The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat

The Greatest Warrior Soul/Jiwa Pejuang Terhebat
Jejak Tersembunyi #2


__ADS_3

Didepan mereka berdiri terbentang area kisaran 20 langkah sebelum mencapai ruangan besar yang layaknya aula.masih tetap susunan batu didepan mereka ,hanya ada di beberapa titik yang ditumbuhi rumput seperti lumut.


Jian Wu menajamkan persepsinya mengamati susunan didepannya.


''Ini seperti sebuah formasi''.gumamnya


''Bagaimana kamu tahu Wu'er..??tanya Jian Feng yang masihbingung dengan pemikiran Jian Wu


Bukan dia tidak tahu tentang formasi,tetapi anak sekecil Jian Wu,darimana dia mempelajari pengetahuan itu.Pola-pola tentang formasi bukanlah hal yang sederhana untuk dipahami anak seumurnya


''Hanya insting kak''jawab Jian Wu mencoba menyembunyikan pengetahuannya.


Jian Wu Mengambil salah satu pecahan batu disisi dia berdiri,menimbang kerikil ditangan dan fokus pada salah satu ubin dibagian tengah.sesaat kemudian kerikil telah melayang cepat ketengah ruangan dan tepat jatuh pada batu ditengah ruangan itu.Hal tak terduga mengejutkan terjadi.tembakan energi qi kuat yang menyerupai sinar laser berwarna biru keperakan menghancurkan kerikil menjadi bubuk.seandainya itu adalah tubuh praktisi beladiri biasa,tentu hasilnya bisa dibayangkan.batu yang dilemparkan memang hanya kerikil kecil tapi masalah kekuatan dari kerikil tdak perlu diragukan lagi.itupun masih dalam sekejap menjadi debu.


''Kekuatan energi yang sangat luar biasa''gumam Jiian Feng


''Kak Feng...kita akan melangkah hanya melewati batu yang diselumuti lumut''ucap Jian Wu


''Apa kamu yakin Wu'er...???''terlihat keraguan dimata Jian Feng


Tanpa berkata apa apa,Jian Feng mengambil lagi sebuah kerikil dan melemparkan kearah batu berlumut.


Setelah beberapa nafas ,suasana tetap sunyi tanpa terjadi apa-apa.


Jian Feng kembali menatap Jian Wu yang juga menatapnya dengan senyuman polos.


''Ayo kita mulai......''ajak Jian Wu bersemangat.


Tanpa menunggu apapun ia mulai mengikuti pola batu berlumut didepannya.Jiang Feng segera mengikuti menjejakkan kakinya.Hingga ketika kaki merka mulai memasuki lima langkah terakhir,Jian Feng menghentikan langkah semangat Jian Wu..


''Berhenti Wu'er........!!!''teriak Jian Feng


Seketika Jian Wu berhenti dan menatap heran Jian Feng.


''Ada apa kak Feng...???'' tanya Jian Wu.


''Aku melihat jejak garis energi halus....sepertinya itu formasi array perlindungan sebelum memasuki ruangan'' Jian Feng menajamkan visinya menelusuri garis garis energi samar yang membentuk pola pola rumit sebuah formasi array.


''Biasanya ini akan bereaksi ketika tersentuh''.gumam Jian Feng.


Jian Feng melemparkan potongan batu yang diambil dari bawah kakinya.


Psssssssssshhhhhhhh.....


Suara layaknya besi panas yang dicelupkan keair.batu seketika ***** menjdi debu dan menghilang tak berbekas.bersamaan dengan itu,cahaya keemasan berpendar pada garis garis energi samar yang semula tidak terlihat.

__ADS_1


Jian Wu hanya terkagum-kagum memandang lukisan warna emas didepannya.


''Sungguh...kekuatan yang mengerikan....andaikan itu tadi tubuhku tentu ak sudah mati dua kali...''.gumam Jian Wu.


''Apa yang kau katakan...Wu'er...???tanya Jian Feng .Pendengaran tajam Jian Feng masih bisa mendengar gumaman Jian Wu walau tadi dia berucaap sangat lirih.


''Ah.....ee... tidak kak ...ak hanya membayangkan kalo masuk diformasi itu akan tercabik berkali kali...''ucap Jian Wu sambil tersenyum canggung.


Keduanya lantas fokus dengan array yang ada di penghujung jalan memasuki aula besar itu.


''Inilah adalah formasi yang dibuat setidaknya oleh ahli yang berada diranah Alam Dewa Leluhur tahap puncak.Sangat untuk kita melewati ini.''Jian Feng mendesah panjang dalam keputusasaan.


Sebagai seorang yang berada diranah Alam Raja,dia sangat tahu kesulitan menghadapi sesuatu yang berkaitan dengan seseorang yang punya keahlian tinggi seperti itu.baik itu kemampuan energi,ketrampilan bertarung,atau bahkan kekuatan jiwa.


Seperti yang dihadapkan didepannya saat ini.sesuatu yang dibuat dengan kekuata jiwa yang tinggi.perlu diketahui bahwa pembuatan formasi array dan formasi lainnya akan melibatkan penggunaan kekuatan jiwa yang luar biasa.seseorang harus mempunyai basis kekuatan jiwa yang memang sangat kuat.jika tidak maka akan sangat berpengaruh pada pembuat itu sendiri .Yang lebih fatal lagi,jiwa orang itu akan hancur dan berujung kematian.


