The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat

The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat
Domain Dewa Pedang


__ADS_3

Kondisi Jian Yong cukup mengenaskan setelah menghadang kekuatan dari salah satu pemimpin kelompok iblis darah,Mo Li Huan.Berdiri disamping memapahnya adalah sang istri,Jian Mei yang juga kondisinya tidak terlihat baik setelah menghadapi keroyokan dari beberapa anggota iblis darah.


Disisi lain,Mo li Huan terlihat menyeringai melihat keadaan kedua suami istri itu.


''Sungguh kalian tidak mengerti batasan kalian.kalian hanya semut.hari ini aku tidak akan berbelas kasih.Akan kuhancurkan kalian besrta jiwa kalian sekaligus''.Seberkas sinar merah darah kembali melesat kearah Jian Yong Dan Jian Mei.


''Mei'er......pergilah cepat....harus ada yang menemukan keberadaan Wu'er''.ucap Jian Yong lirih sambil menatap tajam kearah Mo Li Huan yang mulai menyerang.


' ''Aku tidak akan meninggalkanmu''.jawab Jian Mei yang juga menatap tajam kearah musuh.


''Matahari membelah awan'' .tiba-tiba Jian Mei merapal sebuah jurus dengan maksud menghadang serangan MoLi Huan.


Seberkas tipis energi pedang berwarna putih kebiruan melesat dari dua jari Jian Mei.


''Mei'er ..........jangaaannn....''


Duuaaaarrt.....


Ledakkan terjadi sebelum Jian Yong menyelesaikan ucapannya.Keduanya kembali terlempar bersamaan sejauh sepuluh meter.


Keduanya terkapar tak bergerak.Keadaan Jian Yong semakin parah.Beberapa aliran darahnya terputus.darah merembes dari setiap lubang ditubuhnya.bahkan pori-porinya pun merembes darah.



Jian Mei pun tak jauh berbeda keadaannya.apalagi basis kultivasinya masih dibawah suaminya.Jian mei tergeletak tak jauh dari Jian Yong.


' ''Mei'er......''terdengar lirih suara Jian Yong memanggil sang istri.


Yang dipanggil hanya bisa bergumam pelan.tapi itu sudah cukup bagi Jian Yong.setidaknya, istrinya masih bernafas.


''Dasar semut tak tahu diri,tidak tau tingginya langit''.terdengar suara Mo Li Huan memaki.


''Lebih baik kalian segera menemui raja neraka''.segera setelah selesai ucapannya,kembali melsat energi pedang berwarna merah darah.


' ''Wu'er.......maafkan Ayah dan Ibu......''bisik lirih Jian Yong.


Jian Yong dan Jian mei hanya bisa pasrah.tak mungkin lagi bagi mereka untuk menghadang atau menghindari pukulan itu.


Bleeeeeebbbb....


Beberapa tombak sebelum pukulan itu sampai kepada mereka,sebuah rune terbentuk menelan pukulan Mo Li Huan.


''Perisai energi......??!''Mo Li Huan tersentak.sebuah perisai yang menelan serangannya,berarti pemilik perisai ini setidaknya ahli setingkat dengannya atau bahkan diatasnya.

__ADS_1


Tsiiiiiiiinnnnnnggg...


Tsiiiiiiiinnnnnnnnggg...


Belum pulih dari keterkejutannya,tiba-tiba. lesatan beberapa energi pedang dengan aura kuat menerjang kearah orang-orang iblis darah...


Booooommmm


Ledakan keras melemparkan Mo Li Huan dan orang-orang iblis darah.beberapa orang langsung tewas terpotong tubuhnya tanpa sempat menghindar


Mo Li Huan,walaupun tidak terluka parah tapi juga ikut terlempar beberapa meter......


' ''Alam dewa leluhur......????!''gumam MoLi Huan panik.


Bagaimana Mo Li Huan tidak panik,Tingkatan seperti itu diluar antisipasinya untuk daerah selatan ini


Hening terjadi untuk beberapa saat...


Mo Li Huan perlahan berdiri sambil menyeka darah dibibirnya.visinya diedarkan kesekitarnya.


Terkejut Mo Li Huan mendapati tidak ada lagi kedua suami istri itu.yang ada hanya anak buahnya yang telah tewas terpotong dan beberapa yang masih terbaring mengerang kesakitan.


''Siapa ahli itu sebenarnya..???'' batin Mo Li Huan bergidik.Karena Tidak sulit bagi ahli setingkat itu untuk membunuh orang setingkat dirinya.



''Cepat...pulihkan kondisi kalian.kita segera ke pusat desa dan bergabung dengan yang lain''.bentaknya kepada mereka yang segera menelan pil merah darah.


