
Dihalaman belakang sebuah rumah yang terlihat cukup mewah disebelah selatan desa Seribu bambu ,terlihat seorang gadis cantik sedang memainkan tehnik berpedang yang sangat indah.tangannya bergerak lembut memainkan pedang yang tergenggam erat ditanganya.Tubuhnya meliuk-liuk indah bagaikan seorang penari yang akan membius orang-orang yang melihatnya ditambah lagi dengan harum keringat yang menetes membasahi sebagian gaun yang dipakainya.Sungguh pemandangan yang sulit untuk dilewatkan.
Akan tetapi, Dibalik setiap lembut gerakan pedangnya,terpancar gulungan energi pedang yang kuat yang bisa mengoyak apa yang ada didepanya
Duuaaaarrrrr.....
Kkraaaakkkk.....krrrrreeeeetaaak....booooommmm........
Terdengar ledakan setelah gadis itu mengeksekusi langkah terakhir dari jurus pedang yang ia mainkan.Seketika pohon yang cukup besar dihalaman belakang itu tumbang dan tercabik sayatan energi pedang....
Terlihat gadis itu tersenyum tipis melihat efek yang terjadi dari eksekusi jurus pedangnya.
''hmmmm.....lumayan''.desah gadis itu tampak sedikit tak puas dibalik senyumannya.
Prookk...prookk...prookk...prookk......
Terdengar gema suara tepuk tangan dari arah belakang gadis itu.
''Hahahaha....bagus Yue'er.....jurus pedangmu semakin meningkat....dan daya hancurnya pun semakin hebat''.ucap seorang pria paruh baya diiringi dengan tawa kegembiraan melihat hasil latihan putrinya itu.
Pria paruh baya itu adalah pria yang hadir ketika terjadi pertemuan diaula klan Jian beberapa hari yang lalu,mewakili klan Lin.Ya....pria itu adalah patriark dari klan Lin,Lin Ho.Dan gadis yang tengah berlatih itu adalah putrinya,Lin Yue.Juga merupakan salah satu jenius didesa itu.kultivasinya berada dilevel Alam roh tahap puncak diumurnya yang berkisar 16 tahun.Hanya tnggal menunggu waktu saja untuk memecahkan bottleneck melewati masa regenerasi total karena pondasi kultivasinya sudah terbilang kokoh.
''Ayah.......''. Sapa Lin Yue.Dia berjalan mendekati sang ayah .Sambil menyeka keringat didahinya ia berkata
''Bagaimana peningkatanku ayah''
''Seperti yang ayah katakan,ketrampilan berpedangmu sangat pesat.tinggal mnyemprnakan gerakannya saja''.puji Lin Ho kepada putrinya.
''Yue'er....kultivasimu sekarang sudah ditahap alam roh tahap akhir.teruslah berlatih dan kuatkan pondasimu,supaya kamu bisa menembus hambatan memasuki alam raja.tidak mudah untuk melewati tahap regenasi total.berlatihlah juga kekuatan jiwa,karena itu akan memperbesar peluang untuk memecahkan hambatan''.ucap Lin Ho sambil mengusap rambut putrinya penuh kasih sayang saat tiba dihadapannya
''Baik ayah''.jawab Lin Yue dengan patuh.
''Yue'er...ada yang ingin ayah bicarakan denganmu''.
''Perihal apa itu ayah....??''.tanya Lin Yue terlihat penasaran dengan ucapan ayahnya.
''Ayo ikut ayah''.ajak Lin Ho yang kemuddian berbalik dan berjalan menuju kearah aula klan Lin.
''Kenapa menuju aula.. ayah..??''tanya Lin Yue dengan wajah bingung.
''Karena ini menyangkut kepentingan dari seluruh klan Lin,jadi kita bicarakan diaula.Aku sudah mengumdang semua tetua klan untuk berkumpul''.
__ADS_1
Keduanya kemudian berjalan menuju aulla.ketika mereka sampai didalam aula,para tetua sudah berkumpul diruangan tersebut dan terlihat sedang berbimcang-bincang.Mendengar langkah dua orang itu memasuki ruangan seketika pandangan merka terarah ke pintu masuk aula.
'' Patriark sudah datang''.ucap seorang tetua mengingatkan yang lain.Ruangan hening seketika dan serentak mereka membungkuk memberi hormat.
''Tidak perlu sungkan semuanya....silahkan duduk kembali...ada yang perlu kita bicarakan bersama''.ucap Lin Ho kepada para tetua.
Setelah duduk dan dikuti oleh putrinya ,Lin Ho membuka pembicaraan
''Para tetua sekalian...seperti yang kita tahu 2 tahun lagi kita akan menghadapi kompetisi 5 tahunan didesa kita .Kali ini kita harus benar-benar mepersiapkan diri....apalagi ada yang istimewa utk tahun ini.........Kita akan kedatangan ahli-ahli dari sekte Pedang Langit.mereka ingin mencari bibit-bibit jenius untuk direkrut sebagai murid di sekte Pedang Langit.
Seluruh ruangan menjadi ribut....wajah keterkejutan dan kegembiran terpancar diwajah mereka.Bagaimana tidak?.....sebagaimana mereka ketahui bahwa sekte itu adalah salah satu sekte teratas dikekaisaran Yin.
''Turnamen kali ini adalah kbruntungan''.
