The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat

The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat
Masa Lalu


__ADS_3

Malam itu,setelah makan mlam bersama Ayah dan Ibunya,Jian Wu buru-buru masuk ke dalam kamarnya.Diruangan itu Jian Wu duduk di sisi tempat tidur.Ia merenung,menelah apa yang dialaminya.Dunia baru yang sedang dijalaninya sangat berbeda dengan dunia yang dijalani sebelum ini.


''Sepertinya didunia ini kekuatanlah yang berbicara.''batin Jian Wu.


''Aku harus cepat menjadi lebih kuat...kalau tidak,aku akan ditindas disini...terutama jg untuk melindungi kelurgaku.walau bagaimanapun ayah dan ibu dari anak ini adalah orang-orang terdekatku saat ini.aku akan berusaha melindungi mereka sekuatku.''


Pikiran Jian Feng melayang pada kehidupan sebelumnya,dia menngingat kejadian-kejadian terakhir sebelum dia bangun dalam tubuh anak ini.


Kisah masa lalunya tidaklah terlalu istimewa,munkin bisa dikatakan cenderung pahit.tapi kelak dari situ lah mental pejuangnya berkembang berubah menjadi tak terbayangkan.terkadang terpaan dan ujian yang besar lah yang kemudian membentuk mental jiwa yang tangguh .Dia terlahir dan hidup sederhana,dilingkungan desa disebuah propinsi dibagian barat Indonesia.


Indonesia 2020


Herdian Hadinata,dari kecil hingga remaja terbilang biasa kisahnya.terlahir dikeluarga sederhana,menerima kasih sayang sederhana dari orang tua dan saudara yang sederhana pula.bermain,bersekolah,seperti pada umumnya.Hingga pada suatu ketika hidupnya mulai **Mulai berubah drastis** **karena satu penghianatan**. Inilah awal,titik balik perubahan dalam kisah hidupnya.sejak saat itu hatinya mulai mengeras.dia mulai meninggalkan semua kesederhanaan yang penuh kasih sayang dan mulai bergulat dengan kehidupan jalanan yang keras,bertarung dan membuat keributan dijalanan hampir menjadi rutinitasnya sehari-hari.Beberapa kali bahkan ia merasakan pengapnya jeruji penjara.tapi ....ada satu yang tidak dia sadari yang dikemudian hari akan menjadi bekal hidupnya mengarungi perjalanan panjangnya.Tak dipungkiri seiring bnyak pertarungan jalanan yang ia jalani semakin berkembang insting beladirinya.semakin banyak pertarungan yang ia menangkan.


Hari demi hari dilewati Herdian Hadinata dengan kejamnya kehidupan jalanan.banyak kota-kota yang ia jelajahi sampai ke Ibukota,Jakarta.Hingga para gangster kemudian mejulukinya ''THE LION''.


Hingga pada suatu ketika dia memutuskan bergabung dengan jaringan pembunuh bayaran.hidupnya dijalanan mulai menghilang dan tertutup.Informasi tentangnya pun semakin sulit didapatkan.Dia mulai menjalani kehidupan dalam kesendirian.semua itu ia lakukan sebagai bentuk loyalitas untuk menjaga semua informasi.Dan yang terpenting bagi Herdian adalah dia ingin memutus semua informasi dengan orang terdekatnya juga demi keselamatan mereka.Baik itu orang-orangnya dijalanan terlebih lagi keluarganya didesa yang dia sayangi.


Beberapa tahun berlalu,kisah tentang ''The Lion'' dijalanan mulai terlupakan.,berganti dengan misi misi rahasia ke berbagai negara ia jalani.banyak pejabat,diplomat,pebisnis,bahkan mafia di berbagai belahan dunia yang telah ia 'sudahi'.ia tak pernah gagal dalam misinya.hingga karena prestasinya ia menjadi orang yang sangat disegani dikalangan rekan pembunuh bayaran.sampai kemudian ia dijuluki ''The Judge Man''.


Hari itu Herdian menerima sebuah pesan di handphone nya.Sebuah pesan yang membuat dia merenung.ada sebersit gelisah dan jg senang.


