
Ia lalu meninggal kan tempat peristirahatan terakhir wanita yang telah melahirkan nya , ia pergi dengan rasa lapang dada nya.
Alice tertidur selama di dalam perjalanan hingga sampai ke mansion , sang supir tidak berani membangunkan nona muda nya . Ia hanya membiarkan nona muda tertidur , tepat ketika sang supir keluar dari mobil , datang sebuah mobil yang sangat mewah sekali ia sangat hapal sekali siapa yang sedang datang ke sini dan berada di dalam mobil.
Sang supir berlari kecil menghampiri mobil yang sudah berhenti itu ,
" Tuan nona muda tertidur di dalam mobil , saya tidak berani membangunkan nya " lapor sang supir kepada majikan nya yang tak lain ia adalah Dion .
Dion mengangguk lalu berjalan ke mobil tempat putri nya tertidur.
" Kemana saja dia hari ini" tanya Dion kepada sang supir yang setia mengekori kemana pergi nya sang putri.
" Jam sepuluh nona pergi Rapat , setelah selesai nona langsung pergi ke permakaman dari siang hingga sore , nona juga melewatkan makan siang tuan " lapor sang supir.
__ADS_1
Dion melihat Putri nya yang tertidur dengan nyenyak dalam posisi setengah duduk , ia bisa melihat sisa tangis sang putri , bulu mata lentik itu masih menyisakan basah , hidung memerah , muka sembab .
Ia langsung mengambil alih tubuh ramping itu lalu menggendong nya ala bridal style lalu membawa masuk ke dalam mansion.
" Lo Al kenapa mas? " tanya viona pelan
" Dia tertidur , aku bawa ke kamar nya dulu ya sayang ".
Dion menidurkan tubuh sang putri nya ke tempat kasur yang ukuran nya besar dan juga terasa empuk itu , lalu menutupi tubuh sang putri dengan selimut hanya sampai sebatas Dada nya.
Ia duduk di pinggir kasur ,sambil membelai lembut pucuk kepala putri nya .
" Daddy selalu merasa gagal ketika melihat kamu menangis , Daddy masih merasa ada dinding pemisah di antara kita nak , Daddy ingin ketika kamu kesulitan , mengalami kesusahan Daddy lah orang pertama yang kamu cari , tapi nyatanya kamu tidak pernah mencari Daddy atau pun melakukan semua itu nak , Daddy selalu iri melihat yang melihat kamu selalu bercerita dengan Hansen".
__ADS_1
Nafas Dion tercekat ia terus membelai Pucak Kepala putri nya. Putri nya ini memang sangat manja , ceria , tapi juga seperti menjaga jarak , lebih memilih membangun perusahaan sendiri tanpa campur tangan dari nya , lebih memilih perusahaan Erlangga untuk di jadikan rekan bisnis pertama di Indonesia , tidak pernah berkeluh kesah apa pun kepada mereka dan sekarang putri nya lebih memilih tidur di apartemen yang telah di beli dengan hasil kerja keras nya.
" Kamu lebih memilih kesusahan mencari investor kesana kemari untuk membangun perusahaan mu , tidak kah kamu tahu nak kalau Daddy bisa melakukan semua itu untuk mu , apa kamu marah sama Daddy nak ?" Dion mencium dahi sang putri lalu pergi dengan perasaan yang berkecamuk.
Setelah mendengar suara pintu di tutup Alice membuka mata nya.
" Al tidak marah dad , hanya saja Al kecewa dengan Daddy".
" Ini pak berkas dari perusahaan PT A&D corporation " ucap bagas di sertai dengan menyerahkan sebuah berkas kepada Danniel yang sibuk dengan laptop nya.
" Hem " sahut Danniel dengan dingin
" Pak proyek yang berada di bandung mengalami sedikit masalah , warga menolak dengan adanya pembangunan tempat wisata di sana "
__ADS_1