The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat

The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat
21.Pertemuan Tak Terduga #2


__ADS_3

Pertempuran Jian Feng dengan kalajengking tombak ungu berlangsung sangat ulet. kerasnya kulit kalajengking tombak ungu harus memaksa Jian Feng memutar otak dan mengerahkan kekuatannya semaksimal mgkin.


Pakaian Jian Feng sudah terlihat compang -camping karena hempasan energi brutal. Sementara kalajengking tombak ungu lebih parah lagi keaadaannya. Tubuhnya penuh luka sayatan dan tusukan. beberapa sisik cangkang pun sudah terkupas dan menampakkan area lunak tubuhnya.


Dengan pakaian berantakan Jian Feng menatap tajam kalajengking tombak ungu.


''Tenagaku sudah banyak terkuras....... aku harus mencari celah kelemahan dari binatang ini''.Mata Jian Feng tak berkedip menelusuri tubuh kalajengking tombak ungu mencari celah kelemahan pada tubuh binatang itu.


Tak menunggu lama ,Jian Feng segera bergerak menyerang kalajengking tombak ungu. Masih menggunakan gerakan kedua dari jurus pedang cahaya kilat ,Jian Feng bergerak cepat membombardir kalajengking tombak ungu.


Tak mau kalah ,kalajengking tombak ungu pun menyambut Serangan Jian Feng dengan sengat dan kedua capitnya.


Puluhan gerakan telah terjadi mengiringi pertarungan mereka hingga pada satu kesempatan ,Jian Feng bisa menyusup disamping kepala kalajengking tombak ungu dan sebuah sambaran pedang Jian Feng telak menghantam leher bagian bawah kalajengking tombak ungu yang memang lebih lunak.


Boooooommmmm......


Sambaran pedang yang disertai energi pedang sukses mengenai tepat dan menghasilkan ledakan cukup besar.


Tubuh kalajengking tombak ungu terbang terhempas oleh pukulan yang menyebabkan sayatan dalam dilehernya .sebagian lehernya hancur .cairan berwarna ungu gelap mengalir deras dari luka itu.


Namun begitu kalajengking tombak ungu bukannya terlihat takut,ia meraung penuh kemarahan dan kembali bersiap menyerang walaupun Energinya perlahan terus menurun.


Tapi....belum sempat ia mengeluarkan serangan, terdengar ia meraung pilu diikuti siluet seseorang yang telah mendarat didepanya dengan pedang terhunus yang bersinar kebiruan.


Beberapa saat kemudian.....


boooooommmmm........


Tubuh kalajengking tombak ungu meledak menjadi beberapa potongan dan berserakan disekitar area itu.


Kalajengking tombak ungu terbunuh tanpa menyadari ketika ia terlempar ,dengan cepat Jian Feng menyusul dengan gerakan kedua dari jurus pedang cahaya kilat.


''Akhirnya...... ''desah Jian Feng terduduk sembari menyeka darah disudut bibirnya.


Jian Feng memandang potongan tubuh kalajengking tombak ungu. sudut matanya terhenti pada bagian kepala kalajengking tombak ungu.


Segera ia melangkah mendekati potongan kepala kalajengking tombak ungu dan segera membelah kepala bagian belakang.


Terlihat sebuah batu berwarna ungu gelap sebesar kepalan tangan menyembul dari daging kepala kalajengking tombak ungu. Permata itu memancarkan energi yang cukup besar.


Selesai Jian Feng mengambil permata siluman atau permata ajaib dan memasukannya kedalam cincin ruang ,ia berjalan menghampiri wanita yang telah diselamatkannya.


Jian Feng memeriksa kondisi wanita dihadapannya. Lalu dia mengambil sesuatu dari cincin ruang nya.

__ADS_1


''Ini.... minumlah.... mudah-mudahan kondisi anda bisa membaik ''.Jian Feng mengulurkan tangannya menyodorkan pol berwarna merah keemasan.


''Terima kasih Tuan.... aku akan mengingat budi kebaikan tuan... ''.Wanita itu mengulurkan tangannya menerima pol pemberian Jian Feng.


''Ah...Tidak usah terlalu sungkan Nona.... ''Jian Feng berjalan sedikit menjauh untuk memberikan ruang kepada wanita itu memulihkan diri.


Wanita cantik itu segera menelan pil dan duduk bermeditasi menyerap khasiat pil.Sinar keemasan segera berpendar dari tubuh wanita cantik itu. menandakan khasiat pil sudah mulai bereaksi.


Sementara Jian Feng juga mengkonsumsi pil pemulihan tubuh dan duduk bermeditasi. Tenaganya telah cukup banyak terkuras saat menghadapi kalajengking tombak ungu.


Cukup lama mereka bermeditasi memulihkan kondisi mereka. tak terasa dua jam telah berlalu.


Mata Jian Feng tiba-tiba terbuka. Visinya menjadi waspada. Secara samar ia merasakan fluktuasi udara disekitarnya. Persepsinya ia naikkan ketingkat kewaspadaan tinggi. kondisinya telah pulih delapan puluh persen


''Ada sesuatu yang janggal dihutan ini...... ada kekuatan samar yang menyelubungi hutan ini.... aku harus lebih waspada... ''.batin Jian Feng sementara visinya beredar diarea sekitarnya


Tak berapa lama,Wanita cantik didepannya perlahan membuka mata. Mata wanita Itupun kemudian mulai menyisir sekelilingnya. Saat ini kondisi wanita itu telah pulih walaupun belum seratus persen .