''Ak akan pulang''.itulah yang terlintas dipikiranya.


Pesan berisi sebuah misi.


Target : Yuda Pratama


Jabatan : Petinggi kepolisian


Misi : Finish


Semua data lengkap beserta alamat,riwayat hidup dan target waktu telah terlampir di pesan itu.


Herdian menutup ponselnya dan mulai berkemas,dia tak ingin menunda waktu.keberhasilan misi ini sangat penting baginya.Tak lama kemudian ia meninggalkan apartemen disalah satu kota besar di asia.


...****************...


Pagi itu seorang pria tampan,berpostur sedang baru saja keluar dari bandara disebuah kota besar di Indonesia.ia bergegas memanggil taxi dan segera meluncur ke salah satu sudut kota yang sepi.sepinya daerah itu karena wilayah itu memang disiapkan untuk area bangunan villa dan rumah peristirahatan elite.


Taxi berhenti didepan salah satu villa mewah berdesign minimalis.pria itu turun dan bergegas memasuki villa yang kemudian disambut seorang berwajah tegas.Dia adalah juga rekan satu tim.


''Apakah semuanya sudah siap''.tanya Herdian setelah duduk disalah kursi diruangan itu.


''Sudah Bro. ...tinggal eksekusi''.jawab Matrix,sang rekan


''Lalu.....apa rencananya..??tanya Herdian


Matrik kemudian mengeluarkan kertas yang mirip sebuah peta kota itu.kemudian ia menunjuk salah satu titik yang telah diberi tanda lingkaran.


''Target kita ada disini,ini adalah wilayah villa yang ada di bagian timur kota....kita sekarang berada dibagian selatan.diperkirakan waktu perjalanan 30 menit.kita akan berangkat jam 8 malam ini''.jawab Matrix menjelaskan semua planing.


Setelah selasai berdiskusi tentang semua teknis yang akan dijalankan dan semua antisipasinya.,masing-masing dari mereka kembali keruangan pribadi yang sudah disiapkan.


Selesai mempersiapkan segala sesuatunya baik itu senjata,alat komunikasi, perangkat keamanan dan sebagainya Herdian merebahkan tubuhnya menenangkan jiwa dan fikiranya dan mengondisikan fisiknya.


''Ayah...Ibu....maafkan aku''gumam Herdian dalam hati


Entah mengapa hari ini dia gelisah teringat Ayah dan Ibu tercintanya juga saudara-saudaranya.sudah bertahun-tahun mereka tidak berjumpa.walaupun begitu Herdian selalu mengirimkan finansial kepada merka.tidak ada tahu bahwa dilubuk hatinya dia sangat merindukan mereka.dan bertahun-tahun pula ia coba menekan rasa itu .Kali ini ia berencana,selasai dari misi ini dia akan pulang menemui mereka. Tak terasa disudut matanya mengalir sebentuk cairan kristal bening.bagaimanapun dinginnya ia mengeksekusi targetnya dia tetaplah manusia yang masih punya rasa.seberkas kesadaran menitik dihatinya.kesadaran yang selama bertahun-tahun hilang dari jiwanya.


''Ini harus menjadi misi terakhirku''batinnya


...****************...

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 19:45 malam itu.Herdian terjaga setelah mendengar pintu kamarnya diketuk seseorang.


''Bro....sudah waktunya..persiapkan semuanya''.terdengar suara Matrix dari luar kamar.


''Ok...''jawabnya singkat.


Lalu ia bergegas keluar kamar karena semua sudah ia persiapkan sebelumnya.


Setelah berdiskusi singkat mereka berangkat mengendarai mobil tipe minibus elite.Didepan,sebagai pengendara adalah rekan mereka dengan julukan 'Phanter'.seorang ahli dalam berkendara.


...****************...


Malam terasa dingin dipinggiran kota itu.Sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan malam yang dingin dan sepi .


''Setelah misi ini selesai,apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya Bro..??''tanya Matrix memecah keheningan di dalam mobil itu.


''Aku belum tahu....aku blm ada planing terlalu jauh untuk saat ini,sementara ini jalani saja semuanya''.jawab Herdian tersenyum santai sambil menatap Matrix.


