
" Long time no see Mr Alexander William " sapa Lucas
Danniel hanya melengos tak ingin menjawab , ia tidak ingin berbasis basi dengan pria yang notabene nya adalah seseorang yang bisa merebut Alice dari nya
Tiba tiba pintu ruangan operasi terbuka muncul lah delvin dengan dokter lain nya.
" bagaimana keadaan Daddy Ka " tanya Alice khawatir .
Delvin tak bisa menjawab , malah langsung memeluk tubuh adik nya.
Diri nya butuh sandaran setelah berjuang menyelamatkan nyawa orang yang paling penting dan ia sayangi , diri nya masih sangat syok .
Dokter yang lain lah yang menjelaskan bagaimana keadaan Dion
" Ada berita baik dan buruk tuan ..." ucap sang dokter itu.
__ADS_1
" Katakan " sahut Aldi datar tetapi tak bisa menutupi raut khawatir di wajah nya.
" Operasi nya berhasil , kami dan tim berhasil memberhentikan pendarahan di otak pasien, untuk tulang kaki yang retak kami sudah memasang gips , sisa nya tak ada luka yang serius , dan berita buruk nya tuan Dion kini mengalami koma ". Jelas si dokter yang membuat badan Aldi limbung , untung saja Danniel sempat menahan tubuh itu jika saja tidak di tahan tubuh itu sudah pasti jatuh ke lantai
Setelah Dion di pindah kan ke ruang perawatan VVIP Danniel lalu mencoba mendekati Alice
" Queen bisa kah kita berbicara sebentar" pinta Danniel lirih dengan wajah yang sedih.
Jantung Danniel semakin menjadi jadi ketika Alice menengok lalu melihat wajah nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Alice Tengah berada di sebuah club malam yang hanya bisa di masuki oleh orang orang kaya , bahkan kalau kalian tidak memiliki member card di jamin tidak boleh masuk
Alice mengedarkan pandangan untuk mencari di mana pria tua Bangka itu berada , yang ternyata terletak di sebuah meja VVIP yang terlindung di dinding kaca bening.
Alice berjalan dengan anggun tanpa perduli banyak pria hidung belang yang menatap nya lapar pada diri nya.
__ADS_1
" bari tahu bos kalian , saya ingin menemui nya " ucap Alice datar kepada bodyguard yang berjaga di depan pintu kaca itu .
salah satu bodyguard masuk ke dalam lalu berbisik kepada pria tua Bangka yang sedang memangku seseorang wanita dengan pakaian yang sangat **** dan wanita satu lagi dengan badan terdapat beberapa tatto tengah menuang kan minuman untuk pria tua Bangka itu.
Tidak lama bodyguard itu keluar lalu mempersilahkan diri nya untuk masuk .
" Apa yang membuat putri bungsu keluarga HANSEN hingga mendatangi pria tua ini " ucap tuan Fernandez seakan mencemooh Alice , wanita yang tadi berada di pangkuan nya sudah berpindah duduk di sebelah kiri nya.
Kalian masih ingat kan siapa orang ini
Alice duduk dengan gaya yang angkuh melipat kaki nya bertumpu dengan paha nya yang jenjang.
" Hanya ingin melihat betapa frustrasi nya anda saat kehilangan aset yang anda miliki telah terbakar habis " sahut Alice dengan tenang.
Rahang Fernandez mengeras dengan tangan terkepal , sekarang diri nya tahu siapa yang telah membakar gudung tempat untuk memproduksi obat obatan yang terlarang milik nya , bahkan gudang penyimpanan obat obatan itu letak nya jauh di bawah tanah juga ikut terbakar , bahkan sangat mustahil ada yang tahu di bawah gedung itu ada ruangan di bawah tanah , bagaimana bisa di lalap api .
__ADS_1
" Ternyata saya terlalu meremehkan dan menyepelekan gadis kecil seperti mu" ucap Fernandez sambil melihat tajam gadis yang tengah duduk di depan nya.