******


Jian Wu perlahan membuka matanya saat merasakan bahwa dirinya tertidur diatas rerumputan yang lembut.matanya mengerjap beberapa kali.Ia pun kemudian mengedarkan pandangan kesekitar dan menguatkan persepsinya menganalisa bahaya yang mungkin datang ditpat yang belum ia kenal.Hamparan padang rumput yang luas yang indah dipagari pegunungan tinggi berjejer dan hutan yang lebat dikejauhan sana.


Jian Wu mencoba mengingat kejadian sebelumnya.Dia hanya teringat kalau dirinya tersedot kedalam pusaran energi dari sosok paruh baya didepannya waktu itu.Setelah itu ia hanya merasakan seperti melewati dimensi yang lain.


''Dimana kak Feng...?? Bukankah kami tersedot bersama-sama...??? Dan....dimana ini...???''banyak pertanyaan muncul dalam benaknya.


Angin padang rumput bertiup menerpa wajah Jian Wu. Ia berjalan menyusuri padang rumput dan memindai area savana yang indah.


Visinya menatap dikejauhan pada sebatang pohon besar kuno yang tampak tegar berdiri ditengah savana.semakin dekat angi terasa semakin tajam seperti sayatan mata pedang.semakin terlihat dibawah pohon itu berdiri debuah gubuk sederhana.Semakin Jian Wu mendekat ia merasakan Aura pedang yang terasa agung.


Jian Wu berdiri lama didepan pintu gubug,mempertimbangkan untuk masuk atau tidak.setelah berfikir beberapa saat dia memberanikan diri untuk mrngetuk pintu.


''Adakah gerangan orang disini''ucap Jian Wu sambil mengetuk pintu.setelah ditunggu beberapa saat tidak ada reaksi apapun,Jian Wu mendorong pintu gubug.Ia melangkah masuk kedalam ,mengedarkan visi dan kesadarannya memindai seluruh gubug.Betepa terkejutnya Jian Wu ketika mendapati disudut ruangan,duduk bersila dalam posisi lotus dilempengan batu seorang paruh baya yang tak lain adalah sosok yang ia temui sebelumnya bersama Jian Feng.Auranya begitu agung.Seluruh tubuhnya diselimuti cahaya keemasan tipis yang menambah kesan berwibawa.

__ADS_1


Seperti mendapat perintah yang tak terlihat,Jian Wu segera berlutut memberi penghormatan kepada sosok yang duduk didepannya.


''Junior ini memberikan hormat kepada senior''.ucap Jian Wu sambil berlutut.


Perlahan mata pria itu mulai terbuka.pandangannya begitu dalam dan tajam laksana mata pedang.Juga memancarkan kesan wibawa nan agung bagi siapa yang menatapnya.



Jian Wu bahkan merasa tersedot kedalam ilusi ketika tatapanya bertrmu dengan mata pria itu.Ia seperti memasuki dunia lain yang angkuh dan mendominasi.


''Setelah seribu tahun lebih ak berada disini,Akhirnya datang juga seseorang dengan keberuntungan besar''.suara pria itu pelan namun penuh kewibawaan.


''Selamat datang di duniaku...anak muda....''


''Dunia anda.....?????!''ucap Jian Wu heran


''Ya......duniaku.......domain dewa pedang''.jawabnya sambil tersenyum.


''Domain dewa pedang......??!!''gumam Jian Wu sambil berusaha mengingat cerita Jian Feng waktu itu.


''Kamu dipanggil Jian Wu kan....????''.Sambung pria itu.


''Saya..,senior''.jawab Jian Wu.


''Jian Wu ......kamu mempunyai kehendak hati yang kuat .Jiwa yang kuat''.tatapannya lekat pada Jian Wu.


''Jiwa beladiri yang kuat dari seorang kultivator akan menjadi pondasi yang penting dalam perjalanan seorang kultivator dalam menapaki jalan beladiri yang keras.karena kekuatan jiwanya akan menuntunnya pada ketekunan dan kerja keras yang tinggi''.sambung pria itu menjelaskan.


Jian Wu hanya terdiam mendengarkan semua itu.Ia belum tahu pasti apa itu.tetapi yang jelas selama ini dia hanya ingin memperkuat diri untuk melindungi orang-orang yang ia sayangi.


''Saya mengerti senior''Jian Wu menjawab hormat.


''Maukah kamu menjadi penerusku ....,anak muda...????tanya sosok itu mengejutkan Jian Wu.Ia merasa tiba-tiba mendapat keberuntungan sebesar ini.


''Hormat saya senior....saya bersedia.....tapi sebelum itu.....kalau boleh tahu siapakah senior ini sebenarnya.....''tanya Jian Wu tidak mengurangi rasa hormatnya.


''Hehehe.....benar juga....aku sampai lupa memperkenalkan diri..''ucap pria itu terkekeh pelan.


''Seribu lima ratus tahun yang lalu aku dipanggil Xiao Long......Sang Dewa Pedang..''jawab pria itu.visinya menerawang jauh.


''Sang Dewa Pedang...?????!!?''..........


...****************...

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2