''Aku tidak akan memberi tahu kalian tentang apa yang kupikirkan semalam....kkalian pikir aku akan membahayakan keluargaku...''batin Herdian.


Kira-kira 30 menit mereka berkendara,akhirnya merka sampai diwilayah kompleks villa disebelah timur kota.mobil itu berhenti digerbang masuk area villa di depan pos keamanan luar villa.


''Ada yang bisa kami bantu pak...???tanya seorang petugas keamanan kepada Herdian yang baru turun dari mobil.Petugas itu bertingkah sopan karena melihat penampilan Herdian dan kendaraannya.


''O..ya kami ingin mengunjungi family kami yang ada di blok D''jawab Herdian tak kalah ramah.saat itu dia dalam mode penyamaran.Dibalut jas mahal,kacamata,kumis tipis dan tahi lalat dipipi kanan membuatnya seperti seorang diplomat ulung.


''Oo....silahkan pak...''petugas itu bergegas membuka gerbang dipos.


''Terima kasih pak''.ucap Herdian singkat


''Sama-sama pak''.kata petugas itu sopan.


Mobil melaju pelan,memperhatikan kawasan yang mulai sunyi karena memang jarak setiap bangunan villa agak berjauhan.


Mobil berhenti sekitar 70 meter dari target.Herdian turun mengenakan jas ala mafia dan mulai berjalan kearah rumah mewah itu.sepuluh meter dari rumah itu,ia meneliti keadaan sekitar.Sunyi.......hanya terlihat dua penjaga di pos pribadi rumah itu.ia berjalan mendekati pos.


''Permisi pak..boleh saya bertanya''.tanya Herdian mengejutkan du petugas yang sedang ngobrol.


Dengan bergegas dua petugas menghampiri Herdian yang tersenyum didepan pos.mereka tidak menyadari senyuman dingin Herdian karena tergesa.


''Hei...Kamu.....ngagetin orang aja...ga tahu kamu ini rumah siapa..??bentak petugas dan berjalan kearah Herdian dengan lagak angkuh


Sampai didepan Herdian...


''Apa yang......heeeeeghhh.....?!!!


belum selesai ucapannya...sebuah pukulan cepat menghantam rahang sebelah kiri dengan telak.


melihat itu petugas yang lain segera sadar dengan situasi.tapi belum sempat ia bergerak tiba tiba sebuah bayangan pukulan menghantam pelipisnya .sejenak..gelap berbintang menghampiri visinya.buram.....itulah yang dia rasakan.


Tanpa ia sadari Herdian telah kembali dengan gerakan cepat menghajar temannya yang blum pulih dari pukulan pertama.tiga kali menerima pukulan dititik vital akhirnya petugas pertama pingsan.


Dengan cepat Herdian kembali dihadapan petugas kedua...tak menyia-nyiakan waktu,juga dengan gerakan cepat ia buat pingsan dua orang itu.


''melihat posturnya....mereka sepertinya anggota kepolisian...mungkin bawahan Yuda''.batin Herdian.


Sementara didalam mobil,dua orang temannya memperhatikan semua aksi cepat Herdian dengan pandangan kagum.


Tak menunggu lama Herdian segera melangkah masuk kedalam rumah besar yang keadaannya sepi.Dia tidak khawatir tentang kamera cctv dirumah itu.karena rekan-rekanmya sudah mengatasi jaringan kmamera dirmah itu.


Perlahan Herdian membuka pintu...dia mengedarkan visinya menelusuri ruangan besar itu.kosong....ia berjalan perlahan...walau terlihat santai ...kewaspadaannya ia tngkatkan.Ia sadar ,targetnya kali ini bukan orang sembarangan.yang pastinya memiliki basis beladiri.langkahnya terhenti ditengah ruangan...ia tajamkan pendengarannya mencoba menelusuri setiap suara walau hembusan angin.


''Berani sekali kau membuat ulah di rumah seorang perwira polisi..besar juga nyalimu...!! ''Suara bentakan terdengar dari pilar disudut ruangan.

