat dingin dan juga dirinya sangat penasaran tentang tingkat kelicikan wanita itu yang hingga mampu membuat Nachella asli dengan mudahnya ia bodohi.


Tangannya kembali mencatat alur cerita termasuk peristiwa dan pertemuan penting yang tentunya akan sangat sangat berpengaruh dalam kelangsungan hidupnya. Apalagi tentang pernikahannya dengan Putra Mahkota Kekaisaran, Felixious Renzo Eiderlands.


Dalam cerita “The Secret Of Romance and The Darkness” yang dibuatnya, di ceritakan tentang seorang gadis cantik dengan mata biru sejernih lautan yang tumbuh dari kecil hingga dewasa bernama Nachella Naiderfold Courlage. Gadis itu sangat cantik, baik hati, ceria, lugi, yang bahkan kecerdasannya sudah terkenal hingga seluruh antero kekaisaran. Pada awal hidupnya, gadis itu begitu di manjakan oleh keluarganya, di agung-agungkan oleh para rakyat, dan begitu di sayangi semua orang, baik keluarga, rakyat, maupun keluarga kekaisaran.

__ADS_1


Namun hal itu berubah ketika dirinya bertemu dan jatuh cinta pada pandangan pertamanya kepada Felixious Renzo Eiderlands, pria yang sangat dingin dan angkuh yang juga merupakan Putra Mahkota Kekaisaran Visilion. Kakaknya Leon yang dulu begitu sayang dan perhatian kepadanya seketika menjadi begitu acuh padanya. Sebenarnya Leon masih sayang pada adik perempuannya, hanya saja ia sedikit kesal dengan sikap adiknya yang terkesan bodoh karena dengan mudahnya termakan ucapan orang lain. Terlebih Nachella selalu menganggap semua orang itu baik dan jujur sama seperti dirinya, sebuah pikiran yang konyol.


Hingga akhirnya gadis itu menikah dengan Felix kerena berhasil memenangkan hati sang kaisar dan para menteri, terutama hati Felix yang mulai mencair saat berada di dekatnya. Namun kebahagiannya itu tidaklah berlangsung lama, tak kala 3 bulan setelahnya para menteri kembali meminta kepada kaisar untuk mengangkat seorang selir untuk Felix yang saat itu masih menyandang gelar sebagai putra mahkota. Sebuah nama tercetus, hingga membuat seluruh sudut istana gempar di iringi tawa bahagia Nachella karena mengetahui jika sahabatnyalah yang terpilih, Katterina. Dia di berikan amanah untuk menjadi selir, mendampingi Felix dan Nachella meskipun pengangkatannya hanyalah sebuah pernikahan politik.


Pada awal pengangkatan Katterina, Nachella begitu semangat dan gembira sebelum sebuah fakta mengejutkan menyeruak masuk di telinganya. Adik iparnya, Orlando yang meninggal seminggu yang lalu rupaya di dalangi oleh Katterina. Pemikirannya salah, hingga terkadang ia sedikit mengacuhkan Felix yang begitu memperdulikannya. Hingga selang beberapa lama sifat Felix berubah, kembali dingin dan acuh padanya yang justru bersikap baik pada Katterina. Entah apa yang terjadi, hatinya begitu sakit saat menerima fakta pria yang di cintainya begitu mengacuhkannya.


Hingga puncaknya, 10 bulan setelah pernikahan Felix dengan Katterina, kini Felix telah benar-benar jatuh ke tangan wanita itu meskipun dirinya tahu jika wanita itulah penyebab adiknya Orlando meninggal dunia. Namun ia seolah menutup mata, tidak peduli dengan kenyataan dan masih tetap mencintai wanita itu. Hingga tanpa di ketahuinya beberapa bulan kemudian terjadi pemberontakan yang di dalangi oleh Katterina dan ayahnya Tuan Bacley yang menyebabkan banyak korban berjatuhan. Begitupun dengan Nachella yang harus meregang nyawa di tangan mantan seseorang yang ia anggap sahabat terbaiknya. Di akhir hidupnya, ia menatap nanar penuh harap kedatangan Felix meskipun hanya untuk sekedar membantunya berdiri. Namun harap hanyalah angan, karena nyatanya pria yang sangat dicintainya itu hanya menatap dingin tubuh lemah bersimbah darah miliknya sebelum akhirnya pergi bersamaan dengan pedang yang tertancap di tubuh wanita itu.


