The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat

The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat
19.Rencana Penjelajahan


__ADS_3

Waktu berjalan dengan diam.Tak terasa satu bulan telah berlalu dengan cepat.Tak henti-hentinya Jian Wu sibuk berkultivasi meningkatkan kekuatannya.


Sementara Jiukong,Qian Zun dan Chang Yuan juga ikut meningkatkan masing-masing kekuatannya.Enerqi yang padat dilingkungan lembah sangat membantu proses peningkatan mereka.


Sekali waktu,mereka mereka akan menguji kekuatan mereka dengan beradu tanding.


Kini Jian Wu telah menembus Alam Roh tingkat menengah.


Satu prestasi yang sangat luar biasa.Semua itu hanya bisa membuat ketiga rekan Jian Wu menggelengkan kepala.


''Monster....mengerikan......''


Hanya kata itu yang bisa terucapkan oleh mereka.bagaimana tidak?dengan umur yang belum mencapai 10 tahun dia telah memiliki kekuatan luar biasa.Bahkan mereka tidak dapat menggambarkan pencapaian Jian Wu dimasa yang akan datang.


Mereka hanya bisa menghela nafas dan merasakan bahwa seorang Jenius telah lahir.


Tiba tiba mereka terkejut merasakan fluktuasi udara disekitar mereka.aliran energi deras masuk kedalam gua dimana Jian Wu tengah berkultivasi


Sementara didalam gua,energi udara seperti memadat berputar kencang mengitari tubuh Jian Wu.Pendaran cahaya putih keperakan dan cahaya keemasan saling berpadu.berputar disekitar tubuh Jian Wu menciptakan simpony warna yang agung.


Didalam lautan jiwanya,Jian Wu berdiri terpejam diangkasa yang luas.lautan jiwanya telah membentuk ruang luas bagai langit ruang agkasa tak berbintang.Dantian kembarnya pun terlihat membesar dipenuhi dengan energi yang mengalir saling berpadu seolah tiada henti.


Jian Wu perlahan membuka mata.Aliran energi berwarna perak keemasan yang terus berputar tiba tiba memadat perlahan memperlihatkan sebuah bentuk.


Puluhan gambaran bentuk pedang mewujud dari kehampaan.


''Niat Pedang......''Jian Wu menggumam


Jian Wu menatap dengan tatapan setajam pedang.berbagai pemikiran,kenangan baik dari dirinya ataupun yang diberikan sang master juga pengetahuan tentang pedang memenuhi kepalanya.Jian Wu mencoba menyatukan dan menyelaraskan semuanya agar menjadi sebuah pemahaman mutlak bagi dirinya.Detik terus berlalu menjadi jam dan berangkat menjadi hari.Sehari telah terlewati dan Jian Wu seperti tanpa lelah terus berusaha memahami semua yang ada dirongga kepalanya.


Tujuh hari kemudian,sebuah pemahaman mulai secara bertahap terbentuk dalam pemikirannya.


''Semua berawal dari sebuah ketiadaan yang menjadi sumber..kemudian muncul kehendak mewujudkan..lalu timbul cara guna mempertahankan existensi''.


Pemikiran itu terus beresonansi dalam pikirannya.


Tiba-tiba energi pedang yang berputar dilautan jiwanya semakin bersinar terang.dan sesaat kemudian....


Boommmm......


Letupan teredam menggema dilautan jiwanya. Energinya meningkat secara kualitatif.


'' Asal muasal........''Jian Wu bersorak girang dalam hatinya.


''Ini......niat pedang tahap pertama..........Asal Pedang....''.visi Jian Wu berbinar terang.cahayanya setajam pedang.

__ADS_1


Hari ini dia telah mengerti dan memahami maksud pedang.asal muasal bagaimana itu mulai mewujud dari keinginan dan bagaimana cara atau metode makhluk menggunakannya.



Tubuhnya telah ditempa menjadi tubuh pedang.Dan kini niatya telah menyatu didalam jalan pedang....Jian Wu bersuka cita dengan hal ini.



Energi pedang perlahan memadat menjadi pedang berwarna keemasan yang agung.tegak berdiri diatas dantian kembar dilautan jiwanya.


***


Didalam gua ...Jiu Kong,Chang Yuan,Qian Zun memandang terbelalak kedalam ruangan dimana Jian Wu berada.Energi pedang yang menindas keluar tanpa henti dari tubuh Jian Wu.Berputar liar menggores bebatuan didalam gua.


''Energi pedang yang mengerikan....''.Qian zun mendesis menyaksikan pemandangan didepannya.


''Bukankah ini......niat pedang...!?kata Chang Yuan.


''Ya.......niat pedang yang sempurna......''.Qian Zun menatap tak berkedip.


Didepan sana,Jian Wu masih dikelilingi oleh niat pedang yang perlahan menjadi teratur dan membentuk gambaran tujuh pedang yang berdiri tegak mengelilinginya.


Sinar keemasan yang agung terpancar darpadanya menghadirkan aura yang membuat menggigil.


Jian Wu mmasih berdiri diatas lautan jiwanya.


''Wu'er......''sapa wajah itu.


