The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat

The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat
32. Danau Berair Hitam.


__ADS_3

"Cepat sekali......!! ".Hanya kata itu yang bisa terlintas dipikiran sebagian orang diarea itu.


Para murid sekte Pedang Matahari Timur juga terpana menatap mayat pemimpin pertama kelompok iblis darah .Bukan hanya karena kecepatan serangan itu, tetapi karena mayat itu tak lagi bisa beregenerasi seperti sebelumnya.


Empat orang berjubah ungu gelap menatap tajam kedepan. Bukan mayat anggota mereka yang menjadi perhatian mereka.Tetapi orang yang melakukan serangan cepat itulah yang menjadi fokus mereka.


Didepan sana, berdiri sesosok pria tua berjubah putih bersama satu pria paruh baya tiga pria muda satu wanita muda dan satu Magical beast berwarna keemasan.


Pria itu adalah Grand elder Lu Tian Huo bersama patriark sekte Pedang Matahari Timur, Lu Tian Ji.


Dibelakang mereka adalah Jian Feng ,Chang Yuan, Yun Fei Yang, Lu Xian Yue dan kera berbulu emas.


"Kebetulan sekali kalian para antek-antek iblis berada disini.......aku tidak perlu repot mencari persembunyian kalian....... ".Lu Tian Huo berkata dengan nada tenang.


Wuuuussssshhhhh........


Baru saja selesai Lu Tian Huo berbicara, dari balik kumpulan awan gelap melesat cepat sebuah energi qi berbentuk tombak. kecepatannya setara dengan pukulan Lu Tian Huo saat menghabisi pimpinan pertama kelompok iblis darah tadi.


Lu Tian Huo melirik sejenak lalu mengibaskan tangannya.


tsiiiiinnnnnnggggg..........


duuuuaaaaaaarrrrt...........


Ledakan besar terjadi diudara. Kembali, muntahan gelombang energi liar menerjang area sekitar. Kondisi sekte bertambah porak poranda.


Lu Tian Huo tersentak dua langkah kebelakang.


"Hahaha......... rupanya Panatua sekte Pedang Matahari Timur sesuai dengan reputasi nya....... hahaha....... tapi hari ini sekte Pedang Matahari Timur akan jadi reruntuhan....... hahaha...... ".Terdengar gelak tawa dari balik awan gelap.


"Hh.......coba saja jika kamu mampu..... hanya seorang pengecut ingin bermimpi disiang hari.......hanya bisa menyembunyikan diri... bahkan takut untuk menampakkan wajah....... ".Panatua Huo menatap tajam kearah awan gelap.


"Tian Ji........ perintahkan semua murid untuk menyerang......!! untuk membunuh mereka, penggal langsung kepala mereka...!!. hanya itu caranya........ ".Panatua Huo memberi perintah melalui transmisi suara.


"Baik Ayah......... ".Jawab Lu Tian Ji.


"Bentuk formasi tempur......... serang mereka......... !! penggal kepala mereka..!! ".Suara Lu Tian Ji segera bergema kesemua murid sekte Pedang Matahari Timur.

__ADS_1


Dengan sigap mereka membentuk formasi menyerang kelompok iblis darah.


"Seraaaang....... !!".Suara Lu Tian Ji bergema diarea sekte.


Tak menunggu lama, semua murid melesat menyerang orang-orang berpakaian hitam.


wuuuussssshhhhh........


wuuuussssshhhhh........


wuuuussssshhhhh........


traaaannng.... traaaannng... traaaannng....


triiinnnnnngg.. triiinnnnnngg... triiinnnng..


Pertempuran segera pecah dengan cepat. Murid sekte Pedang Matahari Timur yang memang menang secara kuantitas segera mendesak tanpa peduli lagi etika pertempuran. Para murid mengeroyok setiap seorang dari kelompok iblis darah.


Kenyataannya, pertempuran yang harusnya berat sebelah terlihat berimbang. Walau secara kuantitas kelompok iblis darah kalah,tetapi energi qi dan kekuatan individual kelompok iblis darah berada diatas angin karena kelompok iblis darah menggunakan ketrampilan aliran hitam yang membuat personil mereka sulit untuk dijatuhkan.


"Sungguh metode yang sangat keji........!! ".Panatua Huo menggeretakkan giginya geram.


"Jangan berbelas kasihan kepada kelompok iblis darah......! ".Panatua Huo berteriak memberikan perintah dalam kegeraman nya.


