
Hari itu telah pagi-pagi sekali Jian Wu pamit kepada Jian Mei untuk berjalan-jalan menyusuri pinggiran desa sembari memulihkan kondisinya.
''jangan terlalu jauh Wu'er...kondisimu belum pulih benar,ibu khawatir dengan keadaanmu''.ucap Jian Mei.terlihat kekhawatiran matanya.
''Baik bu''.jawab Jian Wu tak ingin berpanjang lebar.
Tak sampai setengah pembakaran dupa ia telah memasuki rimbunan tanaman bambu yang berjejer rapi.Jian Wu terus masuk hingga tiba dipinggir sungai yang beberapa waktu lalu ia ditemukan para pemburu.itu yang ia temukan dalam ingatannya.visinya menelusuri tepian sungai hingga disatu sisi d sebelah kiri ia berdiri ia melihat rimbunan semak yang cukup lebat.Dalam ingatannya anak ini mendapati sesuatu ditempat itu.tanpa menunggu lama Jian Wu bergegas kearah semak belukar tersebut.ia mencoba mengingat dari mana dia harus menelusuri area tersebut.hingga sampailah ia pada sebuah batu sebesar anak bayi yang menurutnya posisi batu itu sedikit janggal.Batu itu melintang arah utara selatan dan diujung batu sebelah selatan dikedua sisinya ada dua batu sebesar telapak tangan berbentuk segi enam.bagi orang yang baru melihat batu itu,mungkin akan merasa biasa saja karena selain tidak menempel pada batu utama kedua batu itu pun sudah tertutupi lumut.
Jian Wu terdiam memperhatikan itu semua.selain itu ia merasakan energi murni yang terpancar dari dalam batu itu walaupun hanya samar-samar.
''Apa yang ada didalam ini sebenarnya....??batin Jian Wu
''Apakah ini sebuah makam ataukah hanya sebuah batu yang menyimpan energi alam''.kata Jian Wu dalam gumaman lirih.
''Baiklah....untuk saat ini aku akan selidiki dulu sampai waktunya tepat untukku membuka rahasia batu ini.Ibu akan khawatir kalau ak terlalu lama pergi''.Jian Wu kemudian beranjak kembali ke kediamannya
******
'' Mohon maaf patriark....apakah legenda yang beredar tentang 'Dewa Pedang' itu benar adanya''??tanya seorang pemuda berumur sekitar 17 tahun.dia adalah salah satu jenius didesa ini dari klan Jian,namanya adalah Jian Feng.
''Aku sendiri belum bisa memastikan Feng'er,karena sampai dengan saat ini blm ada tanda-tanda tentang benarnya legenda itu.hanya yang aku tahu,para leluhur kita selalu menceritakan turun-temurun tentang kisah itu''.ucap Jian Wang,sang patriark.visinya menerawang langit-langit diiringi ******* nafasnya.
''Apakah tidak ada petunjuk sedikitpun tentang Dewa Pedang itu,patriark..?''desak Jian Feng yang dipenuhi rasa penasaran.
Sebagai seorang yang dianggap jenius didesa itu,sangat wajar baginya ingin menggali dan mendapatkan warisan berharga dari sang Legenda.tapi sayangnya semua informasi yang berkaitan dengan itu seperti lenyap ditelan bumi.
''Ada satu petunjuk yang dulu aku dengar dari patriark sebelumnya,bahwa sang 'Dewa Pedang'meninggalkan sebuah warisan yang akan menuntun orang yang menemukan kepada semua rahasianya''.
''benarkah....??''.Jian Feng terlihat antusias.
''Tapi masalahnya ,semua informasi itu mentok dengan tidak adanya petunjuk lain tentang keberadaanya''.ucap Jiang Wang
Keduanya kemudian terdiam,larut dalam pikiran mereka masing-masing.
''Sudahlah Feng'er,lupakan masalah itu.lebih baik kamu meningkatkan kultivasimu untuk mengghadapi turnamen nanti''.
''Baiklah patriark,saya mohon diri''.Jian Feng membungkuk hormat kemudian berlalu,beranjak keluar dari ruangan itu.
Jian feng berjalan sedikit tergesa menuju tempat latihan klan Jian yang tidak terpisah jauh dari aula pertemuan klan.terlihat diraut mukanya bahwa dia masih memikirkan tentang hal yang baru saja ia diskusikan dengan patriark klan.
