
Viona dan menantu nya saling lirik lalu Viona mengangguk membuat sang menantu pergi membiarkan mertua nya berbicara dengan tamu nya.
Danniel duduk tepat di sebelah Viona lalu menggenggam erat tangan wanita yang sudah paruh baya itu , yang sudah ia anggap sebagai ibu nya sendiri.
" Mom apa Alice sudah menikah " tanya Danniel dengan suara yang sedikit parau.
Mata Viona melotot kaget hanya beberapa saat setelah nya kembali seperti biasa
" Mom , please jawab dengan jujur" lirih Danniel
" Tunggu sebentar ya biar mom panggil kan Alice , biar dia yang menjelaskan , kebetulan Alice sedang ada di sini " jawab Viona lembut sambil membelai pelan tangan Danniel lalu pergi mencari putri nya.
Danniel menatap nanar kepergian Viona . Apa kah ini saat saat fakta yang berusaha ia tampik akan segera terkuak? Sungguh sebenar nya ia tidak siap dengan apa yang akan dia ketahui sekarang.
" Hi ...." sapa Alice ramah lalu duduk di single sofa yang tidak jauh dari Danniel.
Danniel menunduk mata nya memerah menahan tangis , diri nya bukan lah pria lemah , tetapi jika berhubungan dengan Alice diri nya benar benar akan menjadi pengecut .
Alice berdiri lalu duduk di sebelah Danniel yang terlihat sedang tidak baik baik saja.
" Niel , are you okay" tanya Alice khawatir.
Danniel menggelengkan kepala nya pelan dengan terus menunduk .
__ADS_1
Danniel tidak tahu ia harus memulai bertanya dari mana dahulu , karena ia sangat membenci pertanyaan itu.
" Kamu kenapa, sini tatap aku , kenapa sedari tadi terus menunduk"..
Danniel mengangkat wajah nya dengan mata memerah bahkan air mata nya meluncur membasahi kedua pipi pria tampan itu
" Ya tuhan! kamu kenapa " Alice lalu menarik Danniel ke dalam pelukan nya
" Mami..... Hua Hua" terdengar suara tangis dari balita membuat Danniel melepas kan pelukan Alice .
Dengan sigap Alice mengambil balita yang tengah menangis itu ke dalam gendongan nya.
Hati Danniel bertambah hancur melihat semua ini.
Tanya Danniel setelah berhasil mengeluarkan suara yang tercekat di tenggorokan nya
Danniel bisa melihat kalau tubuh Alice menegang untuk beberapa saat
" Ia dia putra ku .. " ringkas Alice
" bersama Lucas ?"
Alice hanya bisa diam sambil menimang balita yang sudah tidak menangis lagi , bahkan balita itu menatap Danniel dengan polos.
__ADS_1
" Jawab Queen...." sentak Danniel emosi.
" Iya " sahut Alice dengan pelan.
Cukup !!!
Ini sudah sangat cukup menjelaskan semua nya , ternyata diri nya sudah benar benar tidak memiliki kesempatan lagi , kenyataan ini menampar nya dengan telak
Danniel beranjak pergi dengan segala ke hancur jiwa dan juga raga nya .
" Niel tunggu , aku bisa jelaskan semua nya ". Pinta Alice sambil mengejar pria yang berjalan keluar dengan tergesa gesa dengan langkah lebar nya.
Ia tidak peduli lagi , di jelaskan pun sudah tidak akan merubah keadaan.
Danniel bergegas masuk ke dalam mobil lalu pergi menyisakan suara decitan ban mobil yang sangat keras.
Hancur tak tersisa , Jiwa nya seakan melayang entah ke mana , sakit yang begitu teramat menyakitkan ia rasakan
Seperti ada ribuan pedagang yang menyayat hati nya di dalam sana . Pedih sangat pedih rasa nya telinga nya bahkan berdenging nyaring
Dunia terasa tak adil , terasa sangat kejam , Danniel tidak siap dengan kenyataan ini.
Tak akan pernah siap!!
__ADS_1
Danniel mengendarai mobil nya dengan kecepatan di atas rata rata . Penglihatan nya mengebur karena air mata .