THE MOON: Isaac Adventure

THE MOON: Isaac Adventure
Menyelamatkan Neva


__ADS_3

"Katakan di mana Neva?" Isaac mencak-mencak.


Tanpa memedulikan berpasang-pasang mata menatap mereka, Isaac mencengkeram kerah kemeja pantai Eranda setelah berbicara melalui telepon.


Padahal Isaac biasanya sering menahan diri di depan umum, tapi jika amarahnya meledak karena menyangkut seseorang yang disayang maka tidak ada yang bisa menghentikannya.


Kafe yang terletak di pinggir jalan itu sering dijadikan tempat membaca atau nongkrong Warga Negara Asing, tapi hari ini dikuasai oleh mereka. Orang lokal, manusia setengah moon rabbit, dan moon rabbit sendiri yang serempak memakai kemeja pantai warna hitam.


"Aku sudah bilang nggak tahu. Kamu ini kenapa tiba-tiba marah tanpa menjelaskan akar permasalahannya dulu, sih?" Eranda melepas tangan Isaac dengan kasar.


Izel mengusap pundak Isaac. "Sudah aku bilang, jelaskan dulu. Jangan langsung marah, Isaac."


"Bagaimana aku mau jelasin dulu kalau lihat mukanya aja pengen aku tonjok!"


Eranda menyedot bubble milk tea yang dipesannya sampai tersisa milk tea-nya saja, kemudian melayangkan tatapan tajam pada Isaac.


"Kalau aku memang bersalah dan ada bukti, boleh kamu tonjok aku sekarang. Tapi nyatanya, aku aja nggak tahu permasalahan apa yang membuatmu ingin bertemu begini."


Setelah mendapat nomor ponsel milik Eranda sore tadi, Isaac secepat kilat menghubungi pria itu sambil marah-marah. Meski tidak mengerti, tetap saja dirinya menemui Isaac di kafe itu. Entah juga Eranda hanya berpura-pura tidak mengerti entah justru sebaliknya.


Izel mengambil alih keadaan dengan menjelaskan apa yang terjadi pada Neva dan sosok yang mirip dengan Eranda itu. Ada reaksi terkejut yang disimpan dalam-dalam, Izel tahu dengan menatap mata pria itu. Namun, diujung sebuah pernyataan terdapat pertanyaan yang langsung membuat Eranda bungkam.


"Kamu memiliki kekuatan juga, kan?"


Keringat mengumpul di dahi Eranda, sementara Isaac dan Izel tak bisa melepaskan pandangan darinya. Sinar mentari yang meredup masih menciptakan bayangan dimanfaatkan oleh Izel untuk membuat sesuatu yang mengejutkan.


Alih-alih mendesak, Izel membuat wujud lain dari bayangan Eranda. Seekor burung kecil dengan mata biru yang membuatnya membelalak. Isaac juga sama terbelalak.


"Katakan sejujurnya, aku sama sepertimu."


"Sama sepertiku? Lalu, kita ini apa?"


"Apa kau tinggal bersama orang tua? Semenjak lahir warna rambutmu apa?" Izel masih fokus membuat burung itu bergerak.


Eranda menekurkan wajah. "Semenjak kecil aku berada di panti asuhan dan nggak pernah tahu siapa orang tuaku. Lalu rambut asliku berwarna hijau."


"Sudah jelas, kamu adalah manusia setengah moon rabbit," celetuk Isaac.

__ADS_1


Eranda mengernyit heran. Baru kali ini dia mendengar makhluk seperti itu, seperti dirinya.


Tugas Izel kali ini menceritakan sejarah panjang asal mula manusia setengah moon rabbit. Mereka yang lahir dengan rambut hijau neon berasal dari orang tua berbeda jenis. Salah satunya manusia dan satunya lagi moon rabbit.


Kemungkinan Eranda ditinggalkan oleh salah satu orang tuanya yang asli dari bangsa moon rabbit ke panti asuhan karena tidak bisa di bawa ke Blue Moon. Sedangkan satunya lagi, orang tua asli manusia dipastikan meninggal dunia, terutama perempuan yang mengandung anak dari moon rabbit.


Karena manusia setengah moon rabbit tidak akan pernah lahir kalau yang mengandung bukanlah manusia.


Eranda yang baru mengetahui informasi ini terkejut. Ia terlihat sampai mengacak rambutnya, seperti orang frustrasi.


"Kekuatanmu apa?" tanya Izel.


"Yang aku ketahui bisa merubah air apa saja menjadi layak minum dan rasanya enak."


Isaac akhirnya paham yang Eranda lakukan pada air laut yang diberikan pada para kucing. Akan tetapi, ia masih mendesak perihal Neva.


"Jangan berpura-pura baik, sekarang katakan di mana Neva? Atau kalau bisa lepaskan saj-"


"Saudara kembarku," ucap spontan Eranda.


"Apa?" Izel dan Isaac kompak bertanya keheranan.