''sepertinya aku harus bekerja keras mencar informasi''.batinya dalam hati. ''Kak Jian feng....!!''.terlihat anak berumur sekitar 7-8 tahunan sedang berlari kearahnya.
''Junior Jian Wu....apakah kau sudah baikan..??.''tanya Jian Feng setelah mengetahui anak yang memanggil dan berlari kearahnya adalah Jian Wu yang ia ketahui telah terluka beberapa hari yang lalu.
''Iya kak....aku sudah pulih''.jawab Jian Wu.
''bagus kalau bagitu...kakak senang mendengarnya....dan..kamu bisa mulai berlatih lagi....''
__ADS_1
''kak Feng darimana...''
''Aku baru saja bertemu patriark.....ada yang harus aku bicarakan dengan patriark''.jawab Jian Feng.
''Wu'er .....mari ikut kakak''.ajak Jian Feng sambil menarik tangan Jian Wu.
''Akan kemana kita kak...''??tanya Jian Wu.
Tanpa menjawab Jian Feng terus berjalan diikuti Jian Wu yang tampak bingung.
Sekitar setengah pembakaran dupa atau sekitar 15menit,mereka tiba disebuah rumah sederhana yang tampak sangat sepi.itu adalah kediaman Jian Feng.Dia adalah seorang yatim piatu,kedua orang tuanya meninggal ketika membawa barang dagangan kekota kekaisaran Yin dari kota Embun Pagi.karena Jian Feng hanya sendiri,sang patrirk klan Jian berinisiatif mengasuh Jian Feng hingga saat ini.
Saat ini Jian Feng adalah salah satu jenius beladiri didesa itu.kultivasinya berada dilevel alam Raja tahap menengah.tingkat kultivasinya terbilang tinggi mengingat usianya yang masih 17 tahunan.
Tinkatan kultivasi
*Alam pembentukan inti(foundation)
meliputi pembentukan fisik dan pembentukan qi
*Alam pejuang (warrior)
- awal
- menengah
- akhir
- awal
- menengah
-akhir
*Alam roh
- awal
- menengah
- akhir
Sampai tahap ini seorang kultivator telah mencapai tahap penting pertama yang sangat menentukan perkembangannya dalam budidaya seni beladiri.empat tahap ini juga yang akan jadi penentu masa depan seorang kultivator apakah akan menjadi ahli beladiri atau akan hanya berhenti pada tahap ini hingga bertahun-tahun atau bhkan puluhan tahun.kasus ini bisa berbeda dari setiap individu tergantung keberuntungan yang diperolehnya.kesulitan yang harus dihadapi setelah tahap ini untuk melangkah ke tahap selanjutnya adalah seorang kultivator akan mengalami regenerasi total,baik fisik maupun jiwanya.oleh karenanya dibutuhkan pondasi yang kokoh di empat tahap awal.
Tahap selanjutnya..
* Alam raja
__ADS_1
- Awal
- Menengah
- akhir
* Alam kaisar
- awal
- Menengah
- Akhir
* Alam dewa leluhur
- Awal
- Akhir
* Alam saint
- Awal
- Akhir
******
Jian Feng telah melewati batasan pertama dalam budidaya ilmu beladiri.tubuh dan jiwanya telah beregenerasi dan bertranformasi jauh lebih kuat diumur yang masih muda.sehingga membuka lebar peluangnya menjadi seniman ahli beladiri hebat dimasa depan jika tidak menemui suatu hambatan dalam perjalanannya yang berujung kematian.itulah yang menjadikan Jian Feng salah satu jenius didesa itu.
Kembali kepada dua orang anak muda itu,setelah memasuki kediaman Jian Feng duduk disebuah kursi sambil menarik nafas dalam-dalam.
''Duduklah Wu'er''.
''Iya kak''. Jian Wu menarik sebuah kursi dan duduk dihadapan Jian Feng.
visinya memperhatikan Jian Feng yang seakan akan sedang mengalami tekanan berat.
''Aku akan menceritakan kepadamu tentang seseorang yang menjadi sebuah legenda besar dinegeri ini Wu'er''.ucap Jian Feng memulai percakapan.
''Legenda.....???? Ucap Jian Wu sambil melongo....terkejut....
Jian Feng hampir saja tertawa melihat reaksi anak polos didepannya.
''Iya.....legenda yang diceritakan disetiap generasi dan menjadi misteri bagi banyak kultivator dinegeri ini selama ratusan atau ribuan tahun''.
__ADS_1
*****
Bersambung......