__ADS_1


''Hhhhm...''.tersungging senyum tipis tanpa jawaban dari Herdian.


''Aku sudah curiga beberapa saat yang lalu semua kamera mati,,,rupanya ada maling ingusan yang mencoba bunuh diri disini''.


Herdian hanya diam dan menatap tajam.


''Siapa kamu .....preman kampung...????''


''Jawab...!!?!'' bentak sang perwira mulai hilang kesaabaran.


Ia mulai berjalan mendekati Herdian...terlihat sebuah belati ditangannya...


Herdian tersenyum sinis....sekonyong-konyong sebuah serangan menghampirinya.Dengan sigap ia ia mencondongkan tubunnya kebelakang...belati lewat berapa senti didepannya .kilatan dan hembusan angin serangan sangat terasa disudut mata dan kulit wajahnya.


blum sempat ia bergerak mundur sebuah tendangan keras kaki kanan menghantam perutnya hingga ia terdorong mundur beberapa langkah.


Segera ia wapada,insting beladirinya segera bereaksi...dengan cepat ia bersiap dengan kuda-kuda menanti serangan berikutnya.


serangan selanjutnya adalah belati menyilang yang mengarah kearah leher.ia bergerak mundur kekiri sementara kaki kanan dengan cepat melayang kearah perut lawan yang terbuka.


''Cepat sekali....''


tidak menyangka serangan begitu cepat datang sehingga tak mampu dihindari sang perwira,dengan telak menghantan disisi ulu hatinya.lawan terpental oleh efek tendangan yang begitu keras.Tapi sesuai dugaan awal Herdian...lawannya punya basis beladiri yang lmayan.


Pertarungan berlanjut hingga beberapa gerakan,hingga pada satu kesempatan ada celah bagi Herdian menyarangkan pukulan telak kewajah lawan.Tidak menyia-nyiakan kesempatan Herdian segera memberikan pukulan beruntun yang membuat perwira itu roboh dengan wajah penuh darah..nafasnya mulai tersengal dan dari mulutnya mengalir darah segar.


''Si...Si....siapa kau sebenarnya....''ucapnya terbata-bata


''Aku adalah malaikat mautmu''.jawab Herdian tanpa basa -basi.


Tak mau meghabskan waktu Herdian menarik pistol dari balik jasnya dan......


dreet....dreet....suara pistol yang telah terpasang peredam suara.Menembus dada sang perwira


''Tidaaaaaakkkk''......sekonyong-konyong sesosok wanita menghambur kearah tubuh sang perwira yang sekarat.


''Mas Yudaaaaa........''eriak wanita itu histeris.Ia peluk tubuh Yuda yang bersmbah darah sambil menangis.


Herdian tertegun.......


''Bukankah mereka bilang tidak ada orang lain dirmah ini..???!!ucapnya lirih.


Untuk beberapa saat Herdian tidak dapat bereaksi apa-apa.Sampai beberapa saat kemudian wanita itu berpaling menatapnya..


Deeeeghhhh.....betapa terkejutnya Herdian melihat wajah yang menatapnya.wajah yang sangat familiar baginya .wajah yang dulu selalu diingatnya.wajah yang mampu merubah arah hidupnyanya sampai dititik ini.........bergetar bibir Herdian.......


Doooorrr......doooorrr.......dooorrrrr.......terdengar suara tembakan dari arah blakang bersamaan dengan rasa perih di tiga titik didadanya.......yah.....tanpa ddia sadari beberapa petugas telah dihubungi oleh sang perwira sesaat sebelum dia masuk rumah ini...


Dan saat ini peluru dari senjata petugas itu telah menembus tubuhnya tanpa ia sempat memahami keadaan.


Herdian jatuh terduduk masih menatap tagannya yang mengusap darah yang mengalir dari dadanya...


''Ayah....Ibu....maafkan aku blum sempat menemuimu........''ucapnya tersengal.


Ia angkat wajahnya menatap wanita yang juga nanar menatapnya........


''Nii......taaa...


tubuhnya roboh.....kemudian yang yang ia tahu......hanyalah semua terasa gelap..............


...****************...


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2