
Jian Feng Merasakan fluktuasi udara disisi sebelah kiri yang hanya berjarak sepuluh meter.
"Gerakan pertama... cahaya kilat membelah gunung..... ".
Siluet Jian Feng berkedip menghilang. itu adalah gerakan sangat cepat hingga sepersekian detik kemudian ia terlihat seperti beberapa orang yang bergerak secara bersamaan dari setiap sudut.
"Kamu mungkin tidak terlihat..... tapi bagaimana dengan kecepatan ini....? ".Jian Feng bergumam dalam hati.
Slaaaaassshhh......
Slaaaaassshhh......
Slaaaaassshhh......
Tebasan-tebasan itu dengan cepat menyayat tempat yang seakan hanya ruang kosong. Tapi sesaat kemudian terlihat muncul riak udara singkat disertai guratan bayangan samar yang berkedip.
"Mati.......!!!! ".Jian Feng mengayunkan tinjunya yang telah dilapisi cahaya putih kebiruan.
Baaaaaaaaammmmmm..........
Ledakan teredam terjadi saat tinju itu menghantam udara berisi.
Aaakkkkhhhhhh......
Terdengar Raungan memilukan saat udara beriak berubah menjadi kabut tipis berwarna ungu gelap bersamaan dengan meluncurnya sesosok tubuh dipenuhi luka sayatan yang dalam dan kepala yang hancur.
baaaaaaaaammmmmm......
Tubuh tanpa kepala pemimpin kelompok iblis darah meledak saat sampai ditanah menyisakan sebuah lubang yang cukup besar.
Pemimpin kelompok iblis darah itu diam tak bergerak dan tubuh yang mengeriput pada detik berikutnya. Ia tewas mengenaskan.
Jian Feng menghela nafas dan segera mengedarkan pandangan nya kearah pertempuran.
Disudut yang cukup jauh, visinya berhenti pada seorang wanita cantik yang sedang bertarung dan sepertinya sedang berjuang keras dari desakan lawan.
Sementara wanita cantik itu sendiri saat ini merasa lawannya sangat tangguh dengan tingkatan 'Alam raja ' tahap menengah sedangkan dirinya masih Selangkah lagi menuju alam raja.
Wanita yang tak lain adalah Lu Xian Yue terlihat sangat kewalahan menghadapi gempuran tiada henti dari lawannya.
"Matilah.....!! ".laki-laki yang menjadi lawan Lu Xian Yue berkata dengan nada dingin.
Tiga buah energi pedang merah darah melesat kearah Lu Xian Yue dengan kecepatan yang sepertinya akan sulit dielakan.
Lu Xian Yue menatap tajam kearah energi pedang yang meluncur kearah nya. Tangannya melambai kedepan dan cahaya keperakan melesat menghadang energi pedang lawan.
__ADS_1
boooooommmmm......
Tubuh mungil Lu Xian Yue terbang laksana kapas saat dua energi bertemu dan meledak.
"Hahahaha...... beruntung aku akan mendapatkan darah yang masih sangat segar......... ".Lawan Lu Xian Yue terkekeh dan segera mengulurkan tangannya.
Sebuah cakar besar meluncur cepat mengejar Lu Xian Yue yang masih melayang jatuh.
Hanya tinggal beberapa meter lagi cakar itu akan menjangkau tubuh Lu Xian Yue, tiba-tiba cakar itu terbelah oleh beberapa energi pedang yang dengan cepat memotong cakar menjadi berkeping -keping.
"Apaa.......!?? ".Lelaki dari kelompok iblis darah itu terhuyung mundur dengan mata terbelalak.
Belum sempat lelaki itu menkonfirmasi keaadaan, tujuh buah energi pedang menghujam tubuh dan menyisakan tujuh buah lubang ditubuhnya.
lelaki itu hanya bisa terpana tak bisa berucap apa-apa saat detik selanjutnya ia merasa ada garis dingin disepanjang lehernya.
duuuuaaaaaaarrrrt..........
Belum sampai satu helaan nafas kemudian disusul kepala lelaki itu meledak menjadi kabut darah.
Gedebuukkkk......
Tubuh tanpa kepala itu jatuh terlentang tak bernyawa tanpa sempat ia sadari siapa yang menerbangkan nyawanya.
Lu Xian Yue hanya sekilas memperhatikan kejadian didepannya tanpa tahu harus berkata apa dan bagaimana. Kejadiannya terlalu singkat. Ia hanya sempat memandang sekilas mayat tanpa kepala tak jauh didepannya.
"Kakekk........ ".Lu Xian Yue menatap lelaki tua yang ternyata adalah sang kakek, Lu Tian Huo.