''Guru......!?''jawab Jian Wu sambil memberikan hormat kepada bayangan wajah Xiao Long.


''Ha.. ha.. ha... tidak ku sangka.....kamu tumbuh sangat cepat Wu'er... ''Xiao Long tergelak riang menatap Jian Wu.


''Terima kasih Guru..... ini semua karena bimbingan guru..... ''Jawab Jian Wu sambil menangkupkan tangannya.


''Ha... ha... ha... kamu memang orang yang rendah hati Wu'er...... tidak salah ak memilih mu.. ''Xiao Long terlihat bangga dengan kemajuan Jian Wu.


''Terima kasih Guru.... '' Jian Wu terlihat salah tingkah mendengar pujian dari sang guru. bagaimanapun dia juga masih mempunyai sifat kekanakan.


''Wu'er........saat ini kamu telah memahami niat pedang tahap pertama..... sepanjang yang aku tahu..... belum pernah ada seseorang yang telah memiliki pemahaman pedang ketika belum genap sepuluh tahun''.Xiao Long berhenti dari ucapan nya. terlihat dia masih memandang Jian Wu dengan penuh kebanggaan


''Bahkan diusiaku yang sepertimu saat ini,ak belum mengerti apapun tentang pedang ''.Lanjut Xiao Long.


''Melihat pencapaian mu saat ini..... aku tidak bisa membayangkan pencapaian mu dimasa depan. Mungkin kamu akan mencapai puncak kejayaanmu dalam jiwa beladiri''.Xiao Long hanya bisa menghela nafas panjang.


''Mohon bimbingannya guru....... ''.sela Jian Wu.

__ADS_1


''Teruslah berlatih Wu'er...... jalan beladiri masih sangat panjang didepan... lewati batasan tubuh dan jiwa kita.... hingga kita mencapai puncak.....Tingkatkan kekuatan sekuat yang kamu bisa karena didunia kekuatan lah yang berbicara ''.Xiao Long memberikan petuah layaknya orang tua.


''Wu'er.......kemarilah.......!


''Iya guru...... ''.Jian Wu mendekati Xiao Long


Ketika Jian Wu sampai didepan Xiao Long,seberkas sinar tipis melesat memasuki kening Jian Wu kembali seperti kejadian sewaktu dikediaman Sang dulu.


''Wu'er.......itu sepenggal ingatanku tentang seni pedang..... pelajari dan pahamilah semuanya........ jadilah lebih kuat.... aku yakin pencapaianmu bisa melebihi pencapaian ku dahulu... ''tiba-tiba bayangan wajah Xiao Long memudar dan menghilang.


''Guru....... guruuuu...... ''Jian Wu melayangkan visinya mencari keberadaan sang guru.


setelah beberapa saat ,Jian Wu menghela nafas panjang. Ia tahu bahwa Guru nya telah pergi. Itu hanyalah sepenggal jiwanya.


''Aku akan terus menjadi kuat Guru...... ''.Jian Wu bergumam kemudian mulai duduk bermeditasi kembali.


Tujuh gambar pedang berputar stabil disekeliling Jian Wu. Beberapa saat kemudian tujuh pedang berubah menjadi sinar keemasan dan bergabung menjadi satu diatas kepala Jian Wu membentuk sebuah pedang dengan energi yang sangat menindas.



Qian Zun, Chang Yuan, dan Jiu Kong menatap terpana dengan pemandangan didepan mereka. Mereka bergidik merasakan energi pedang yang memancar dari siluet pedang Jian Wu. Sepanjang mereka hidup ,baru kali ini mereka bertemu jenius luar biasa seperti Jian Wu.


masalahnya bukan pada kekuatan itu saja yang membuat mereka terkejut ,mungkin banyak praktis diluar sana yang memiliki kekuatan melebihi ini. Yang membuat mereka takjub adalah bahwa umur individu didepan mereka yang masih sangat muda.bahkan dibeberapa sekte tingkat atas sekalipun sangat sangat jarang menemukan individu seperti ini.


saat mereka tenggelam dalam. ketakjuban,cahaya pedang menyusut dan bergerak cepat masuk didahi Jian Wu.



Mata Jian Wu perlahan terbuka ,visinya berkilat tajam laksana pedang beberapa saat sebelum kembali redup dalam keteduhan.


Jian Wu tersenyum kearah tiga rekan seniornya. mereka sudah seperti saudara didomain dewa pedang ini .


Jian Wu bergerak turun dari atas meja batu dan menghampiri ketiganya.


''Terima kasih senior bertiga telah menjagaku saat berkultivasi''.Jian Wu menangkupkan kedua tangannya.


''Ah..... Adik Wu jangan terlalu sungkan..... kami juga ikut mendapatkan manfaat berlatih disini''.jawab Qian Zun canggung.


''Baiklah..... mungkin sudah waktunya kita pergi menjelajah mencari keberuntungan,senior ''.Jian Wu berkata mantap.


''Bagus..... ide yang bagus...... ha... ha.... ha.... ''.Chang Yuan berkata penuh semangat.


akhirnya mereka sepakat untuk berangkat esok hari. Petualangan dan penjelajahan akan dimulai. mengawali perjalanan baru didomain dewa pedang.


...****************...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2