....''ucap seorang tetua penuh kegembiraan
''Iya....kita harus bisa menarik perhatian orang-orang sekte Pedang Langit.......kita harus bekerja keras melatih anak -anak kita...benarkan....???''.ucap yang lain penuh semangat.
Berbagai suara dan pendapat bermunculan seiring dengan expectasi setiap orang tentang keberuntungan nanti dihari turnamen.
......................
''benarkah yang kak feng katakan..???''cecar Jian Wu.
''iya....itulah yang kudengar dar patriark.''jawab Jian Feng.
Lalu Jian Feng mulai menceritakan kisah legenda itu.Dicertakan bahwa ribuan tahun lalu dibenua daratan besar ini ada seorang pendekar pedang tanpa tanding yang popularitasnya terdengar diseluruh pelosok benua Daratan Besar.Dia menjelajahi setiap sudut benua,dari selatan ke utara dan dari barat ke timur,semua orang mendengar namanya.tingkat kultivasi yang tinggi dan yang paling menggemparkan adalah jurus pedangnya yang sangat ditakuti lawan....seolah dibenua Daratan besar ketika itu,jurus pedangnya tiada tanding.
Hingga,setelah puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun menjelajah benua dan berhadapan dengan ratusan ahli pedang dari semua penjuru benua dengan tak ada satu lawanpun yang bisa mengalahkanya,ia mengembar ke wilayah timur benua.sejak itulah tak terdengar lagi sepak terjangnya.Dia hilang srperti ditelan bumi ,tanpa jejak,tanpa petunjuk.hingga berlalu ratusan,ribuan tahun,namanya dan popularitasnya mulai dilupakan orang.Hanya beberapa orang saja yg masih menyimpan kisah itu yang kemudian diceritakan kpada generasi setelahnya sebagai motivasi dan penyemangat bagi generasi penerus mereka.
''Hhhhhhh...,,,,''.Jian Feng menghela nafas panjag mengakhiri ceritannya.
''apakah cerita itu benar adanya kak Feng..????''.tanya Jian Wu dengan wajah dipenuhi rasa ingin tahu .
''Tentang benar tidaknya cerita itu,blm ada yg bisa memastikanya hingga saat ini.Tapi......dari rangkaian semua kisah itu,aku mempunyai firasat bahwa cerita tentang legenda dewa pedang benar adanya..''.ljawab Jian Feng.
Suasana hening sejenak.
''Sayangnya tidak ada petunjuk tersisa untuk melacak warisan dari sang Dewa Pedang.Kalau saja ada petunjuk walaupun sangat kecil,aku akan berusaha sekuatku untuk mendapatkan warisan itu''.
gumam Jian Feng.terlihat raut keputus asaan diwajahnya.
__ADS_1
Sementara Jian Wu hanya terdiam dengan wajah serius mendengarkan kisah yang Jian Feng ceritakan.Terlihat jg diwajahnya kalau dia pun sedang memikirkan sesuatu.
''Kalau keberadaan praktisi sehebat sang Dewa Pedang nyata adanya,seharusnya jika dia telah mati aku yakin pasti ada peninggalanya disuatu tempat,meskipun sampai saat ini belum ada yang menemukannya''.celetuk Jian Wu .
''Benar Wu'er.....aku pun sependapat dengan itu....karena itulah ak sangat yakin kalau warisan ada disuatu tmpat''.sambung Jian Wu
''O ya kak....beberapa hari yang lalu ketika aku diserang ditepi sungai kuning...kak Feng ingatkan???
''Iya....teruskan...
''Saat itu ak mengetahui sesuatu kak...karena itulah mereka memaksaku untuk memberitahukan tentang apa itu.karena aku berkeras diam maka hasilnya mereka menyerangku''.
''Jadi begitu....bisa katakan kepadaku siapa mereka...???''cecar Jian Feng
''Ah..sudahlah kak tak usah diperpanjang....nanti akan aku tunjukan kepada mereka ketika diturnamen sebagai pembalasan.''jawab Jian Wu sementara tatapanya menerawang jauh.Walau wajahnya terlihat tenang namun terlihat kilatan berapi-api di sorot matanya.
Jian Feng memperhatikan kilatan dimata itu,dia sedikit merinding merasakan ada sesuatu kekuatan yang membara yang siap membakar apapun.tapi dia diam dan hanya memperhatikan.
''Baiklah kalau itu yang kamu inginkan.....ngomong-ngomong kalau boleh tau sebenarnya apa yang kamu temukan..??
Tanya Jian Feng
''Aku tidak tau apa itu kak....tapi sepertinya sesuatu yang berharga.''jawab Jian Wu
''Iyakah..??...bisa kamu beritahu aku di mana itu,kalau kamu tidak keberatan.''ucap Jian Feng sembari tersenyum.
''Baiklah kak .....besok kita ketempat itu.aku akan pulang dulu,khawatir ibu mencariku kak..''jawab Jian Wu dan langsung berpamitan.
''Ok....sampai ketemu besok.....hati-hati Wu'er.''
''Iya kak.''
Kemudian Jian Beranjak pulang.Saat hari sudah mulai sore.sesuai kesepakatan besok mereka akan menelusuri apa yang Jian Wu temukan.mungkin inilah yang akan menjadi periode awal perjalanan panjang Jian Wu di dunia baru akan yang dia tapaki....dunia praktisi.....dunia kultivator....
...----------------...
......................
Bersambung.....
__ADS_1