
" Pak ada undangan pesta dari keluarga HANSEN" Bagas menyerahkan undangan yang dia dapat kan tadi siang .
Danniel lngsung mengambil undangan itu dengan semangat , " Kamu bisa keluar dari ruangan ku sekarang" usir Danniel kepada asisten nya , yang langsung di turuti tanpa basa basi.
Danniel tersenyum melihat undangan yang berada di tangan nya , ada angin apa sehingga keluarga itu , kembali membuka diri , keluarga HANSEN seperti menutup diri dari dunia luar beberapa tahun belakangan ini dan sekarang mereka mengadakan pesta ulang tahun pernikahan , apakah ini sebuah pertanda baik ?.
Diri nya di undang , ini sesuatu di luar dugaan , keluarga HANSEN pasti sudah mengetahui tentang hubungan nya dengan putri mereka yang berakhir tidak baik , apa mereka tidak marah dengan diri nya.?
Gara gara sebuah undangan membuat mood seorang Danniel beruh drastis , seharian ini ia selalu tersenyum , tidak ada bentakan , tidak ada nada perintah yang angkuh , bahkan ia tidak perduli di pandang aneh dari bawahan nya , pokok nya Danniel sedang senang.
Ya sebegitu nya ber pengaruh nya seorang Alice bagi hidup Danniel.
Setelah empat hari hanya membelai undangan lalu tersenyum seperti orang yang tidak waras , kini tiba di hari di mana acara ulang tahun pernikahan Dion dan Viona di rayakan.
__ADS_1
Danniel sudah tampil rapi dengan setelan jas mahal nya , ia benar benar maksimal kan penampilan nya malam ini.
Tiba di sebuah hotel bintang lima yang di jadikan tempat acara berlangsung , ia keluar dari Bugatti Veyron dengan jantung yang berdebar.
Banyak wartawan mengambil gambar nya , kilatan flash bergantian menyilaukan pandang , untung saja banyak para penjaga agar para wartawan itu tetap berada di pinggir rad carpet .
Berjalan dengan gagah memasuki aula yang bertema gold , ia mengedarkan pandangan kesana kemari mencari seseorang yang amat penting dalam hidup nya , hingga sebuah tepukan tangan di habu nya menyadarkan nya.
" gua kira lu tidak di undang " sinis pria yang menepuk pundak nya .
" Entah " cuek si pria itu
Danniel menghela nafas , ia sangat gugup sekarang , ia bisa melihat keluar Hansen yang sedang beramah tamah dengan tamu lain nya.
__ADS_1
" Sana duduk , ada tiga gadis yang pasti menyukai kehadiran lu " ajak Axel , ya pria itu adalah axel
Danniel lalu berjalan mengikuti Axel ke sebuah meja yang sudah berisi beberapa orang yang ia kenali.
Aldi dengan della bersama dengan kedua gadis kecil dan Celine sedang memangku anak kedua nya.
" Uncle Niel " pekik ketiga gadis kecil dengan suara yang kencang berhasil menarik perhatian orang di sekitar nya.
Ketiga gadis kecil itu langsung turun berlari ke arah nya , lalu langsung memeluk diri nya dengan erat secara bersamaan.
" Uncle ganteng sekali " puji Aurora dengan malu malu yang di setujui dua gadis lain nya yang tak lain adalah Aurora dan Laura dan juga Angel anak kedua Axel .
" kalian juga cantik sekali , uncle jadi tambah tambah menyayangi kalian " bales Danniel Tak kalah manis
__ADS_1
Aldi dan Axel berdecis sinis , entah mengapa gadis kecil mereka sangat menyukai Danniel dan melupakan kehadiran mereka sebagai orang tua nya sendiri jika Danniel susah ada. Danniel duduk di bangku yang memang masih kosong.