''Apa tidak cara untuk melewatinya kak.....''tanya Jian Wu membuyarkan lamunan Jian Feng.


''Sangat sulit Wu'er.....jika ingin menghancurkan formasi,setidaknya kekuatannya harus lebih tinggi dari si pembuat formasi.Terutama kekuatan jiwanya''.jelas Jian Feng.setidaknya itulah yang dia ketahui saat ini.


Jian Wu tetap terdiam memperhatikan garis garis samar formasi yang mulai memudar.garis itu akan bereaksi ketika ada sesuatu yang ingin menerobosnya.


Ia coba menajamkan persepsinya.


''Kalo ini tidak bisa ditembus dengan kekuatan,aku yakin ada cara lain sebagai alternatif''.Jian Wu berbalik mengedarkan pandangan keseluruh lorong yang telah dia lewati.pandangannya menyusuri setiap inchi dinding lorong tetapi nihil....tidak ada tanda tanda adanya satu petunjuk.tanpa sengaja visinya jatuh pada lantai ruangan.Semakin dia amati ia merasakan jantungnya berdetak kencang.


Jian Feng menatap nanar kearah Jian Wu karena isi kepalanya pun masih berkecamuk memikirkan ide itu.


''Maksudmu........????''.tatapanya terus kearah Jian Wu.


''Ya.......dibawah telapak kaki kita......!!''tatapan Jian Wu tidak bergeser dari memperhatikan seluruh lantai ruangan.


Tanpa dikomando,tatapan Jian Feng mengikuti arah pandangan Jian Wu.


''Jangan katakan kalau.......''?!?belum sempat selesai kata katanya,terdengar Jian Wu bergumam.


''Tanpa disadari,mungkin kuncinya ada dikantai ini kak.....lihatlah lantai batu yang berlumut itu.....ak merasa itu bentuk sebuah pola atau apapun itu....''


Mata Jian Feng bergerak keseluruh area lantai ruangan.ia mengamati satu persatu batu berlumut itu.


''Kamu benar Wu'er......sungguh bodohnya aku tidak menyadari hal ini.....''Jian Feng terlihat kembali bersemangat .sorot matanya berbinar cerah.


''Lalu.....tentang apakah itu kak Feng...''tanya Jian Wu.


''Sepertinya ini sebuah aksara yang jika semua batu ini digabungkan akan terwujud satu kalimat.''

__ADS_1


Jian Feng mengamati semua batu.kemudian dia membuat proyeksi penggabungan seluruh batu dikepalanya.


Beberapa saat kemudian ia mendapatkan gambaran Sebuah kalimat....


''orang yang mendapatkan puncak ,diawali dengan kerendahan diri untuk meraih ketinggian''.


Apa maksud kalimat ini...???''wajah Jian Wu malah terlihat bingung setelah mendapatkan kalimat utuh itu.


Tidak berbeda jauh,wajah Jian Feng pun terlihat sama bingungnya dengan wajah Jian Wu.


''Puncak.........kerendahan diri..........ketinggian.....pasti ada mksud dari kata kata ini''


''Apa mungkin maksud dari kerendahan diri itu adalah bersujud kak...??''.


''Benar juga.........tapi.......dimana kita harus bersujud....??''ucap Jian Feng membenarkan.


Mereka kembali mengedarkan pandangan keseluruh lantai.Hingga pandangan Jian Feng berhenti disebuah batu ubin disebelah kaki Jian Wu.


''Wu'er.....apakah kamu tidak merasa aneh dengan batu disebelahmu itu ......???''tanya Jian feng sambil menunjuk kearah batu disebelahnya.


Jian Wu pun mengikuti kearah yang ditunjuk Jian Feng.


''Batu ini terlihat sedikit cekung....apa yang harus aku lakukan kak..??''


Tanya Jian Wu meminta pendapat.


''Maukah kamu mengambil resiko.......bersujud dibatu itu...??'' terdengar suara Jian Feng agak tersendat.sebenarnya dia ingin dia yang mdlakukan itu.tetapi posisi keduanya tidak memungkinkan untuk bertukar posisi.


''Kalau memang kak Feng yakin,aku akan melakukannya''.terdengar suara Jian Wu tegas tanpa ada keraguan dan rasa ketakutan didalamnya.


Tanpa menunggu apapun lagi,Jian Wu dengan sangat hati hati meletakan kepalanya dibatu itu dengan posisi bersujud.


Satu nafas.......dua nafas.......tidak ada yang terjadi......


Tiba tiba dinafas kelima suara bergemuruh terdengar disertai kilatan pada garis garis formasi.sepertinya formasi itu aktif kembali.


''Hati hati Wu'er...!!''.


Jian Feng panik dan was was akan keselamatan Jian Wu.


Beberapa saat itu berlalu.Perlahan percikan garis formasi itu mulai seperti saling menarik dan pelan pelan berkumpul.Yang membuat keduanya kemudian tercengang adalah itu perlahan membentuk gambaran sesosok pria.semakin lama semakin tjelas.Ya.........seorang pria kisaran 40 tahunan.Berwajah tampan dengan sorot mata yang tegas diselimuti oleh aura yang sangat kuno.


Laki-laki itu menatap Jian Wu ,kemudian Jian Feng.pandangannya seolah-olah sebuah pedang yang mengiris dan mencabik-cabik jiwa mereka.Sangat tajam dan membuat mereka menggigil diliputi rasa tertindas yang teramat sangat.


...****************...

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2