
Temaram senja mulai merangkak menjelang malam.lembayung keemasan mulai hilang hilang ditelan mega hitam.aktivitas penduduk desa Seribu Bambu mulai mereda dan masing-masing mulai berdiam dikediaman masing-masing dibuai suasana malam yang membelai kelelahan.Hanya beberapa penjaga yang bersiap disudut-sudut perbatasan desa.
Yang tidak disadari seluruh penduduk desa adalah,sekelompok orang sudah bersiap disudut pinggiran desa.mereka adalah kelompok ''Iblis Darah'' yang sehari sebelumnya berada di hutan penarik jiwa.mereka tiba sore hari ditepian desa itu.setelah melakukan penyelidikan,mereka akhirnya memutuskan menyerang pada malam hari.
''Keberuntungan kita senior..kebetulan sekali para tetua dan patriark dua klan didesa ini sedang berada dikota kekaisaran''lapor seorang yang ditugaskan menyusup dengan wajah berseri.
''Bagus....kerjamu sangat bagus''.jawab Mo Yan.terselip senyum kemenangan jahat dibibirnya.
Sebelumnya Mo Yan merasa khawatir,,karena informasi sebelumnya mengatakan bahwa didalam desa itu terdapat beberapa praktisi ahli terutama kedua patriark dua klan desa itu.
''Aku tidak menyangka keberuntungan ada dipihak kita.....kita bisa secepatnya membereskan pekerjaan ini'' suaranya terdengar sangat bersemangat.
''Siap senior''.jawab merka bersamaan.
*****
Malam mulai terasa dingin ketika beberapa bayangan mulai melesat memasuki desa dengan cepat dan senyap.hampir seluruh penduduk desa Seribu Bambu tidak menyadari akan adanya bahaya yang akan mengubah nasib desa ini.
Bersamaan dengan melesatnya beberapa. beberapa bayangan,..melesat pula puluhan anak panah api dari pinggiran desa menerobos rumah-rumah penduduk.
tooong......toooong...toooong....toooong.....
''Kita diseraaaaaannngg....''teriak seorang penjaga sambil memukul kentongan.
Seketika terjadi kepanikan diseluruh penjuru desa.teriakan wanita dan anak -anak mulai terdengar.sedangkan para kultivator segera bergerak keluar rumah dengan senjata masing-masing.
Tak lama.....terjadilah pertempuran sengit antara para kultivator desa Seribu bambu melawan para penyerang dari kelompak iblis darah.tak butuh waktu lama kelompok iblis darah telah berhasil mendesak para kultivator dari klan Jian dan klan Lin.walaupun tingkat kultivasi mereka rata-rata tidak berbeda jauh,tetapi pengalaman bertarunglah yang juga mmenentukan.apalagi persiapan dua kelompok sangat berbeda.disatu sisi memang dengan matang dipersiapkan dan sisi lainnya spontanitas tanpa kesiapan dan dalam kepanikan.kepanikan itu terjadi disebabkan karena selain bertempur mereka juga harus memikirkan kondisi keluarga mereka.Tak sedikit dari mereka yang memerintahkan keluarga mereka untuk menyelamatkan diri kedalam hutan.
Kondisi semakin kacau untuk para penduduk desa karena kebrutalan kelompok iblis darah.mereka bagaikan iblis dari neraka yang bengis dan tak pandang bulu.
''Bentuk formasi tempur....!!''teriak salah satu kultivator dari klan Jian.
sekitar 20 orang segera bergerak membentuk formasi tempur.tetapi belum juga mereka sempurna membentuk formasi,.puluhan anak panah melesat kearah mereka.
Tsiiing...tsiiing...tsiiiiinng.....
Aaaakhhhh.....akhhh...aaaakhhh...
Triiiiiing....triiiinnggg....
Anak-anak panah yang ternyata adalah energi yang berbentuk panah menerobos barisan formasi tempur dan menerbangkan beberapa orang yang membuat formasi hancur seketika.
__ADS_1
''Itu ahli di alam roh puncak.....!!!''ucap salah seorang kultivator dari klan Jian
''Bunuh mereka semua.....jangan sampai ada
yang melarikan diri....''.teriak Mo Yan kepada para pengikutnya.
Ternyata energi panah itu berasal dari dirinya.
Tanpa basa basi mereka segera membantai semua yang merka temui tak terkecuali. anak-anak.tanpa ampun dan belas kasihan mereka bunuh semua.
Mo yan berdiri memejamkan mata.dalam fokus penuh ia menikmati aroma pembantaian desa itu.Ia mulai menggunakan teknik terlarang dari teknik iblisnya.
''Tekhnik penyerap darah''.gumamya parau terdengar menyeramkan.
Tanpa orang sadari perlahan energi dari area pembantaian,megalir terserap kedalam tubuh Mo Yan.samar samar,tubuhnya dilapisi cahaya merah darah.Pendaran cahaya merah itu semakin lama semakin pekat seiring dengan banyaknya energi darah yang mengalir kearahnya.
