The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat

The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat
29. Sisi Lain Sang Guru.


__ADS_3

Ruangan itu Cukup lebar dan berada dikedalaman gunung. Ditengah ruangan itu terlihat lima orang pria tua sedang fokus membicarakan sesuatu.Tampak kesungguhan tergambar diwajah mereka.


''Mungkin ini waktunya apa yang pernah Tuan katakan kepada kita dahulu...... ''.Ketua Ye berkata sambil menghela nafas.


''Tanda-tandanya sudah sangat jelas, Ketua..... ''.Ucap tetua Tang Shou yang berasal dari domain timur.


''Dan juga tentang munculnya kelompok iblis darah juga semakin jelas..... ''.Sambung tetua Luo shin tse dari domain selatan sembari mengelus dagunya.


''Mungkin kita harus cepat bergerak dan mencari keberadaan anak itu ,Ketua..... ''ucap tetua Zhang He dari domain barat.


''Bagaimana menurut anda tetua Qin....? ''.Tanya Ketua Ye kepada tetua Qin yang sedari tadi hanya terdiam dan mendengarkan pembicaraan mereka.


''Saya setuju dengan usul saudara-saudara semua......... lebih cepat kita bergerak akan lebih baik mengingat ancaman dari kelompok iblis darah juga semakin jelas... ''.jawab tetua Qin tegas.


''Baiklah........ kita akan segera bergerak..... ''Ucap Ketua Ye memandang keempat orang itu.


***


Diruangan tempat Jian Wu berbaring ,keempat pasang mata itu menatap takjub kearah tempat pembaringan.


Disana,terlihat sesosok pemuda tampan terbaring seperti sedang tertidur pulas. selubung energi tipis yang menyelimuti nya belum hilang tapi tubuh yang terbaring didalamnya bisa terlihat dengan jelas.


Jian Feng tak berkedip menatap seakan tak percaya. ''Apakah ini benar-benar Wu'er...?? ''Gumamnya lirih.


Sementara Panatua Huo merasakan sesuatu yang lain sehingga dia lebih fokus pada tubuhJian Wu.


''Tingkatannya...... ??''.Panatua Huo menatap serius sambil mengelus dagunya.


''Maksud Kakek.....?!? ''.Tanya Lu Xian Yue mengerutkan dahinya.


''Coba pertajam persepsi kalian...... ''.Jawab Panatua Huo tanpa berpaling.


Mereka bertiga saling pandang sesaat namun segera mereka mempertajam dan mengedarkan persepsi mereka.


''I..... i..... ini....... ''.Seru mereka bersamaan saling pandang satu sama lain.


***


Xiao Long terbelalak saat Persepsinya merasakan tingkatan Jian Wu.


Jian Wu saat ini telah berada diranah Alam Raja tahap Puncak. Setengah langkah lagi menuju Alam Kaisar. Itulah yang dirasakan Xiao Long dan membuatnya terbelalak.


Sepanjang perjalanannya didunia ini,baru kali ini ada kejadian luar biasa seperti ini .Biasanya ,apabila seseorang baru melewati fase peleburan fisik,dia akan paling tinggi ditahap menengah. Itupun harus menstabilkan tingkatan selama bberapa hari.


Tapi kali ini ,bocah dihadapannya telah melampaui prestasi semua pendahulu yang ia ketahui. 'Luar biasa'.......! hanya itu decakkan yang keluar dari mulutnya. Prestasi seperti ini adalah sebuah keajaiban besar.


Energi mulai menipis disekitar Jian Wu saat ia membuka matanya. Kini tatapan pemuda tampan itu tampak tajam dan berwibawa dan ada daya tarik tersendiri.


Visi Jian Wu langsung menemukan sosok yang sedang menatapnya takjub. Jian Wu sendiri juga merasa ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh sang guru.

__ADS_1


''Salam..,Guru......... ''.Ucap Jian Wu setelah sampai dihadapan Xiao Long .


''Hmmmm........ ''.Jawab Xiao Long hanya dengan bergumam.


''Apakah Guru kurang sehat......?? ''.Tanya Jian Wu lagi.


''Eiihh.... .....Apa kamu bilang.....? ''.Xiao Long balik bertanya. lagaknya mulai terlihat seperti anak kecil.


''Apakah guru sedang kurang sehat.....?? ''.Jian Wu mengulangi pertanyaan nya.


''Siapa bilang aku kurang sehat...?? bahkan aku belum pernah merasa sangat sehat seperti saat ini...... ''.Jawab Xiao Long dengan nada agak meninggi dan bersungut.


Jian Wu merasa aneh dengan sikap gurunya kali ini. ''Bukankah aku tadi bertanya baik-baik..? kenapa sikapnya jadi seperti ini....? ''


''Sebenarnya apa yang terjadi dengan Guru.....? ''.Jian Wu coba berkata lembut kepada sang guru.


''Sudah.... sudah.... tak usah banyak bertanya.....!! ''.jawab Xiao Long sewot.


''Ohh........ begitu...... baiklah...... ''.Gumam Jian Wu lirih sambil ngeloyor pergi dan kembali duduk bersila.