''Apa anda juga merasakan sesuatu...?? ''.Sebuah suara terdengar mengalihkan pandangan wanita itu. Ia menatap pemuda tampan didepannya.


''Samar-samar.....''Jawab wanita itu singkat lalu mengedarkan visinya kembali kedaerah sekitar.


Jian Feng segera bangkit dan beranjak menghampiri wanita itu.


''Lu Xian Yue.... ''.ucap wanita itu lirih.


''..........?!???...'' Jian Feng mengerutkan keningnya.


''Itu namaku Tuan...... ''Ucap Lu Xian Yue canggung.


''Ohh..... ehh...iya.... Aku Jian Feng ...''Jian Feng tergagap memandang Lu Xian Yue .


Tiba-tiba .....'Jian Feng melesat cepat menyambar wanita didepannya.


Duaaaaaaarrrrrt.......


Ledakan terjadi ditempat mereka berdiri semula.


Jian Feng dan Lu Xian Yue telah berpindah sejauh dua puluh meter. Jian Feng memandang ke sekeliling mencari sesuatu yang telah mengirimkan serangan.


''Jangan jadi pengecut..... keluarlah..... sungguh hal memalukan menyerang dari belakang.... ''Ucap Jian Feng geram. sementara Lu Xian Yue juga mengedarkan visinya.


Hening......

__ADS_1


Tak ada sesuatupun yang muncul dan tak terdeteksi apapun disekitar mereka.


tsiiiiinnnnnnggggg........


tsiiiiinnnnnnggggg.......


Jian Feng merasakan suara mendesing halus dari arah belakang. Jian Feng bergerak cepat kembali menyambar Lu Xian Yue. tubuhnya bergerak cepat menjadi bayangan.


claaaaappp.....


claaaaappp......


Duaaaaaaarrrrrt......


Dua jarum kecil menembus sebatang pohon dan meledakkan pohon. pohon besar itu tumbang seketika.


''Energi Ql nya hampir tak terdeteksi........ tapi begitu kuat.... ''Jian Feng menjadi lebih waspada. Ia tahu,bahwa seseorang berkemampuan tinggi yang telah menyerang mereka.


''Ha... ha... ha..... pantas saja kamu mampu membunuh kalajengking tombak ungu..... rupanya kamu punya kemampuan.... ''Sebuah suara terdengar diiringi sosok berjubah kelabu turun dari udara. dibelakangnya menyusul dua sosok berjubah hitam. mereka berumur kisaran 30 sampai 35 tahun.


Penampilan mereka cukup unik. wajah mereka dihias dengan riasan berwarna ungu gelap .bisa terbilang mereka adalah laki-laki yang cantik.


Aura gelap dapat dirasakan dari kehadiran mereka. ada kemungkinan mereka adalah praktisi gelap dari aura yang mereka keluarkan.


Ketiga orang itu mendarat dengan tenang dengan tangan bersedekap didada masing-masing. Senyum yang terasa aneh terulas dibibir mereka.


Jian Feng menatap tajam dan penuh waspada kearah tiga orang itu. Ada perasaan janggal dalam hatinya. perasaan akan bahaya. Merasakan dari auranya,orang berjubah kelabu adalah pemimpin kelompok .setidaknya ia berada diranah 'Alam Kaisar', Walau masih ditahap awal. dan kedua orang dibelakangnya berada diranah 'Alam Raja tahap awal. tapi yang membuat Jian Feng sedikit gelisah adalah,Aura gelap yang menyelimuti tiga orang itu menebarkan bahaya yang mematikan.


''Apakah anda tau siapa mereka nona Lu....?? Tanya Jian Feng melalui transmisi suara.


''Aku tidak tahu siapa mereka..... tetapi dari auranya mereka orang-orang dari penganut iblis..''.Jawab Lu Xian Yue yang juga menatap penuh waspada kearah tiga orang itu.


''Nona Lu..... bukan aku meremehkan anda.... tetapi......tingkatan mereka jauh diatas anda.... aku akan mencoba menahan mereka..... anda... carilah jalan untuk pergi dari sini... ''Kata Jian Feng masih dengan transmisi suara.


Seketika wajah Lu Xian Yue menoleh memandang lekat kearah Jian Feng yang masih tak mengalihkan pandangan dari tiga orang didepan mereka. Saat itu perasaan Lu Xian Yue campur aduk.


''Ha.. ha... ha.... Jangan pernah berpikir kalian bisa keluar dari hutan ini.. ''Pria berjubah kelabu berkata dan masih dengan senyum anehnya.


Jian Feng tak bergeming dari tatapannya mendengar ucapan pria berjubah kelabu. Jian Feng masih memikirkan cara bagaimana agar Lu Xian Yue bisa pergi dari sini. Sedang untuk dirinya sendiri dia akan punya cara untuk pergi dari sini jika keadaan mendesak.


Jian Feng dan Lu Xian Yue tenggelam dalam pikirannya masing-masing menghadapi keadaan didepan mereka.


...****************...

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2