
Dan si sini lah Bagas sekarang , di ruang yang terasa dingin ketika saat memasuki , wajah atasan nya itu begitu dingin , datar dan tajam menambah kesan horor apa ia telah melakukan kesalahan batin nya.
" duduk " perintah Danniel datar
Bagas duduk di kursi tepat di depan meja bos nya ,
" apa kamu tahu kenapa saya memanggil kamu ke sini " tanya Danniel
" Ti.... tidak pak " cicit Bagas pelan
" Semalam saya melihat kamu hadir di acara pesta yang di adakan keluarga HANSEN , dan kamu berbicara cukup akrab dengan putri bungsu mereka , apa hubungan kamu dengan gadis itu gas " ucap Danniel penuh dengan penekanan
Bagas meneguk ludah nya dengan kasar
" Kami hanya berteman pak "
" Berteman, bagaimana bisa kamu berteman dengan nya ? Ucap Danniel sambil mengangkat sebelah alis nya
" Awal nya hanya rekan kerja pak , tetapi karena kami sering pergi kembali bersama dan sering nya kami bertemu pak " jujur Bagas
Brak!!!!
Danniel menggebrak meja dengan kencang membuat Bagas tertelonjok kaget.
" Untuk apa kalian kembali bersama hah " teriak Danniel
Bagas menyeringit bingung bos nya ini lupa atau bagaimana mana? Kan mereka sedang bekerja sama dengan perusahaan A&D corporation untuk membangun sebuah hotel di Bali.
__ADS_1
" untuk memantau lokasi dan memeriksa pembangunan hotel di sana pak "
" Apa hubungan nya dengan Alice " lagi lagi Danniel berteriak , cemburu itu lah yang ia rasakan sekarang.
" HAH .. Eh anu pak , maksud saya Alice adalah CEO dari A&D corporation " jawab Bagas gugup setengah kaget dan takut karena bos nya kembali berteriak .
" ****!! " umpat Danniel ia mengatur nafas nya agar kembali normal.
" kamu tahu saya terus mencari seseorang "
" tahu pak , dia tunangan bapak yang menghilang "
" kamu tahu siapa orang nya ?"
" tidak pak "
Bagas tersentak kaget jadi tunangan bos nya yang menghilang adalah Alice , padahal ia baru menaruh hati dengan gadis cantik itu . Bagas menghembuskan nafas nya pelan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
" Ba... Baik pak "
" apa pun yang berhubungan dengan A&D corporation atau Alice biar saya yang mengambil alih!"
" baik pak " pasrah Bagas mana berani ia melawan , apa lagi bersaing dengan atasan nya sendiri.
" Sekarang atur pertemuan saya dengan Alice besok siang , bilang saja untuk membahas proyek di Bali " titah Danniel
" maaf pak seperti nya tidak bisa , Al sed " ucap Bagas terputus karena Danniel menatap tajam diri nya.
__ADS_1
" Mak... Maksud saya ibu Alice sedang pergi keluar kota selama satu Minggu , beliau berpesan jika dalam seminggu ini ada pekerjaan bisa langsung hubungi asisten atau pun sekertaris dari ibu Alice , pak "
" keluar "
Bagas langsung keluar menuruti perintah bos nya.
*
Setelah kepergian asisten nya Danniel langsung menghubungi seseorang
" Cari tahu tentang perusahaan A&D corporation " ucap tegas Danniel
Klik!!!
Seperti biasa Danniel memutuskan sambungan telepon secara sepihak tanpa perlu repot repot mendengar jawaban dari sebrang sana.
*
Di tempat lain
Alice menatap tajam Dua pria yang sedang asik bermain game sambil sesekali berteriak .
Bocah kecil duduk manis di sofa sambil meminum susu nya di sippy cup tanpa terganggu sedikit pun dengan dua pria dewasa di samping nya.
" bisa kah kalian diam dan jangan berteriak " ucap Alice tajam.
Seperti nya kedua pria itu benar benar tuli hingga ucapan Alice di abaikan hanya di anggap angin lalu saja.
__ADS_1