"Bentuk formasi-formasi kecil untuk menyerang mereka....!!? .Patriark Lu Tian Ji memberikan instruksi kepada para murid.


Sementara para murid menyerbu anggota kelompok iblis darah, Para tetua sekte, Jian Feng ,Chang Yuan,Yun Fei Yang, Lu Xian Yue dan kera berbulu emas menyerang para pemimpin kelompok iblis darah.


******


Dikedalaman hutan Big Magic, tepatnya dipusat kedalaman yang sangat lebat dengan pepohonan yang besar dan tinggi menjulang, terdapat sebuah lembah dengan sebuah danau yang berair hitam. Danau itu tampak sangat menyeramkan dengan kabut hitam tipis yang menyelimutinya. Aura kegelapan terasa sangat pekat disekitar danau itu. Bahkan dalam radius satu kilometer tidak tampak sama sekali Magical beast yang berkeliaran.


Tiba-tiba kabut tipis disalah satu bidang danau itu terkuak dan terlihat bayangan ungu kegelapan melesat memasuki danau. ketika kabut terkuak terlihat samar diagram rune menyelimuti seluruh permukaan danau hitam.


Didalam danau, tampak sebuah bangunan kuno mirip sebuah istana berselimut kabut ungu kehitaman. Disemua sisinya ,istana gelap itu dikelilingi oleh dinding batu yang dipahat menjadi rumah-rumah yang berjajar mengelilingi istana.


Sosok bayangan yang masuk kedalam danau segera melesat menuju istana didasar danau.

__ADS_1


"Salam tetua...... ".Dua penjaga itu menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.


"Aku ingin bertemu Jendral...... ". Ucap tetua itu tegas.


"Baik tetua..... ".Kedua penjaga itu segera membukakan pintu gerbang setinggi empat meter itu.


Dreekk .. ....dek... dek.... dek.... dek.....


Pintu gerbang bergerak dengan suara berat.


Terlihat suasana suram dengan aura kematian yang pekat ketika gerbang terbuka.


Tetua itu berjalan menuju sebuah aula besar ditengah istana itu. Diujung aula tampak singgasana besar diselimuti kabut ungu gelap tipis dan pesona kematian begitu terasa.


Terlihat duduk terpejam seorang pemuda berumur kisaran 25 tahun dengan wajah putih pucat dan rambut ungu kehitaman. Mata pemuda itu perlahan terbuka saat tetua sudah berjarak 20 meter dihadapannya. Sorot mata berwarna merah darah menatap penuh penindasan. Tetua itu segera berlutut memberikan penghormatan.


"Hormat saya Jenderal....... ".Ucap tetua itu tetap menundukkan wajah.


"Ada apa tetua Mo Yun Fei....? ".Tanya pemuda itu yang adalah jenderal iblis dengan suara berat.


"Pasukan kita telah menyerang sekte Pedang Matahari Timur, jenderal..... ".jawab Mo Yun Fei


"Dan...... bagaimana situasinya....... ". Lanjut jenderal iblis.


"Untuk saat ini kita masih bisa diatas angin..... tapi para tetua dan patriark sekte mereka mulai muncul... ".Terlihat sedikit kecemasan diwajah tetua mo yun fei.


"Hahahaha....... kenapa kau nampak cemas?...... bukankah akan lebih bagus mereka keluarkan kekuatan penuh.?...... supaya lebih cepat aku bumi hanguskan sekte Pedang Matahari Timur....... ".Tawa Jenderal iblis menggema diseluruh ruangan istana itu.


Jenderal iblis berdiri dari singgasana nya. Pandangan matanya yang menyala merah darah bersinar terang .Detik berikutnya, fluktuasi energi gelap meliputi seluruh istana. Aliran energi qi gelap berputar diseluruh danau dan bergerak memasuki istana. Semuanya berkumpul dan berputar mengelilingi tubuh jenderal iblis. Hingga detik berikutnya, energi gelap itu terserap kedalam tubuh jenderal iblis.


Jenderal iblis meregangkan tangannya merasakan sensasi kekuatan yang luar biasa. Aura kematian mendominasi seluruh area istana. Hembusan energi qi gelap bergerak liar membuat Mo Yun Fei merasakan tubuhnya sangat berat seolah tertimpa sebuah gunung.


"Puncak Dewa leluhur. ........!!????".Mo Yun Fei terbelalak merasakan tingkatan jenderal iblis.


...****************...


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2