⚜⚜


Nachella membuka kembali matanya yang sempat terpejam. Iris biru sejernih lautan yang nampak sayu dengan sedikit guratan merah terlihat samar di matanya, matanya menatap lurus ke arah jejeran buku yang tersusun rapi bertumpuk di atas meja di sudut ruangan, perlahan ia turun dari tempat tidurnya, menghampiri tumpukan buku, mengamati, sebelum akhirnya mengambil sebuah buku yang lumayan tebal. Kakinya ia langkahkan menuju ke sebuah ruang besar yang di terdapat sebuah cermin berukuran dua kali lipat dari pada ukuran tubuhnya.


Matanya menatap lekat sebuah pantulan cermin. Dilihatnya seorang gadis kecil dengan gaun tidur satin berwarna cream, dengan hiasan mawar merah yang terbuat dari bludru semata kaki. Rambut hitam panjang dengan ujung bergelombang berwarna coklat tua, netra biru saphire sejernih lautan, terang kristal, wajah mungil putih pucat, hidung mangcung dan bibir mungil dengan bagian atas tipis sedangkan bagian bawahnya tebal semerah cherry. Belum lagi tubuh ramping dan sepasang lesung pipit di wajahnya yang semakin menambah tingkat kemanisan gadis itu.


Tangannya perlahan bergerak membuka lembaran buku yang edari tadi di pegangnya hingga perlahan sebuah tulisan besar sebagai judul mulai terlihat disana.


*Sebuah Langkah Mempertahankan Hidup*


Senyum tipis terukir di bibirnya secara perlahan saat setiap kata yang tertulis disana mulai ia baca.


Pertama, pertahankan kasih sayang orang di sekitar terutama keluarga. Karena sebaik-baiknya tempat perlindungan, keluarga adalah pilihan utama.

__ADS_1


Kedua, hindari pertemuan dengan kedua malaikat maut, Felix dan Katterina.


Ketiga, menolak perjodohan dengan Felix.


Keempat, jatuh cinta dengan orang lain, hindari semua hal yang berkaitan dengan perebutan kekuasaan di kerajaan apalagi istana.


Kelima, pura-pura bersifat manis di depan musuh alias Katterina.


Keenam, jangan sampai terlihat lemah. Pelajari ilmu tata krama, bela diri, terutama sihir.


Ketujuh, apapun situasinya mulailah kumpulkan harta seperti uang kertas, emas, dan perhiasan.


Kedelapan, semangat!


Matanya kian berbinar setelah selesai membaca tulisan pada buku tersebut, kemudian menatap kembali pantulan dirinya di cermin dengan tangan kanan mengepal ke atas. Matanya perlahan terpejam, meminta kepada siapun di dunia ini yang dianggap dewa atau Tuhan agar keinginannya tadi dapat terwujud sesuai keinginannya. Setidaknya ia ingin hidup lebih lama di dunia ini, terlebih di dunia ini dia bisa menjadi cantik dan kaya raya tanpa kerja keras seperti di kehidupannya yang dulu. Jadi, jangan pernah menyia-nyiakan apapun.


“Semangat, kamu pasti bisa Chella!” ucapnya penuh semangat dengan kepalan tangan yang masih melayang di udara.


Kini matanya beralih pada sebuah tulisan yang berisi daftar para pemain yang pernah di tulisnya dalam naskah “The Secret Of Romance And The Darkness”. Namun entah mengapa, rasanya ia telah merupakan seseorang yang dirasakannya memiliki peran yang cukup penting, meskipun tokoh itu bukanlah pemeran utamanya. Namun tetap saja, jika pria orang tersebut penting dan sekarang dia melupakannyabakan jenis kelaminnya saja dia tidak mengingatnya.


“Lupakan sajalah, pasti dia akan datang cepat atau lambat. Aku tunggu saja” ucapnya sembari membuang napas kasar, sebelum akhirnya melenggang pergi menaiki kasur dan tergelam bersama gulungan selimut tebal.

__ADS_1


⚜⚜


TBC


__ADS_2