Eranda menjelaskan, bahwa dirinya memiliki kembaran yang lebih agresif. Wajah mereka memang mirip, tapi rambut kembarannya panjang dan dicat pirang baru setahun belakangan. Bernama Ernando Putra, biasa dipanggil Nando sementara ia sendiri dipanggil Randa.


Semenjak melewati umur 18 tahun, mereka heran karena tiba-tiba memiliki kekuatan saat beraktivitas. Akan tetapi, Ernando yang terobsesi dengan kekuatan itu terus dilatih hingga berkembang pesat. Kekuatan itu bukan digunakan untuk membantu makhluk hidup melainkan membuat onar.


Eranda juga tahu bahwa Ernando mengikutinya ke Kuta, tapi dibiarkan saja selama tidak membuat onar. Meski mereka kembar, wajah pun serupa, sifat mereka bertolak belakang. Saat Eranda tertidur pulas, terasa adanya gelombang energi besar lalu menangkap basah kembarannya sedang mengangkat gundukan tanah serta pohon kelapa pagi-pagi buta.


Pria 28 tahun itu dengan hati-hati menegur Ernando, tapi kembarannya justru kabur entah ke mana. Sifat kembarannya seperti anak kecil yang ngambek kalau dinasehati.


Saat adanya bola air besar, Eranda juga sudah menyangka bahwa kejadian itu pasti ulah Ernando. Namun, dirinya tak bisa menghentikan hal itu karena kekuatan Eranda tidak sebanding.


"Apa dia memiliki pengikut?" Isaac menodong pertanyaan.


"Aku kurang tahu, akhir-akhir ini dia menutup diri. Lalu, apa kalian tahu rencana Ernando?"


Izel dan Isaac menggeleng bersama karena mereka masuk ke alam bawah sadar Neva saat segala sesuatunya sudah selesai. Begitu Neva mimisan dengan hebat.

__ADS_1


"Tapi, kami merasa berada di dimensi yang lebih berbeda. Mungkin itu ciptaan Ernando," tukas Izel.


Sekarang di tempat duduk ini, kepalanya makin sakit mendengar Ernando bertingkah di luar batas. Memaksa dan menyakiti seseorang yang tak lain tak bukan adalah salah satu kaum mereka juga.


"Apa kamu bisa menelepon saudara kembarmu untuk bertemu?" tanya Izel, lalu menyesap macchiato demi membasahi kerongkongan.


"Aku nggak yakin dia mau bertemu."


"Bilang aja ada hal penting dan cuma berdua, aku yakin dia pasti datang. Tolonglah, demi Neva yang saat ini dalam keadaan kritis. Terakhir kali mengerahkan kekuatannya, dia mimisan parah," Isaac terdengar memohon.


Kesadaran akan fakta itu akhirnya berakar dan kini menyebar ke sekujur tubuh Eranda. Ia bergerak ingin membantu karena mereka tidak bisa melakukan sendiri. Terlebih lagi Isaac adalah manusia biasa. Sebelum moon rabbit lain datang membantu, hanya Izel dan Eranda yang bisa bergerak lebih dulu.


Namun, hendak bangkit dari kursi setelah menghabiskan minuman, sebuah televisi yang menyala di sudut kafe memperlihatkan sesuatu. Salah satu siaran televisi nasional memberitakan kejadian heboh waktu itu. Bahkan ada kompilasi video acak dari warganet yang ditampilkan.


Jangan sampai masalah yang ditimbulkan manusia setengah moon rabbit terdengar oleh Dewa Bulan. Apa yang terjadi? Seluruh manusia setengah *moon rabbit *dipastikan musnah dengan cara yang halus, seperti diberi penyakit hingga meninggal dunia.


Kalau sampai itu terjadi, maka anak dari Izel sendiri akan musnah.


Inilah sebabnya Izel dan beberapa utusannya sering turun ke bumi, mencari radar energi yang mirip dengan mereka. Lalu mendekati para manusia setengah moon rabbit untuk mengingatkan dan melatih mereka agar bisa mengontrol energi dengan baik, tidak digunakan untuk membuat onar.


"Keadaan di sini makin memburuk," ucap seseorang, tepat di samping mereka. Sosok itu sedang menyandarkan dagu di pagar pembatas antara teras dengan area luar.


Izel lantas menoleh. "Anima? Bukankah Ichtaca yang kemari?"


"Maaf, Yang Mulia ... nggak, maksud saya Jiyand. Saya menggantikan Ichtaca."


"Jiyand?" tanya Eranda.


"Ya, itu nama samaranku di bumi."


Eranda dan Isaac menatap lekat Anima. Setelan hoodie vest putih senada dengan celana pendek, tampak kontras karena jejeran tato hitam di seluruh kedua lengannya. Penampilan Anima cukup nyentrik dan liar dibanding Izel yang kalem.


"Kenapa? Kalian tertarik denganku?"


"Anu ... nggak mungkin dong," jawab Isaac kalem.


"Eh, saya ini perempuan lho, cuma tomboi aja."

__ADS_1


Izel menyuruh mereka untuk berpindah tempat ke toko Mesh, sambil merencanakan sesuatu untuk Ernando jika benar-benar datang.


__ADS_2