''Apa aku sudah menyuruhmu duduk....? ''.Kembali terdengar suara bentakan Xiao Long .


Jian Wu menatap aneh kearah sang guru. ''Ada apa dengan orang tua ini......? ''.Batin Jian Wu.


''Hai..... Wu'er apa yang kamu pikirkan.....?! ''.Xiao Long membuka mulut setelah beberapa saat.


''Ahh... tidak ada, guru..... ''.Jian Wu menggaruk kepalanya tidak tahu harus bicara apa. Tidak mungkin dia mengatakan keanehan sikap gurunya tadi.


''Hehehe........ ''.Jian Wu hanya bisa nyengir sambil garuk-garuk kepala.


Xiao Long tiba-tiba berubah serius. Visinya menatap tegas kearah Jian Wu.


''Hei..... Bocah...... jangan karena rupamu sekarang menjadi Setampan itu lalu kamu meremehkan ketampanan gurumu ini..! ''


''A.. apa....??!......... tunggu.. tunggu..... !!''.Jian Wu terperanjat mendengar perkataan Gurunya itu. Tapi sesaat kemudian dia mulai menyadari situasinya. Ini masalah sensitif .masalah yang kadang bisa membuat sikap seseorang menjadi seperti anak kecil. masalah yang langsung menyentuh ego seseorang.. yaahh....... masalah penampilan.


''Jadi itu masalahnya.......? ''.Jian Wu bergumam dan manggut-manggut memegang dagunya .Ia menatap gurunya dengan senyuman lebar.


''Apa maksudmu..... murid kurang ajar.....! ''.Xiao Long merasa ada sesuatu yang janggal pada tatapan Jian Wu.


''Apakah aku sangat tampan ,Guru...?? ''.Jian Wu mempermainkan kedua alurnya.


''Siapa yang bilang........ hanya orang yang tidak punya mata yang mengatakan seperti itu.... ''.Xiao Long menjawab dengan bersungut.


''Bukannya Guru yang mengatakan kalau aku Setampan Guru.....?? .......jangan katakan kalau Guru tidak punya mata....! ''Jian Wu semakin menggoda gurunya yang ternyata ada juga sisi konyolnya.


''Apa yang kamu katakan..?!.. aku tidak punya mata....?? dasar murid kurang ajar..... aku akan memberimu pelajaran...!! ''Xiao Long melotot dengan mimik muka yang konyol.


''Tu..... tunggu.... dulu Guru..... bukankah guru sendiri yang mengatakan itu?... aku hanya.... ...''.Belum sempat Jian Wu menyelesaikan ucapannya ,tubuh Xiao Long telah berkedip dan menghilang.

__ADS_1


''Kamu akan mendapatkan hukuman karena telah mengejek gurumu........ ''.Xiao Long tiba-tiba muncul disamping Jian Wu dengan senyuman konyolnya.


Sebuah tapak pukulan dengan cepat terarah ke tubuh Jian Wu.


Slaaaappppp.........


Sesaat sebelum pukulan itu menghantam tubuh Jian Wu, tiba-tiba tubuh Jian Wu berkedip dan menghilang.


Xiao Long tersenyum saat Persepsinya ia edarkan.'' Bagus Wu'er...... kamu meningkat dengan cepat''.


Bayangan Jian Wu berkedip dan muncul beberapa meter Dibelakang Xiao Long .


''Hmm..... ''.Senyum tipis tersungging dibibir Jian Wu.


Taaaappppp.......


deeesss.... deeesss........


Slaaaappppp..........


Jian Wu dengan gesit menangkis serangan yang tiba-tiba datang dari Xiao Long .sesaat kadang tubuh mereka muncul dan menghilang.


''Hahahaha........ Bagus Wu'er........ peningkatanmu sungguh luar biasa....... tapi........ Aku tetap harus menghukummu....!! ''Suara Xiao Long terdengar diantara bayangan mereka yang terus bergerak.


Buuuuggghhhh........


Sesosok tubuh terlempar terkena hantaman.


Slaaaappppp......


Buuuuggghhhh.......


Belum sempat sosok yang ternyata Jian Wu berdiri ,sebuah bayangan sudah muncul dihadapannya dan melayangkan sebuah pukulan.


Jian Wu terlempar sekali lagi namun kali ini ,sebelum ia jatuh ke tanah tubuhnya telah berkedip dan hilang.


Beberapa saat kemudian tubuhnya muncul Disisi yang berbeda.


Taaaappppp......


Jian Wu terperanjat saat muncul ,tanpa diduga pundaknya telah dicengkeram oleh tangan sang Guru.


''Hehehe..... apa kamu pikir bisa mengelabuiku........ murid tengil.......?? ''.Xiao Long terkekeh merasa diatas angin.


''Hhhh....... ''.Jian Wu menghela nafas berat.


''Memang susah punya Guru yang konyol.... ''.Gumam Jian Wu sembari menghembuskan nafas.


''Apa yang kamu katakan.... murid kurang ajar......!! ''.Xiao Long melotot mendengar ucapan Jian Wu.

__ADS_1


...****************...


Bersambung......


__ADS_2