Tak lama kemudian, satu siluet tiba Disisi Panatua Huo, Itu adalah Jian Feng .
"Saya harap anda bisa mengamankan cucu saya untuk sementara waktu..... saya akan sangat berterimakasih........ ".Ucap Panatua Huo memandang Jian Feng .
"Baik Panatua........ ".Jawab Jian Feng yang langsung membawa Lu Xian Yue ketempat yang aman.
Sepeninggal Jian Feng ,sorot mata Panatua Huo menjadi sangat tajam menatap orang -orang dari kelompok iblis darah. cahaya kebencian terlihat jelas dalam tatapan matanya.
Tak sampai satu helaan nafas, aliran energi qi yang besar mengalir terserap dan berputar disekeliling tubuh Panatua Huo. Sesaat kemudian ratusan energi berbentuk pisau tercipta disekitarnya.
"Bunuh...!!! ".Terdengar gumaman kecil dari mulut Panatua Huo dibarengi dua jari menunjuk kearah orang-orang kelompok iblis darah.
tsiiinng...... tsiiiiinnnnnnggggg
tsiiinng....... tsiiiiinnnnnnggggg
Ratusan energi pisau segera melesat dengan kecepatan yang sulit diikuti pandangan mata biasa. Bergegas menuju orang-orang berpakaian hitam dari kelompok iblis darah.
__ADS_1
Tak sampai satu detik, energi pisau telah menjangkau puluhan dari mereka. Rata-rata dari mereka meledak kepalanya setelah dihujam energi pisau.
Namun tak berselang satu tarikan nafas, muncul bola-bola energi merah yang mengcounter energi pisau.
Duaaaaaaarrrrrt
Duaaaaaaarrrrrt
Duaaaaaaarrrrrt......
Ledakan -ledakan kecil terjadi saat bola-bola energi beradu dengan pisau-pisau energi.
"Pak tua Huo...... jangan terlalu arogan dengan kemampuan mu..... kekekekekek.... ".Terdengar suara melengking parau diikuti munculnya seorang yang kurus kering berwajah tirus.
Melihat penampilannya, itu hanyalah tulang yang terbungkus kulit semata. Namun pancaran energi yang keluar dari tubuhnya terasa menindas. Dia adalah salah satu tetua dalam kelompok iblis darah.
"Mo Feng........!! ".Mulut Panatua Huo mendesis menyebutkan nama manusia kurus didepannya. "Rupanya alam ini belum menghukummu........!? ".
"Kekekekekek......... kamu masih saja banyak mulut seperti dulu.......!Tua Huo........ biarkan hari ini aku membungkam mulut itu selamanya..!... kekekekekek..... ".Mo Feng terkikik sambil mendekap dada.
"Aku khawatir kamu belum layak untuk itu..... ".Jawab Panatua Huo sinis namun tatapannya tetap tajam kearah Mo Feng.
Merasakan aura manusia didepannya, Panatua Huo bisa meraba kekuatan lawannya ini. "Jerangkong tua ini........ tak kusangka peningkatannya akan sebesar ini....! ".Batin Panatua Huo.
"Jika begitu mari kita bermain dan kita bisa lihat nanti siapa yang akan tersisa..... kekekekekek....... ".Selesai dengan ucapannya, tubuh Mo Feng sudah diselimuti aura merah darah.Pancaran energi kegelapan yang pekat keluar dari tubuhnya dan terasa menyekat ditenggorokan para murid sekte Pedang Matahari Timur yang berada disekitarnya.
Panatua Huo menatap tegas kearah Tetua kelompok iblis darah itu. Kewaspadaan nya meningkat merasakan aura gelap yang terpancar dari tubuh Mo Feng.
Saat berikutnya, gumpalan asap ungu bergegas melesat membentuk bayangan kelelawar besar. Cahaya mata berwarna merah darah dari bayangan kelelawar tampak begitu mencekam jiwa terutama bagi para murid berkultivasi rendah.
Sangat cepat bayangan kelelawar itu melesat kearah Panatua Huo dibarengi aura gelap yang menindas.
Visi Panatua Huo menatap tegas dan pada saat berikutnya cahaya putih keperakan terpendar menyelubungi tubuhnya lalu melesat tinggi membumbung keudara membentuk bayangan pedang.
"Pergilah....!! ".Panatua Huo bergumam pelan dengan dua jarinya teracung kedepan . Bayangan pedang besar itu melesat menghadang bayangan kelelawar milik Mo Feng.
Duaaaaaaarrrrrt.........
seeeerrrrrrrrrrr...........
seeeerrrrrrrrrrr............
seeeerrrrrrrrrrr............
...****************...
__ADS_1
Bersambung.....