''Aku panen besar dalam misi kali ini....setelah ini aku seharusnya bisa menembus keranah Alam Raja.....hahaha....''gelak tawa bengis terdengar dimalam penuh pembantaian itu.
***
Sementara tidak berbeda jauh dikediaman klan lin,juga terjadi pembantaian yang sama.
kelompok Iblis darah membantai tanpa ampun semua warga tak terkecuali.
***
''Menyerahlah kalian.!!...seluruh desa sudah tinggal puing-puing.tidak ada ada yang tersisa dari desa ini...''ucap salah seorang yang juga berpakaian hitam .sepertinya ia bertindak sebagai pemimpin
''Siapa kalian ini sebenarnya....dan apa salah desa ini terhadap kalian.''bentak Jian Yong merasa geram.
''Cacing seperti kalian tak perlu tahu siapa kami.....mungkin lebih baik kamu serah kan wanita disebelahmu itu....aku akan membuat mudah kematianmu setelah kau serahkan wanita itu''.sambungnya dengan sorot mata mesum kearah Jian mei.
Merah raut muka Jian Yong menahan amarah.
''ciiihhh.....sebaiknya kalian mati saja''.secepat kilat tangan Jian Yong bergerak dengan pedang yang tergenggam ditangannya.energi pedang berbentuk bulan sabit melesat cepat menebas kearah kelompok iblis darah.
Hampir bersamaan disampingnya,Jian mei juga bergerak juga dengan lesatan energi pedang yang tak kalah cepat.empat orang yang berada diranah alam pejuang ada yang terbelah badannya dan ada yang terpotong lehernya oleh lesatan energi pedang kedua kultivator tersebut.
Saat ini Jian Yong berada diranah Alam roh tahap awal dan Jian mei berada diranah Alam Master tahap akhir.Untuk ditingkatan alam pejuang akan sangat sulit menghindari serangan mereka.
Diiiinnngg.....
Terdengar benturan senjata tajam ketika seseorang menangkis dan membuyarkan lrsatan energi pedang yang dstang kearahnya
''Alam Roh tahap menengah....!!??''gumam Jian Yong kemudian menoleh kearah istrinya,Jian Mei.
__ADS_1
''Jika keadaan mendesak....pergilah...temukan Wu'er kita.....ucap Jian Yong lirih menetap istrinya.
''Rupanya disini ada juga cacing yang ingin menjadi naga''.belum sempat Jian mei menjawab, terdengar pemimpin kelompok iblis darah berkata.
''Lumayan.....aku jadi bersemangat.Baiklah....karena kalian akan mati aku akan memberitahu siapa kita agar jiwamu tidak penasaran''.sambungnya.
''Aku adalah Mo li huan,salah satu pemimpin kelompok iblis darah.
Sekarang matilah kalian .....bahkan jiwa kalian tidak akan penasaran karena aku akan memusnahkan juga jiwa kalian dan tidak akan bisa bereinkarnasi....''!!!selesai berkata,Mo li Huan meluncurkan serangan.Energi pedang merah darah mulai menyelimuti tangannya.Aura kematian yang bengis menindas area disekitarnya.
''Iblis merobek malam''......
''Pergilah...!!! Geram Mo li Huan
Energi pedang merah darah melesat disertai hawa kematian yang menindas.
Melihat musuh telah melancarkan serangan,Jian Yong memompa seluruh energi murni didalam dantiannya dan segera mengedarkan keseluruh tubuhnya.
''Mei'er .......cepat pergi....aku akan berusaha menahannya.....cepatlahhh........''.ucap Jian Yong menatap istrinya sendu.ia sadar mungkin ini terakhir kali ia bisa melihat istrimya mengingat lawan yang dihadapinya.
Jian Yong kemudian fokus kepada serangan lawan yang semakin mendekat.Ia kerahkan semua kekuatannya demi pertaruhan terakhir.
''Tarian Pedang Mentari''........Jian Yong merapal mantra jurus pedang.
''Pergilah......!!!''.....
Wuuusssshhhh....
Selarik sinar putih keemasan membentuk energi pedang melesat menghadang sinar merah darah.
Baaaammmmm
Ledakan dahsyat terjadi ketika dua energi bertemu.Riak-riak energi sisa ledakan memporak porandakan semak belukar dan halaman rumah.
Jian Yong terpental sepuluh meter dengan kondisi parah...mulut,hidung dan lubang telinganya mengalir darah.pertanda ia menderita luka dalam yang hebat.
''Suamiku....!!??!''Jian Mei. Melesat menghampiri Jian Yong yang sedang mencoba berdiri.
''Ke...kenapa kau tidak mendengarkan aku...''.terdengar suara parau Jian Yong tersengal.
' ''Bagaimana aku bisa meninggalkanmu mempertaruhkan nyawa sendirian.kalaupun harus mati....akan kita jalani bersama-sama...''ucap Jian Mei mulai terisak.
...***************...
bersambung.....
__ADS_1